Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

PROLOG

35 5 2
                                        

Ku lintasi lorong sekolah bersama adara. Kami sedang berjalan menuju kantin sambil bercerita tentang guru fisika Killer yang mengajar kelas kami.

"Gila yaa itu guru gak ngotak. Masa kita di kasih tugas 200 soal fisika dan besok harus di kumpulin. Dia mau bikin jari gua berotot apa!!" Omel dara sambil mengibaskan kertas di depan wajahnya.

Aku mengangkat sebelah alisku sambil menoyor kepalanya "lebay" kataku. Dara mendelik kesal kepadaku "lu tuh yaa gk bisa ngeetiin banget perasaan gua. DASAR SAHABAT GAK PEKAA" balas dara di samping telingaku.

Aku tak mebalas ucapan dara tadi dan terus melanjutkan perjalananku menuju kantin.

Di tengah perjalanan, 3 orang senior berjalan dari arah yang berlawanan. Satu diantara mereka melempar senyum kearahku. Sebenarnya, aku tak mengenal senior itu. Namun, sebagai formalitas, aku membalas senyuman miliknya.

Tak terasa aku dan dara sudah sampai di kantin. Kami berdua langsung memesan makanan dan minuman.

------------------------------------------------------

Jariku terasa pegal setelah mengerjakan tugas fisika. Aku berjalan gontai ke atas kasur dan mengambil hp di sampingku.

Kubuka aplikasi line dan ternyata sudah ada 763 chat dari grup kelas.

Rika:jari gua gede sebelah ahhhhh.

Dio: di rumah gua ada 7 tukang urut buat ngurut jari gua.

Vira: guys kayaknya ini hari terakhir gua di dunia ini yaa, gua uda gak kuat ngadepin cobaan ini.

Kiki: iraa jangan pergiiii, kalo kamu pergi babang kiki sama siapaaaaa.....

Vira: kiki ini uda saatnya kita berpisah. Kamu harus cari yang lebih baik dari aku. Mungkin kita bukan jodoh. Dadahhhhh

Kiki: iraa jangaannn. Bangun iraa, kita masih bisa hadepin ini bareng bareng. IRAAAAA..!!!!!

Acha:ehh, artis korea yang ganteng banget itu siapa deh namanya gua lupa..

Kiki:ganggu gua aja lu njir...

Ito:itoalwaysguantengzzzmuachh

Acha: najis ito

Dira: najis ito(2)

Bima: najis ito(3)

Dian: najis ito(5688)

Fikri: bacot

Dian: ihh serah gua dong. Sewot amat luu

Fikri: dihhh, keluar gih lu dari grup ini.

Dian: siapa lo nyuruh-nyuruh gua keluar!

Dan bla bla bla begitulah isi chat grup kelas yang gak jelas. Kuletakan hpku di atas perut. Ku pejamkan mataku perlahan sambil membayangkan kejadian di lorong sekolah tadi.

Lamunanku buyar oleh getaran hp.ternyata ada notifikasi sms. Tumben ada yang sms suara dalam hatiku menyuarakan rasa penasaranku.

Segera kubuka sms yang ternyata dari nomor tak di kenal.

0876457xxxxx
Hai :)

Aku bingung melihat pesan yang masuk. Terlebih lagi aku tak mengenali pengirimnya.

Me
Hai, siapa yaa?

Tak sampai 5 menit masuk lah sebuah pesan.

0876457xxxxx
Aku rio..

Rio? Aku tak merasa memiliki teman bernama rio.

Me
Rio?

Dan masuklah notifikasi sms kembali.

0876457xxxxx
Yang tadi pas di lorong kita ketemu..

Aku membelalakkan mataku. Terkejut jika ternyata yang sms itu....

------------------------------------------------------

Akhirnya selesaiii. Makasi banyak mutii  @Tsumiki-nyan yang udah bener bener ngajarin aku. Bahkan dia uda mau ngoreksi teks cerita akuu. Dan makasi atas 2 jam telfonannya besok kita telfonan lagi okayyyy.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 04, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ShirinStories to obsess over. Discover now