Pada suatu hari disebuah perkampungan hiduplah seorang ayah dan seorang anak yang bernama Putri, meskipun hidup mereka serba kekurangan mereka tetap bahagia, Putri sangat pintar sampai sampai ia mendapat beasiswa dari pemerintah, sehingga ia bisa bersekolah di SMA di perkotaan, Putri merasa senang karena bisa bersekolah ke sekolah favoritnya, begitu pula ayahnya yang bisa melihat anaknya melanjutkan sekolah ke SMA, mereka senang, tetapi mereka tidak tahu sikap di kota berbeda dari perkampungan.
Akhirnya tibalah hari untuk Putri berangkat ke SMA faforitnya, diawal dengan mentari yang menyinari dunia dengan cerah, seperti biasa sebelum berangkat putri sarapan dengan nasi dan garam, putri pamit kepada ayahnya untuk berangkat ke sekolah, sesampainya di sekolah putri sangat senang karena sekolah barunya lebih megah dan lebih bagus, dan putri melanjutkan harinya dengan senyuman bahagia, keesokan hariya ayah menanyakan kepada Putri tentang sekolahnya “put bagaimana sekolah mu nak?” sambil tersenyum, “sekolah baru Putri sangat bagus dan lebih mewah ayah” sambil membalas senyum ayahnya, dan sebelum berangkat ia menyempatkan ntuk sarapan dengan menu yang sama seperti hari kemarin. Sampailah ia di sekolah, saat ia akan masuk ke kelasnya datanglah dua orang wanita yang menyapanya ia bernama Siska dan Ranti, mereka mengajak Putri menjadi teman mereka. Tentusaja ranti menyetujuinya. Bel istirahat berbunyi Putri Siska dan Ranti bergegas ke kantin sekolah, mereka bercanda sambil makan-maka, terkecuali Putri, Siska dan Ranti eran kenapa Putri tidak membeli makanan, ranti berkata pada Putri “Put kenapa kamu tidak membeli makanan?” dengan raut muka yang kebingungan, “tidak ah aku sudah kenyang” balas ranti dengan senyuman, “TENG” bel tandaistirahat sudah selesai terdengar, mereka bertiga langsung pergi ke kelasnya. Pada malam harinya Putri berfikir atas kejadian tadi di kantin, bila putri ketahuan bukan dari golongan orang mewah putri bias malu kepada teman-temannya, tak lama kemudian putri pun tertidur.
Keesokan harinya sebelum putri berangkat ke sekolah putri sarapan dengan nasi dan garam lagi, tetapi ia tidak memasang raut muka bahagia melainkan memasang raut muka cemberut, melihat putrinya yang seperti itu ayahnya Putri berkata “ada apa put sepertinya kamu sedang tidak senang?” memandang putri dengan penuh tanya, tetapi putri tidak menjawab pertanyaan ayahnya,melainkan langsung berangkat sekolah. Disepanjan perjalanan putri berbicara dalam hati “kenapa aku dilahirkan dengan keadaan ekonomi yang rendah? Sedangkan teman teman ku berekonomi yang serba kecukupan bahkan lebih”. Tiba di sekolah putri disambut oleh Riska dan Ranti, dan mereka melakukan aktifitas di sekolah seperti biasanya. Setelah pulang sekolah Siska dan Ranti berkata pada Putri “put boleh gak kita main ke rumah mu?” Putri terkejut bila dan bicara di dalam hatinya ”bila mereka dating kerumahku dan melihan rumahku yang seperti gubuk aku bisam malu nih” dengan muka pucat putri berkata pada Siska dan Ranti “ ahh jangan rumahku sedang direnofasi, jadi rumahku kotor”. Dengan kejadian itu Siska dan Ranti curiga kepada putri, dan mereka langsung pulang.
Setelah beberapa bulan Siska dan Ranti masih curiga dengan kehidupan Putri, akhirnya mereka memutuskan untuk mengikuti Putri. Setelah jam sekolah beres siska dan ranti mengikuti Putri sampai ke rumahnya, setellah bebersapa lama mengikuti Siska dan Ranti terkejut melihat putri masuk ke rumah yang sangat jelek, akhirnya mereka tahu dan mereka mempunyai kejutan untuk Putri.
Malam hari tiba Putri sedang murung di kamarnya, lalu ayahnya datang dan menyapa Putri “ hey anaku kau sedang apa” seru ayahnya, putri pun menjawab dengan kesal dam memakai suara yang keras “ ayah kenapa aku dilahirkan dengan keadaan seperti ini?!” ayahnya pun menjawab “ seharusnya kamu bersukur karena meskipun kita hidup seperti ini kita masih diberikan kesehatan “ belum ayahnya selesai bicara putri memotong nya dengan “ masa bodo pokonya putri mau ninggalin rumah reyod ini “. Putri pun pergi kerumah Siska, setelah sampai putri menekan tombol bell rumah Siska “ tenong “, Siska pun keluar dan bertanya “ loh kok kamu malam malam dating ke rumah aku, emang rumah kamu kenapa?” putripun membalas “rumahku masih di renofasi Sis jadi aku numpang nginep yah di rumah mu” putripun masih tidak mau mengakui keadaan sebenarnya, “ohh kalo beitu masuk aja Put” dengan senyum manis.dalam hati Siska berkata “ hemm dia belum tau klo aku sdah mengetahui kehidupanya, baiklah esok aku kasih pelajaran di sekolah”. Putri membangunkan Sisk dari lamunyanya “ Sis kamu kenapa?”, “oh engga ada apa-apa kok, ayo masuk” balas Siska.
Keesokan harinya di sekolah. Saat di kelas Siska mengumumkan sesuatu “ hai kawan-kawan ternyata siska itu anak miskin, dan dia telah menipu kita selama ini” akibat perkataan Siska tersebut akhirnya satu sekolah membenci Putri, putripun merasa sedih dan ingin segera pulang. Sementara itu di rumah ayah Putri ingat bahwa hari ini adalah hari ulangtahun Putri, ayahnya lalu menulis sepucuk suran untuk putri “ Putri anaku selamat ulang tahun ya, semoga kamu sehat dan panjang umur, serta banyak rezkinya, amin. Ayah sekarang sedang mencari belut untuk kita makan malam nanti, jadi tunggu ayah ya nak.” Lalu ayah putri pun bergegas pergi ke sawah meskipun matahari sedang panas-panasnya. Setelah lama mencarai akhirnya seember belut berhasil di dipancing ayahnya.
Bell di sekolah terdengar, tandanya jam sekolah sudah usai. Putripun memikirkan apa yang tadi dialaminya di sekolah, saat melamun terdengar suara ayahnya memanggil “putri” dengan wajah gembira, tetapi Putri malah meneruskan dan tidak menghiraukannya, ayahnya pun menyebrang jalan untuk menemui putri, dengan senangnya ia berlari menuju anaknya itu tba tiba mobil berkecepatan tinggi menyerempet ayahnya, dan belut hasil pancingannya yang susah sekali didapat sekarang terlempar jauh ke jalanan, mendengar suara bising di belakangnya putri langsung membalikan badan untuk mengetahui apa yang terjadi. Putri terkejut karna melihat ayahnya berlumuran darah dipinggir jalan. Dengan tetesan air mata putripun menghampiri ayahnya dan ia berkata “ ayah, ayah, maafkan aku ayah karena aku selalu berbuat salah selama ini” kemudian warga datang untuk menolong ayahnya itu. Ayahnya pun dibawa ke rumah sakit, putripun menanyakan keadaan ayannya “ dok, bagaimana keadaan ayah saya?” dengan pipi yang dilumuri air mata. Lalu dokter menjawab “ ayh kamu keadaannya semakin membaik, dan sekarang dia hanya perlu istirahat”, putri bertanya lagu “ lalu saya harus membayar berapa untuk pengobatan ayah saya?” dokter menjawab “ untuk pengibatan ini biayanya Rp 5.000.000”, putri kaget dan tidak bisa bicara apapun. Sembari pulang ia memikirkan biaya pengobatan ayahnya itu, setelah sampai di rumahnya ia menemukan sebuah surat yang berisi “ Putri anaku selamat ulang tahun ya, semoga kamu sehat dan panjang umur, serta banyak rezkinya, amin. Ayah sekarang sedang mencari belut untuk kita makan malam nanti, jadi tunggu ayah ya nak.” Setelah membaca surat itu putri menangis sambil berdo’a “ ya tuhan tolonglah ayah ku, dan maafkanlah aku karena aku selalu bertingkah kelewatan kepada ayah ku “ putripun kelelahan dan langsung tidur.
Esoknya Putri pergi ke rumah sakit untuk menjenguk ayahnya. Setelah sampai di rungan ayahnya putri langsung menangis dan meminta maaf kepada ayahnya yang sedang tertidur, dan datanglah dokter yang memberitahukan kepada putri “ nak sekarang ayahmu sudah sehat dan bisa dibawa pulang, dan masalah pembayaran sudah ada yang membayarnya dan dia meminta maaf karna sudah mencelakai ayahnya” mendengar ucapan tersebut putri langsung menangis keras dan berterimaasih kepada dokternya.
Setelah dirumah putri meminta maaf kepada ayahnya, dan berjanji tidak akan berbuat seperti itu lagi. Setelah beberapa bulan kehidupan Putri menjadi indah seperti dulu. Putri mengambil sebuah pelajaran bahwa keluarga adalah harta yang paling mewah yang pernah iya punya.
