1🔸First Sight

8.6K 229 2
                                        

I saw her, beside my friend.

-Khofifah Nz-

***


"Oi, Gil. Ditunggu Elena di depan ya!" kata seorang gadis yang tiba-tiba mendekati kerumunan SMK SPM Nasional untuk menyampaikan pesan temannya.

"Oke sip." Jawab Ragil, pacar Elena.

Gadis itu lantas pergi setelah mendapat jawaban dari Ragil itu dan bersalaman dengan Saka, teman SMP nya. Kemudian menuju kerumunan dari sekolahnya.

Dari penampilannya, ia bukan peserta lomba di tempat ini. Ia memakai seragam almamater sekolahnya, yaitu kemeja putih yang dipadukan dengan jas almamater berwarna merah maroon dan celana bahan berwarna hitam, kaos kaki putih dan sepatu vantovel hitamnya, ditambah jilbab segiempat berwarna  putih. Sedangkan yang mengikuti lomba baris-berbaris antar SMP-SMA sederajat di GOR Satria ini berpakaian OSIS lengkap.

"Siapa, Gil?" tanya Arya yang sedari tadi menatap gadis yang sudah menuju kerumunannya.

"Kirana, temennya Elen." jawab Ragil.

Kirana Nataliazzahra, seorang gadis yang bersekolah di SMK Negeri 1 Purwokerto, yang sedang menjalani PRAKERIN alias Praktik Kerja Industri di salah satu koperasi yang berada di RST. Wijaya Kusuma.

"Mau kenalan?" tanya Ragil.

Arya yang sedang terang-terangan memandangi Kirana dari kejauhan sedikit kaget lalu menoleh saat ditanya oleh Ragil. Ia mengangguk mengiyakan, lalu memandang ke arah Kirana lagi.

Arya sepertinya terpesona pada Kirana, gadis sederhana yang baru ditemuinya. Yang Arya tau, Kirana adalah teman SMP dari Saka, dan mereka cukup mengenal. Ditandai dengan cara Kirana dan Saka yang saling menyapa dan bersalaman saat bertemu tadi.

Hingga akhir perlombaan, Arya yang berencana ingin berkenalan tak juga bertemu dengannya. Dan entah kapan lagi Arya berkesempatan menemuinya.

***

Hari demi hari berlalu, Arya semakin penasaran dengan perempuan bernama Kirana itu. Walaupun sekarang Arya sedang dekat dengan Silva, namun dalam diam Ia mengagumi perempuan lain. Hingga karma menghampirinya. Arya dikecewakan oleh Silva. Pengorbanan Arya kembali dari Majenang demi menemui Silva ditolak, Silva tak mau bertemu dengan Arya. Bukan karena Kirana, Silva tak tau itu. Hanya karena masalah sepele yang membuat Silva ngambek, hingga pengorbanan Arya pun tak diterimanya. Dan mereka memutuskan untuk tak bersama lagi. Mereka menjalani hidup mereka masing-masing.

"Arya, bisa temani aku menjemput Kirana dan mengantarnya pulang?" pinta Alilham.

Seketika tubuh Arya membeku, diam menatap sahabatnya yang baru saja datang dan bertanya tentang hal yang membuatnya tercengang. Hatinya kembali kecewa, entah seperti apa bentuk hati Arya sekarang. Arya keduluan oleh sahabatnya sendiri, kalah cepat untuk berkenalan dengan Kirana.

"Tentu." jawab Arya sambil memaksakan diri untuk tersenyum.

"Tau sendiri kan, aku bukan asal sini, aku takut ngga bisa pulang." kata Alilham.

"Iya iya aku tau." balas Arya.

***

Alilham dan Arya mengendarai motor mereka masing-masing, menuju ke sekolah Kirana. Sesampainya mereka di dekat sekolah itu, Arya memberi jarak 5 meter di belakang motor Alilham, seperti pengawal. Kemudian Arya berhenti dan sedikit bersembunyi agar menciptakan kesan bahwa hanya Alil yang menjemput Kirana.

"Demi teman apapun ku lakukan." Batin Arya.

Ini pertama kalinya Alilham dan Kirana bertemu. Awalnya Arya ragu, takut Alilham salah orang karena tidak paham dengan Kirana dan belum pernah bertemu dengan Kirana.

Alilham mendekat ke arah gerbang sekolah Kirana, dan bertanya pada siswi yang sedang duduk bersama teman-temannya untuk menunggu jemputan di dekat situ. Sekolah masih sedikit ramai karena bel berbunyi setengah jam yang lalu.

"Permisi, ada Kirana?" tanya Alilham pada salah satu siswi.

Kemudian para siswi itu seperti terkejut mendapati cowok yang memakai seragam PDH nya, khas anak pelayaran. Banyak yang masih terbengong, hingga seorang siswi yang berada di ujung menengok ke tempat duduk di balik tembok, memanggil Kirana.

Kirana muncul dengan senyum manisnya, senyumnya untuk Alilham.

Kirana membonceng di belakang Alilham, saat motor Alilham mulai melaju, Arya pun ikut melaju, tetap 5 meter di belakangnya. Saat berhenti di lampu merah, Arya memfoto mereka dari belakang. Sebenarnya Alilham meminjam motor pribadi milik Arya, dan Arya memakai motor milik kembarannya, Alya.

Hanya mengantar pulang, itulah yang mereka lakukan. Saat sampai di depan rumah Kirana, Arya kembali bersembunyi di dalam gang. Menunggu Kirana masuk, baru Arya muncul kemudian pulang.

Selesai tugas Arya mengawal tuan putri yang jalan bersama pangeran lain.

***

Kirana yang baru saja diantar pulang oleh Alilham merasa senang, ia masih saja berdiri di balik jendela besar tek tembus pandang jika dilihat dari luar, menunggu Alilham hilang dari pandangan. Memang sebelumnya Kirana belum pernah bertemu dengan Alilham, mereka dekat di chat setelah Alilham menanyakan berbagai hal mengenai satu adik kelas Kirana yang dulunya Alilham suka.

Ini pertemuan pertama Kirana dengan Alilham. Setelah tadi di jalan, sempat berencana mau main, tapi karena sibuk berdebat "main kemana" akhirnya tidak jadi dan hanya mengantar pulang. Dan tanpa Kirana duga, seseorang berseragam yang sama dengan Alilham muncul dari dalam gang.

"Alilham dikawal?" batin Kirana.

Setelah mereka pergi, Kirana masuk ke dalam kamarnya yang sangat membuatnya nyaman. Aneh memang, namun Kirana lebih suka berada di kamar daripada duduk melihat televisi di ruang keluarga. Sebenarnya Ia ingin, namun karena terbiasa dengan keadaan yang tidak nyaman saat menonton tv maka lebih sering menonton di laptop saja.

Benda pipih berwarna white-gold yang berada di saku Kirana terasa bergetar, menandakan ada pesan masuk di salah satu aplikasi chatnya.

Yudha : (mengirim foto Kirana dan Alil sepulang sekolah tadi yang diambil dari belakang)

Yudha : Cie cieee :v

Kirana : Apasi yud, dapet dari mana fotonya?

Yudha : Wkwk, dapet dari temenku.

Kirana : siapa si?

Yudha : Arya, tadi dia ngikutin kalian.

Kirana : Masa? Berarti tadi yang muncul dari gang dia toh?

Yudha : Iyakali, Arya suka sama kamu loh..

Kirana : Aku aja belum kenal, mana ku tau lah :v

Yudha : Nanti juga bakal kenal.

"Arya? Arya siapa?" batin Kirana.

***
To be continue.
Vote kalian sangat memotivasiku untuk melanjutkan cerita ini.
Sabar baru awal, ikutin aja ya😄
(PS: Cerita Alilham-Kirana ada di Just Mine, cari sendiri ya.. hehe)
Thankyou ~

[K-Purwokerto, 23 September 2017]

Deep BlueCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang