delapan

4.8K 79 6
                                    







playlist armada- jangan marah lagi






Fatar baru saja selesai mandi diriknya kamar yang dalam keadaan kosong. Kakinya melangkah kearah lemari namun terhenti ketika melihat sesetel pakaian yang telah disediakan farah sewaktu fatar mandi.

Setelah selesai fatar segera keluar kamar, langkahnya terhenti ketika tiba-tiba saja farah sudah ada dihadapkannya, fatar baru sadar bahwa penampilannya farah jauh dari kata baik. Kantung mata nya nampak menghitam lain lagi kelopak matanya masih terlihat bengkak meski tersamar karna farah pasti sudah mencuci wajahnya.

Farah menatap sedih lelakinya itu, tak pernah sekalipun fatar memakai dasinya sendiri selalu didengan bantuan tangannya, tapi ntah mengapa fatar yang dia kenal berubah dalam sehari saja?

"kau mau berangkat kerja? "

"ya " farah mengangguk paham mendengar jawaban suaminya itu, " sarapanlah terlebih dahulu, aku tak akan menanyakan apapun jika kau belum siap". Farah berkata lagi setelah terjadi jeda beberapa menit.

Fatar hanya terdiam, tidak mengangguk tidak pula menggeleng. Sesuai janji farah, ia tak mengatakan apa apa acara sarapan dilakukan dengan khidmat tanpa ada yang membuka suara.

💐💐💐💐

Fatar merasa akan gila, sejak tadi tidak ada satupun ada yang ditangkapnya selama rapat berlangsung. Beruntung dia mempunya sekretaris yang siap pakai sehingga ia tidak mengecewakan para karyawannya yang telah berjuang mengejar deadline hanya demi mempersentasekan hasilnya, namun fatar malah tidak menghargai hasil kerja keras kaeryawannya.

Fatar menatap langit langit kantor nya seraya memijit pelipisnya, rasa pusing masih sering menyerang. Sejenak ia memejamkan matanya, ingatanya kembali saat dimana fajar mendatangi nya ke club menyampaikan pesan bahwa farah mencarinya yang tak mengaktifkan ponselnya.

Flashback

"apakah bapak baik baik saja?" fajar duduk diri disamping fatar yang sempat digoda oleh perempuan malam berpakain minim, tentu setelah menundukkan kepala terlebih dahulu bentuk tanda hormatnya meski fatar telah melarang nya melakukan itu namun mungkin karena efek mabuk membuat fatar tak komplain apa-apa.

"jika aku mengatakan bahwa aku baik-baik kau akan percaya?"

"tidak".

Fatar memanggil seorang bartender untuk mengisi gelas mungilnya yang telah kosong lalu meminta satu gelas lagi untuk fajar.
Namun dengan sopan fajar menolaknya, dia memang bukan tipikal lelaki peminum meski hanya untuk sekedar pelarian saja.

"apa kau mau mendengar cerita ku?" tanya fatar tanpa menatap fajar meski ia tau saat ini fajar tengah menatapnya.

"jika bapak ingin, dengan senang hati saya akan mendengarkannya".

"aku merasa menjadi pria yang sangat buruk dan tidak berguna..... " fatar menunduk menarik nafas nya dengan susah payah, dadanya terasa sesak seperti diperas oleh sesuatu yang tak kasat mata. Lain halnya dengan fajar yang masih diam dan hanya menjadi pendengar yang baik tanpa berniat memotong perkataan tuannya tersebut

My Baby FinderTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang