Part 1 Matematika

128 8 0
                                        

"Bu Vera datang... Bu Vera datang..." ucap segerombolan siswa.

Semua siswa menyiapkan buku Matematikanya, begitupun aku. Walaupun termasuk pembenci matematika karena berbagai alasan seperti ngantuk lah, malas lah, nggak paham lah dan alasan-alasan yang lain tetapi aku tetap mengikuti pelajaran satu ini.

Walaupun benci tapi anehnya aku malah mengambil jurusan yang berhubungan dengan pelajaran ini. Akuntansi, pelajaran dengan kunci balance itu kupilih dengan alasan ikut teman dan kakakku juga yang menyarankannya. Katanya, 'tenang aja akuntansi itu pake kalkulator kok, jadi gampang', itu yang diucapkan kakakku dulu. Dikiranya cuma pakai kalkulator gampang kan masih ada teori, emang  pakai kalkulator bisa?

"Selamat pagi anak anak!" sapa Bu Vera sambil masuk ke kelas.

"Pagi, Bu." jawab siswa serentak.

"Oke, hari ini kita melanjutkan bab kemarin yaitu Program Linear. Sudah siap?" tanya Bu Vera.

"Siap, Bu" jawab semua siswa.

Dan seperti biasa aku mengantuk, mataku sulit untuk terbuka lebar, aku berusaha menahan diriku untuk tidur hingga akhirnya pelajaran Matematika pun berakhir.

"Cukup untuk pelajaran hari ini, tugasnya silahkan kerjakan soal di buku halaman 8. Minggu depan dikumpulkan." tegas Bu Vera.

"PR lagi, Bu?" tanya salah seorang siswa.

"Iya, ini kan buat kebaikan kalian, biar tidak lupa pelajaran tadi."

Kegembiraan siswa berubah menjadi kekecewaan. Mengapa PR tak henti hentinya mendatangi kami? Apakah belum puas sekolah memulangkan kami sore-sore.

"Ya udahlah, kita jalanin dulu aja. Ini semua biar kita berlatih disiplin dan orang tua nggak sia-sia nyekolahin kita. Siapa tahu kita bisa sukses nanti." ucap Dita teman sebangku ku sekaligus motivator ku.

"Kalau sukses amin, tapi nggak gini juga kali. Pada nggak pengertian banget sih, apa mereka nggak tahu, kalo sehari aja PR kita udah berapa. Belum lagi tugas rumah kapan punya waktu bersama coba." curhatku.

"Udah gue bilangin jalanin aja dulu. Nggak usah ngeluh, mungkin Allah merencanakan hal yang indah dibalik semua ini." Dita memotivasiku.

"Iya... Iya..."

Bel istirahat berbunyi, siswa siswa berlarian menuju kantin mungkin karena pelajaran yang mendera perut-perut mereka sehingga mereka takut kehabisan makanan. Tidak dengan kelasku, yang mayoritas membawa bekal makanan dari rumah. Semua berkumpul dalam satu tempat membuat deretan. Kemudian kami saling berbagi. Dengan cara sederhana inilah kita bahagia.

***

Tak terasa jam istirahat pun berakhir. Semua kembali ke tempat duduk masing-masing, bukan untuk duduk tapi untuk mengambil kaos olahraga yang akan dipakai pada jam ini, jam olahraga.

Setelah semua siap, semua siswa berlari ke halaman depan. Disana guru olahraga kami, Pak Hadi sudah menunggu. Peluit yang dikalungkan di lehernya disempritkan, pertanda bahwa kita harus berkumpul.

"Silahkan kalian baris tiga berbanjar!" perintah Pak Hadi.

Semua siswa berdesak-desakan membuat barisan agar tidak mendapat bagian di ujung. Tak perlu waktu lama barisanpun tertata rapi.

"Selamat pagi anak-anak!" Ucap Pak Hadi.

"Pagi, Pak" jawab siswa-siswi kompak.

"Kali ini saya akan mempersilahkan kalian untuk olahraga keluar dari lingkungan sekolah. Mungkin kalian stress habis diajar Matematika."

"Bener banget, Pak" jawab sebagian siswa.

"Oke, untuk olahraganya adalah lari. Silahkan kalian lewat depan ini, lalu putar lewat sana, kemudian balik lagi ke sekolah ini." jelas Pak Hadi.

"Bagaimana, setuju? tanya Pak Hadi.

"Setuju banget, Pak," jawab siswa-siswi dengan senang hati.

"Silahkan dimulai sekarang."

Semua siswa berlari. Aku melangkahkan kakiku dan perlahan lahan berlari bersamaan dengan Dita, Rara, dan Kiki. Mereka semua adalah teman terdekatku. Dita adalah teman yang kujumpai waktu sekolah di SMK ini. Sedangkan Rara dan Kiki adalah temanku dari SMP. Aku berlari berdampingan dengan Dita sedangkan Rara berdampingan dengan Kiki.

Dalam perjalanan aku dan Dita hanya lari sebentar lalu jalan biasa, itu-itu saja sampai-sampai kita ketinggalan teman-teman yang lain. Kira-kira tiga puluh menit, akhirnya aku sampai pada finish. Teman-teman bilang jika kecepatan lari tadi dinilai. What? Aku nggak tahu, soalnya Pak Hadi tidak memberitahu. Jika aku tahu pasti aku lari dengan cepat. Emang ya, kalau nyesel tuh adanya dibelakang.

__________

Short and flat? Ya, soalnya ini baru permulaan nanti kalo udah banyak part bakalan belok-belok dan diusahain agak panjang.

Because it's my first story so aku butuh comment nya. Dan maafin juga jika cerita tidak menarik dikarenakan saya masih pemula. Sekian.

Oya, Don't forget to vote.

📚675 words📚

Just Walk FirstWhere stories live. Discover now