Hari jum'at tidak ada kegiatan KBM ( kegiatan belajar mengajar ). Iyah karna dipondok ini sedang libur, tadi tadi pagi pukul 8.00 Oppam yang jagain meja piket karna untuk mengumumkan kalau ada santriwan dan santriwati yang di mudifah (Jenguk).
Hari yang ditunggu-tunggu itu adalah hari jumat, mereka yang dijenguk oleh ibu atau ayahnya yang lalu habis itu mereka makan bersama disaung.
Tidak dengan riana, menurut riana hari libur adalah hari menyedihkan tapi juga hari dimana bisa istirahat tidak ada gebrakan. Ya semua santri juga pasti berpikiran seperti itu mereka yang bosen denger suara gebrakan.
Semua anak kamar Fz3 yang sedang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, ada yang sedang bikin kata-kata mutiara yang nantinya akan di pajang dimading asrama santriwati ada juga yang sedang gambar animasi.
"Riana, kamu aja si yang gambar. Sayanya nggak bisa noh tuh jelek terus, kamu kan kalau gambar bagus" perintah karisaa sambil menyodorkan kertas hvs yang masi mulus
"Mau gambar apa emangnya?" ucap riana sambil beranjak dari kasurnya lalu mengambil kertas hvsnya Erlin menyodorkan kertasnya kepada Riana "Gambar apa ke gitu, yang penting animasi, terus juga diwarnain full color" Perintahnya lagi.
Riana melotot ke arah Erlin yang menyuruhnya menggabar dan mewarnainya juga "are u crazy. Udah gue yang gambar, gue juga yang warnain, lah yang lainnya pada ngapain?" ucap riana dengan nada kesel
"Yaudah geh biasa aja, yang lainnya si tuh ga nyadar lo disindir sama riana" ucap karisa dengan nada tinggi. "Iyah geh ri nggak usah nyindir gitu" lfah yang sejak tadi posisinya sedang tiduran sekarang menghampiri riana.
....
"Ri, kamu mau ikut gak?" ucap Ulva yang sedang menggunakan dalaman kerudung.
Riana yang sedari tadi menyender dilemari dengan malas-malasan menengok ke arah Ulva "Mau kemana?" ucap Riana
"Ke kantin" ucap ulva yang masi fokus menusuk jarum pentulnya ke kerudungnya
"Engga ah va, lagi males pake krudung besar kamu aja sana gih" ujar Riana
"Hmm. Yaudah geh ulva ke kantin dulu yah" ucap ulva lalu hilang dibalik pintu baru saja ulva mengajaknya untuk kekantin tidak lama ada seorang perempuan yang tiba-tiba saja muncul dipintu kamar Fz3.
"Rianaaaa......" teriak perempuan itu, membuat riana tersentak kaget
"Eh, iya ada apa mae?" Ucap riana dengan muka yang bertanya-tanya tumben banget maeira kekamarnya.
"Anterin maeira yu ri, maeira mau kewarung bu mut" ucap maeira
Ibu mutia itu adalah walikelas anak kelas 4 Smk. Dia juga ibu angkatnya riana dipondok entah lah riana seperti di perlakukan beda dengan murid beliau yang lainnya.
"Mau ngapain? Riana lagi males banget keluar kamar sumpah aja, tadi aja riana tuh diajak..."
Belum selesai berbicara yayang sudah motong pembicaraannya.
"Ayo geh ri, cepetan maeira tunggu pokoknya di sini" Paksaan maeira membuat riana mau nggak mau harus ikut ke kantin walau dalam hatinya dia sangat males untuk bersalin baju dan menggunakan krudungnya yang sangat besar itu.
"Udah nih ayo mae" Ucap Riana sambil memakai sendalnya lalu mereka berjalan ke arah kantin
......
"Ibu mae mau beli nasi kuningnya pake ayam ya bu" ucap mae ibu mut yang sedang fokus dengan masakannya menoleh kesumber suara
"Iyah tapi tunggu ya mae, ayamnya baru digoreng, riana mau beli apa? Nasi uduk? Atau nasi kuning? Ada usus nih rianakan suka banget sama usus." ucap bu mut
"Riana mau pesen nasi putih sama usus aja deh bu" ucap riana lalu duduk di bangku yang berukuran sedang.
YOU ARE READING
Perjalanan Anak Pondok Pesantren ( Slow update)
RomanceWarninggg!!! Follow dulu sebelum baca Kamu tahu? Menjadi seorang santriwati sangat lah menyenangkan. Ya!! Riana menikmati rasanya menjadi seorang santriwati, tapi semuanya na'as sudah karna perlakuan senior dipondok yang senonohnya yg tidak mau mend...
