1.

80 6 3
                                        

Seoul, pukul 19:00

Denting piano yang mengalun merdu, memainkan melodi indah dari lagu A Thousand Year terdengar memenuhi bar malam itu. Bahkan Seungwan, seorang gadis yang bekerja disanapun dapat mendengar alunan piano dari dalam ruang rias. gadis itu tengah bersiap-siap untuk bekerja. Ia baru sampai disana sekitar 10 menit yang lalu. Dengan sedikit tergesa, ia membuka lemari pakaian yang ada dihadapannya. Manik matanya melirik dengan cepat, pakaian seperti apa yang akan dikenakannya. Sejurus kemudian, tangannya mengambil sebuah gaun berwarna hitam dengan dengan kerah yang sedikit terbuka. Buru-buru ia mengganti bajunya. Beberapa saat kemudian, gadis berambut hitam itu tengah menyisir rambutnya yang lurus panjang, menjalin rambutnya dan membuatnya seperti mahkota. Tak lupa ia memoleskan bedak di kulitnya dan memulas bibirnya dengan lipstik berwarna merah marun. Gadis itu tersenyum cantik didepan cerminnya, puas akan hasil karyanya. Dan sebagai sentuhan terakhir, ia memasang anting berbentuk segitiga yang menambah kecantikannya malam itu.

Tepat setelah ia selesai berdandan, pintu ruang hiasnya diketuk dari luar. Seorang pria menyembulkan wajahnya dari balik pintu. "Ah. Seungwan-ssi. Kau sudah selesai?" Suara husky pria itu membuat Seungwan mau tak mau memfokuskan pandangannya. "Ya. Aku sudah selesai. Sebentar lagi aku akan keluar." Balasnya tersenyum, menatap pria jangkung yang sekarang berdiri ditengah pintu.

"Cantiknya." Desis pria itu pelan namun Seungwan mendengarnya dengan sangat jelas.

"Maaf? Kau bilang apa tadi, Chanyeol-ssi?"

"Aniyo. Aku tidak berkata apapun." Jawaban dari pria bernama Chanyeol itu membuat Kening Seungwan mengerut, tanda ia tak percaya.

"Ah, sudahlah. Wan, ini sudah hampir waktunya. Para pelanggan pasti sudah menunggumu."

"Baiklah. Aku akan mengganti heelsku dulu."

-----------------------------------------------------------

Seungwan dan Chanyeol berjalan beriringan menuju aula utama dari bar tersebut. Sesampainya disana, Seungwan berjalan menuju panggung, sedangkan Chanyeol duduk di kursi yang berada diantara meja minuman dan meja pelanggan. Seungwan yang sudah berada diatas panggung, menoleh kearah Ahjussi pemain piano dan biola, tersenyum dan tangannya memberikan gesture bahwa ia akan segera bernyanyi. Tangan kecilnya menyentuh mikrofon, menggenggamnya erat kemudian menyetuh bibirnya dengan mulut mikrofon, tanda ia akan berbicara.

Seungwan menarik nafas kecil sebelum ia mulai berbicara. "Selamat malam semuanya?" Sapanya dengan suara khasnya. Beberapa pelanggan yang hadir, bersorak-sorai dengan hadirnya Seungwan. Gadis itu tersenyum, sebelum melanjutkan kalimatnya. "Malam ini, untuk semua hati yang patah, jiwa yang sepi dan harapan yang sirna. Lagu ini untuk kalian."

Gemuruh tepuk tangan memenuhi seantero bar ketika alunan piano dan biola mulai mengalun. Mata Seungwan terpejam, bibirnya menyanyikan nada yang indah.

Wae neoegen geureohge eoryeounji

aereul sseuneun nareul jedaero bwajuneun ge

( Mengapa begitu sulit bagimu?

Untuk melihat diriku yang mencoba dengan semestinya? )

Neo hanae itorok

Apeul su isseume nollagon hae
Godanhaettdeon haru

Naneun kkumeul kkwodo apa

( Aku terkejut mengetahuinya

Berapa besar aku bisa terluka karenamu
Hariku adalah perjuangan
Bahkan impianku terasa menyakitkan )

Neoyeottdamyeon eotteol geot gata

Ireon michin naldeuri
Ne haruga doemyeon marya

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 14, 2018 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

When Winter Meets Summer.Where stories live. Discover now