MinYoon : Minimarket

297 18 1
                                        

A Fanfiction with char
Park Jimin x Min Yoongi/Yoonji

Disclaimer:
Bangtan belong to BigHit

Members belong to their parents, themself and army 😂

I'm in: luv! All chaptet belong to me, myself, and I

Main cast:
Park Jimin
X
Min Yoongi a.k.a Min Yoonji

Warning:
Typo's everywhere
Plot klise
Indonesian!AU
Top!Jimin x Fem!Yoongi

Don't like? Don't read 😽


Malam yang cerah penuh bintang, nampaklah seorang pria berusia dua puluhan bertubuh tak begitu tinggi namun proporsional tengah berjalan menyusuri trotoar jalan. Park Jimin tengah menyusuri trotoar jalan yang mengarah pada kosan tercinta. Wajahnya bak tak punya semangat hidup, kuyu, pucat dan suram. Inginnya sih pesan taksi saja tadi dari kantor, namun apa daya akhir bulan begini keuangan sudah menipis! Ojek online? Hpnya doi yang punya logo buah kegigit itu gak ada kuota! Maka jadilah pria berambut nyentrik ini lebih memilih untuk naik angkot saja, yang hanya bisa mengantarnya sampai didepan jalan besar, jadilah sekarang dia berjalan kaki menuju kosnya. Rambut pink-oranyenya nampak bergoyang tersapu angin malam, apalagi sekarang sudah mulai masuk kemarau, angin malamnya cukup kuat untuk membuat tubuh terbentuk dibalik kemeja tipis baby-bluenya bergidik kedinginan.

'Kryukkk'
"Uh.. " Jimin meringis mendengar cacing-cacing diperutnya yang mulai berdemo.
Setelah bergerak beberapa langkah sembari menimbang-nimbang antara isi dompet dan kebutuhan perut, pria denga surai merah jambu itu akhirnya memilih untuk membelokkan langkah kakinya menuju sebuah minimarket yang berjarak hanya beberapa meter lagi dari kosnya.

"Selamat datang di BangtanMart." Sebuah suara lembut menyapu pendengarannya, membuat pria berwajah manis tapi tampan itu memalingkan wajah kearah asal suara.
Langkah Jimin terhenti didepan pintu manakala ia memalingkan wajah kearah asal suara, dimana ternyata suara lembut nan merdu itu berasal dari sesosok objek manis yang berdiri dibelakang meja kasir. Objek manis itu hanya berdiri diam,  wajahnya datar tanpa ada setuhan manis-manis dari sesimpul senyuman,  namun bagi Jimin terlihat sangat imut dan menyejukkan.

"Mas jadi mau masuk gak? Jangan ngalangin jalan." Si manis berambut sebahu sekali lagi bersuara, wajahnya masih sama datar.

Jimin yang sadar dengan posisinya salah sebab menghalangi jalan akhirnya hanya memberikan sebuah cengiran kepada si manis dibalik meja kasir,

"Habis mbaknya cantik banget sih, kan saya jadi terpesona." Ucapnya kemudian sambil berjalan pindah posisi dari depan pintu, tidak lupa dengan senyum se-kece mungkin yang dilempar pada si manis dibalik meja kasir.

Sayang seribu sayang walaupun Jimin sudah pasang senyum seribu watt, sepertinya si manis memilih untuk tak menghiraukan. Terbukti dari si manis yang kini lebih memilih untuk berbalik badan dan membenarkan susunan rak rokok yang tepat dibelakangnya tadi.

Merasa tak dihirau, Jimin memilih untuk berjalan menuju deretan rak makanan cepat saji. Tapi ini bukan berarti Jimin akan menyerah pada si manis non-ekspresi, maaf saja dia sudah Jimin tandai.

Jimin melihat rak berisi deretan mie instan, goreng dan kuah dengan aneka rasa, mulai dari rasa mie goreng biasa, hingga sambak rica-rica bahkan rasa laksa. Jimin mengamati dengan teliti label harga yang tertempel. membaca dengan seksama, memilih yang tetap sesuai dengan selera, dan dompet tak tersiksa. Setelah lebih dari lima menit berdiri didepan rak mie instan, dengan perhitungan dan pertimbangan yang matang, Jimin akhirnya membuat pilihan. Padahal cuma memilih makanan, tapi ribetnya sudah seperti memilih pasangan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 03, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

I'm in LUV! [KookV & MinYoon Series]Stories to obsess over. Discover now