Warn!
NamJin, BL, Modified Canon.
Inspired by latest EatJin
.
.
.
Seokjin mengetuk-etuk sumpitnya ke pinggir mangkuk berisi nasinya.
Di hadapannya, rekan satu tim sekaligus kekasihnya, Kim Namjoon, duduk dengan tangan kiri memegang ponsel dan tangan kanan sibuk menyuap daging yang mengeluarkan bunyi mendesis di atas griller.
Seokjin berdehem, dia meletakkan sumpitnya dan memajukan tubuhnya, mencoba menarik atensi Namjoon.
Namjoon masih diam, jarinya bergerak-gerak aktif di atas layar ponselnya dengan mata yang terus tertuju padanya.
Seokjin mendesah pelan, berdehem lagi, kali ini lebih keras.
Namjoon masih tidak memberikan sedikitpun atensinya pads Seokjin.
Seokjin tidak tahan lagi, dia memukul meja dengan cukup keras. "Yya! Kim Namjoon!" bentaknya keras.
Namjoon terlonjak kaget, ponselnya nyaris terlepas dari tangannya namun untungnya berhasil Namjoon pertahankan agar tetap berada di tangannya.
Namjoon melirik sekitar dengan hati-hati, suara bentakan Seokjin tadi cukup keras dan bukan hal yang tidak mungkin ada yang mendengar mereka dan mengenali mereka.
"Hyung, jangan keras-keras.." bisik Namjoon. "Kau kenapa sih?"
Seokjin terperangah tidak percaya, "Aku kenapa? Justru aku yang seharusnya mengatakan itu!"
Namjoon kelabakan saat Seokjin kembali berbicara dengan suara keras. "Sshh.."
"Kita sedang makan dan kau justru sibuk dengan ponselmu padahal aku duduk di hadapanmu. Tidak bisakah kau fokus padaku sebentar?!"
Namjoon mengangguk cepat, tangannya terulur untuk meraih tangan Seokjin di atas meja dan mengelusnya pelan. "Iya, Sweetheart. Sekarang pelankan suaramu."
Seokjin nyaris saja merona saat mendengar panggilan manis itu tapi rasa kesalnya pada Namjoon lebih penting.
Seokjin menepis tangan Namjoon, "Kau selalu saja begitu, padahal kita jarang mendapatkan kesempatan makan berdua seperti ini, tapi kau selalu saja sibuk dengan ponselmu."
Namjoon mencoba meraih tangan Seokjin tapi Seokjin bergeser menjauhi Namjoon.
Namjoon menghela napas pelan, "Oke, aku minta maaf, sekarang aku milikmu sepuasnya." Namjoon meraih ponselnya dan menunjukkan layarnya pada Seokjin kemudian mematikan ponselnya di hadapan Seokjin.
Seokjin masih cemberut, dia diam saja saat melihat Namjoon memasukkan ponselnya ke saku jaketnya.
"Nah, sudah. Sekarang aku milikmu seutuhnya." Namjoon menatap Seokjin seraya tersenyum tipis, "Sayang, maafkan aku. Sekarang sebaiknya kau habiskan makananmu."
Seokjin mengangguk pelan-pelan dan mulai meraih sumpitnya lagi. Namjoon tersenyum lega dan mulai kembali makan, Namjoon bahkan memberikan potongan-potongan daging yang besar kepada Seokjin.
"Kau akan membuatku gendut." Seokjin berujar dengan wajah cemberut saat lagi-lagi Namjoon meletakkan potongan daging yang besar di mangkuknya.
"Kita sedang dalam promosi, Jinseokku harus banyak makan agar tidak sakit." Namjoon meletakkan potongan daging lagi di mangkuk Seokjin.
VOCÊ ESTÁ LENDO
Dreamcatcher
Fanfica compilation of drabble and short story by Black Lunalite. Random pairing, random genre, random rate. This is just a simple daydream to brighten up your day.
