_Park SooYoung_
Aku tak tahu mengapa ini begitu dingin, tulang-tulang dalam tubuhku membeku, aliran darahku mengalir setetes.
Padahal pakaian yg kupakai sudah cukup hangat diluar seragam kerjaku hoodi musim dingin yg cukup tebal seakan tak berpungsi.
"Mari kita berpisah"
Kalimat ini sudah dua kali aku dengar dalam jangka waktu yg dekat. Sungjae engan menatap mataku, ia seakan mengelak sebelum aku bertanya mengapa (?) Tapi tanpadapat jawaban dari bibirnya aku tahu jawaban dari pertanyaanku sendiri.
"Jadi benar ? Kau akan dapat promosi jika menerima keinginan putri bos mu"
Tertawaku singkat kecil dan sangat tidak mengenakan, cintanya dibeli dengan jabatan.
"Karirku penting Sooyoung-ah"
Aku tahu ada nada bersalah disana, tapi Sungjae yg ku kenal tidak pernah menomor satukan hasrat buta, apakah sekarang dia berubah menjadi sosok yg tidak lagi ku kenal.
Aku tak ingin menangis didepannya, ini berakhir lebih cepat, Pasti lebih baik.
"Semoga kau bahagia"
Doaku tulus walau aku tak mampu mempertahankan kebahagiaan ku sendiri. Kulangkahkan kedua kakiku yg telah keram sejak tadi dengan pasti. Kupastikan ia tak kan pernah lagi kembali.
.....🌹.....
"Lalu kau akan begitu saja memindahkan saham atas nama ibumu ke Sehun ? Kau tidak memikirkan bagaimana putri kita ?"
Nyonya Oh Hanni mengatakan dengan lembut tapi penuh penegasan. Walaupun Sehun jelas anak kandung suaminya tapi Sehun bukan anak yg dia lahirkan.
Awalnya semua rencana berjalan lancar tapi syarat yg diajukan ibu dari suaminya menghancurkan keinginan yg begitu kuat.
"Aku akan menjodohkan Hayong dengan anak Tuan Choi, aku akan memperkuat posisinya"
Hanni bukan wanita yg menyerah begitu saja.
"Lagipula Sehun belum sembuh sepenuhnya" kini senyum manis nan miring terukir dibibir Hanni, semua akan mudah jika dia masih punya kartu AS.
Oh Jungsu hanya diam menatap kemenangan sesaat sang istri. Dia juga menyayangi Hayong dan dia juga peduli terhadap Sehun.
Tapi Jungsu tidak bisa menyangkal Sehun belum mampu benar-benar dikasi jabatan yg lebih tinggi.
Post Trauma Syndrom Disorder (PTSD), Sehun belum mampu benar-benar sembuh dari trauma masa kecilnya. Sifatnya yg tak tersentuh, anti sosial dan sangat kaku tak mampu menarik minat dewan pemegang saham lainnya untuk memvoting Oh Sehun sebagai pewaris.
Inilah yg sangat dicemaskan Jungsu kedua anaknya belum layak, tapi Hayong punya Hanni wanita ini sanggup melakukan apapun agar tahta anaknya aman.
.....
"Carikan aku wanita"
Tanpa notasi datar dan cepat. Oh Sehun tidak mengerti apa sebenarnya yg ia katakan. Konsekuensi apa yg akan dia terima jika ide gila itu benar dia pilih sebagai jalan keluar.
Park Chanyeol yg awalnya nyaman meneguk segelas wine merah hampir saja tersedak mendengar penuturan Sehun. Lelaki yg tak ingin disentuh ini mencari seorang wanita (?) Apa setelah 27 tahun hidup baru dia sadar setiap inci kulitnya butuh belaian.
"Kau ingin kisah satu malam ?"
Setelah berhasil kembali dari kebingungannya. Chanyeol menatap Sehun lekat. Kalau ingin satu malam bukankah di Club kelas atas banyak wanita yg tak bisa sembarangan di sewa, Sehun bisa mudah mendapatkannya.
"Tidak, aku butuh orang kepercayaan"
"Mengapa wanita ?"
Jika ingin mendapatkan tameng yg kokoh bukan wanita spesies yg tepat.
"Apa aku kurang untuk mu ?"
Chanyeol tidak pernah membelot dari sisi Sehun. Dia sangat menghormati Oh Jungsu Ajhussi tapi Sehun adalah teman terdekatnya, orang yg susah dan senang bersama sejak mereka sama-sama masuk kedalam ruang lingkup TaeSang Grop.
"Kau tidak bisa kubawa masuk kerumah itu"
Sehun menatap nanar gelas wine yg sama sekali belum dia sentuh. Kini Chanyeol tahu apa yg sehun inginkan.
Kediaman keluarga OH adalah tempat dimana Sehun terpenjara, semua yg berurusan dg keperluan rumah di atur oleh Hanni, sampai-sampai air mineral yg harus Sehun kosumsi semua dia yg memilih.
Belum lagi Hayoung, adik tak sedarah Sehun itu tak mampu lagi dia hindari.
Mereka saling memiliki simpati, Namun akhir-akhir ini Hayoung semakin berani untuk meminta lebih dan Sehun tak ingin masuk kedalam masalah yg lebih besar.
Dulu mereka pernah salah dalam menanggapi kedekatan, di usia yg masih muda dengan perhatian yg Hayoung berikan pada Sehun di awal kedatangannya membuat hati dingin Sehun luluh.
Waktu berlalu, mereka tahu artinya cinta dan obsesi tapi tidak mengerti cara membedakan. Setelah Sehun menyelesaikan sekolah masternya dan kembali Hayoung masih terjebak di perasaan yg sama.
"Jadi kau ingin menikah ? Mengunakan wanita sebagai istrimu untuk menjadi mata kanan mu atau malah tameng untuk menjauhkan Hayoung"
Chanyeol tahu bagaimana perasaan Hayoung untuk Sehun, tidak ada yang tidak dia ketahui bukan.
Tapi lebih dari itu, Sehun merasa ada yg aneh dengan yg disebut rumah akhir-akhir ini belum lagi traumanya yg semakin memburuk padahal selama sekolah diluar emosi Sehun sudah mulai stabil.
"Tolong carikan saja untuk ku. Wanita yg tidak mudah. Kau paham ?"
Setelah mengucapkan itu Sehun meraih kunci mobilnya lalu berlalu setelah sedikit melirik ke Chanyeol.
Laki-laki yg perawakan tinggi tersebut mengerti dengan arti tersembunyi Wanita yg Tidak Mudah bagi Sehun, ini jelas mengarah ke arti Setia, wanita yg cukup berjanji kepadanya menurut perintahnya tentu ada imbalan atas kesetiaan tersebut.
Sehun tidak suka seseorang yg mengadaikan kata setia.
.....
Park Sooyoung menghentikan langkah kakinya yg semakin oleng. Pemaksaan sangat tegar ala wanita 25 tahun ini hancur saat dirinya sadar degupan jantung itu tak kian berhenti.
Kornea matanya mulai basah jika dia terus menunduk maka tetesan air mata itu akan mendarat ke aspal yg dingin.
Dengan paksaan Sooyoung mengadahkan wajah keatas dan langsung melihat dimana tempat dia bekerja.
Gedung yang besar itu kokoh dengan kemewahannya, banyak barang-barang berharga dijual disana membuat lapar mata sang pembeli.
Tapi Sooyoung hanyalah karyawan biasa yg setiap hari merelakan tumit dan betisnya untuk berdiri menawarkan jasa dan barang.
Kenyataan ini semakin menikam ulu hati wanita dengan senyum indah ini, dia bukanlah wanita yg dibutuhkan untuk karir lelaki yg dia cintai, ibarat debu yg menempel perumpamaan itu yg dapat Sooyoung tangkap saat Sungjae mengatakan perpisahaan.
Kini bukan hanya tetesan air mata, tangisan itu di iringi sengukan yg keras, nafas terpenggal, penglihatannya buram.
Sooyoung mengepal jemari kanannya dan memukul keras tepat didada sambil bergumam kecil tanda dia belum bisa.
"Aku... tidak ingin seperti ini... bagaimana bisa... apa cintaku kurang"
Tidak jelas dan terpotong, tapi anginpun pasti tahu betapa Park Sooyoung belum bisa melepaskan Yook Sungjae.
.....☘.....
YOU ARE READING
'How Come You Don't Know' [HunJoy]
Fanfiction"Saat kau tidak lagi punya pilihan satu-satunya tawaran adalah kesempatan ⚘" . . . . #540 Fanfiction 04.11.2017 #494 Fanfiction 12.11.2017 #452 Fanfiction 17.11.2017 _HunJoy_
!['How Come You Don't Know' [HunJoy]](https://img.wattpad.com/cover/122332203-64-k342920.jpg)