flash back

144 10 3
                                        


Ketika kau masih muda dan ada seseorang yang dapat tersenyum cerah seperti langit pada mu apakah kau percaya?, sampai sekarang aku masih tidak membayangkan nya karna kebersama kita memiliki pengalaman banyak.

.
.
.
***
.
.
.

Aku yang baru berangkat sekolah pagi ini sedikit terburu-buru karana mendapat pesan dari temanku jika kepala sekolah ingin bertemu denganku pagi ini. Akupun bergegas untuk membalas nya. saat sedang asik mengetik, aku tidak sengaja menabrak seorang perempuan.

"maafkan aku" ucap ku sambil membungkuk dan segera melihat wajahnya yang ternyata adalah Kauren dan teman-temannya.

"apa kau buta?" salah satu teman Kauren mulai memojokkan ku.

"kau ingin pergi setelah menyakitinya?" teman-teman Kauren mulai mendorongku. Aku yakin sekali jika aku tidak menyakiti Kauren, kita hanya bertabrakan sedikit tidak sampai jatuh bahkan buku-buku yang aku pegang juga tidak berhamburan.

Kenapa mereka selalu membully ku. Aku laki-laki tapi memiliki mental seperti perempuan kadang aku merasa benci dengan diriku sendiri.

"maafkan aku, aku tidak memperhatikan jalan" aku meminta maaf kembali berharap mereka mau melepaskanku.

"bohong!" aku ingin beranjak pergi namun teman Kauren menarik tasku.

"kau ingin mati?" kali ini Kauren menarik baju sekolahku dan ingin menampar wajahku, namun suara yang tak asing datang menghampiri.

"hey manis..." kami semua menatap kearah sumber suara dan melihat dia sedang berjalan kearah kami lalu menyenderkan bahunya ke tembok sambil menyilangkan tangan di depan dada.

"ketika sedang marah, kau terlihat sangat cute" lanjut nya lagi.

Kauren yang mendapat tatapan dari dia langsung melepaskan ku dan bersikap seperti malu-malu.

"Taehyung-ah" Kauren dan teman-teman nya mulai mengabaikan ku, mereka semua terfocus pada pesona Taehyung membuat ku mudah untuk kabur.

Sebelum melarikan diri, aku mengucapkan kaliamat perpisahan pada Taehyung "mereka semua milik mu" tapi tanpa mengeluarkan suara dan aku tertawa kecil sambil berlari.

"hey...hey...hey.." Taehyung yang melihat ku lari langsung berteriak tapi tidak sampai membuat Kauren dan teman-teman nya mengejarku.

"yeah,, ini aku, ada apa?" Taehyung kembali focus pada Kauren.

"jangan pukirkan, ayo pergi" Kauren tidak bisa menahan malu pada Taehyung bahkan sekarang wajah nya selalu menunduk tidak berani mebatap mata elang milik Taehyung.

"gadis manis seharus nya bersikap baik" ucap Taehyung pada akhirnya sebelum Kauren dan teman-temannya benar-benar pergi.

Kauren yang mendengarnya tersipu malu, bagaimana tidak, Taehyung baru saja mengatakan bahwa ia manis tentu saja Kauren seperti melayang diudara mendapat pujian dari kapten basket di sekolahnya.

***

Bell istirahat telah berbunyi aku bergegas ke kantin untuk membeli minuman dingin lalu berjalan cepat untuk memberikan minuman yang telah kuberi pada penyelamat ku pagi tadi.

Aku memasukki kelas kembali dan langsung duduk di depan Taehyung.

"Terimakasih untuk itu" aku memberikan senyum terbaikku sambil meletakkan sebotol minuman di depan Taehyung.

Taehyung yang sedang membaca terlihat kaget dengan kedatanganku.

Sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengan Taehyung walau kita teman satu kelas, hanya saja ia sering menolongku saat Kauren dan teman-temannya menggangguku.

THAT'S TIMEWhere stories live. Discover now