Meet

138 3 0
                                        

"kenapa harus menunggu waktu kalau cepat lebih baik"

"Pagi xerin, apakah tidur mu menyenangkan "ucap wanita yang berambut coklat dan bermata biru kepada seekor kucing

meong terdengar suara kucing itu mengeong sambil menjilati bulu nya dia menuju dapur dengan mata yang setengah terpejam lalu mengambil segelas air dan meneguk nya yang langsung di kaget kan dengan suara handphone

"halo dengan ayinda di sini"jawab wanita yang bernama lengkap ayinda putri hendra, dan kelihatan dia mengangguk sambil menjawab "ya saya akan datang pagi ini juga trimakasih" dan dia tidak dapat menahan lagi senyum nya dengan segera dia mandi dan memakai kemeja biru laut dengan rok span warna hitam rambut di ikat satu ke atas dan sedikit make up tipis dia tak menyangka akan secepat ini tapi apa boleh buat dia harus segera pergi untuk melanjutkan rencana yang sudah tersimpan di memory otak nya

"sempurna" kata nya sambil menatap pantulan diri nya di kaca dan langsung menaiki mobil BMW nya yang berwarna putih ke LCompany sempurna yang di maksudnya bukan tentang penampilan tapi kata sempurna itu merupakan mantra buat nya supaya meyakinkan dirinya bahwa hari ini adalah hari yang akan sempurna

***

ayinda pov

aku langsung jalan ke arah resepsionis
"permisi miss saya tadi di hubungi untuk datang ke sini"

"apakah anda Ms.Ayinda ? " tanya wanita kemeja putih rok biru yang ada di balik meja resepsionis dan masih tersenyum ramah kepadanya dan mengatakan akan mengantarkan nya kepada HRD nya sendiri

setelah naik ke lantai 23 aku di suguhkan dengan ruangan yang di dominasi warna abu abu dengan seorang wanita yang umur nya ku perkirakan masih 28 tahunan menggunakan kemeja pink rok putih dengan high heels warna pink memegang beberapa berkas dengan kaca mata nya yang bertengger di depan matanya saat menyadari kedatangan ku dia langsung menaikan kaca mata nya ke atas kepalanya

"selamat bergabung dengan kami di LC Company Ms.Ayinda anda akan di tempatkan dibagian manager " kata seorang wanita yang bernama nita yang ku ketahui dari name tag nya
"senang bisa bergabung juga miss"jawab ku masih dengan senyum ramah ku kemudian dia keluar dan aku mengikuti nya dari belakang ternyata dia akan menunjukan ruangan ku. Ruangan nya menurutku cukup nyaman buat ku ruangan ini di dominasi warna coklat muda dan warna putih di sudut ruangan terdapat pot bunga di dekatnya terdapat sofa panjang dan sebuah meja di sudut lain nya terdapat meja yang berisi ornamen ornamen pesawat , ontel , mobil dan berbagai bentuk kendara lainnya dan yang pastinya terdapat meja untuk nya bekerja

"okelah sekarang kau akan ku kenal kan dengan anggota mu dan ini ruangan mu "kata nita setelah melihatku selesai mengamati ruangan ini kami pun turun ke lantai yang persis di kami dan nita pun mulai mengenal kan aku kepada yang lain nya sebenarnya jika bukan karna satu atau hal lainnya aku tak akan mau bekerja di sini tapi aku harus. Setah selesai perkenalan aku kembali ke ruangan ku

"hm aku harus bekerja keras untuk hari ini "gumam ku dalam hati dan langsung tengelam dalam surat pekerjaan yang menumpuk karna bagian maneger nya sudah lama kosong

***


author pov

"ayo kita makan bersama sambil membuatmu makin akrab dengan yang lainnya"kata nita dan aku baru sadar akan hal itu karna sangkin banyak nya pekerjaan yang terbengkalai
"ya nit tunggu bentar aku mau ke toilet dulu ya kamu nunggu di lobby aja" yang di balas anggukan oleh nita sepanjang jalan ke toilet banyak mata yang menatap tajam dan lapar bagaimana tidak tubuh tinggi dan langsing , rambut blonde , mata hitam karna soft lense, kulit putih dan wajah dengan atau tanpa make up tetap cantik. Dia lebih cocok jadi model dari pada wanita kantoran. Sebenarnya dari kecil dia sudah terbiasa jadi pusat perhatian tapi mengingat dia hanya manusia biasa kenapa harus di istimewakan. Tiba tiba datang seseorang melewati jalan yang inda lewati tadi dari arah yang sama , dia tidak mendengar bisikan itu lagi dan lebih parahnya semua menunduk
apakah mungkin dia ceo nya tapi katanya diakan lagi rapat di luar kota, ah iya aku mengingat wajahnya di internet itu dia. Gotcha batin inda

setelah dari toilet dia langsung ke lobby dan pergi makan. Ternyata kantor ini memiliki restoran sendiri kami pun makan banyak terjadi canda gurau tapi ada salah satu karyawan yang terus menatap ku dan hanya ku balas senyum karna bagaimana pun aku harus bersikap ramah jika tidak akan mengundang curiga nanti nya
"

aku Joseph aku asisten ceo" kata karyawan yang mulai tadi menatapnya
"Aku ayinda atau biasa di panggil inda aku maneger baru disini aku harap aku tak akan mengecewakan perusahaan ini"sambil membalas jabat tangan si Joseph aku fikir dia bisa menjadi alat untuk mengetahui tentang sang ceo
"lain waktu kita harus berbicara ya seperti nya kita memiliki kecocokan aku harus pergi dulu aku baru mendapat pesan kata nya ceo kita baru pulang dari rapat dan harus pergi lagi" kana Joseph dan pergi meninggalkan inda dengan teman teman nya yang lain

setelah jam pulang pun tiba dia pun berjalan menyusuri trotoar dan masuk ke sebuah restoran dan langsung duduk di tempat nya biasa yang dekat kaca yang langsung di suguh kan keramaian yang membuatnya agak risih karna terlalu ribut.

"Apakah kau sudah lama di sini?"kata seorang lelaki yang berperawakan tinggi , kulit sawo matang seperti kebanyakan orang indonesia serta dagu runcing dan bisa di bilang dia bukan asli orang Indonesia yang di ketauhi dengan mata yang berwarna biru ya memang dia adalah campuran Indonesia-Amerika-Italia suatu campuran yang tidak biasa
"Belum baru sebentar kak"jawab Ayinda yah memang tadi itu adalah kakak nya Ayinda yaitu Rico Putra Hendra sungguh ayinda sudah sangat rindu dengan kakak nya ini dan ia pun memeluknya dalam pelukannya kakak nya bertanya
"apakah kau sudah bertemu dengan nya ?"
"belum katanya dia lagi di lagi rapat di luar kota jadi gak ada deh" inda pun melepas pelukan nya walaupun ia sudah melihat sang target tapi itu belum bisa di katakan pertemuan yang sesungguhnya
"Ya udah kamu makan atau gimana ?"

"gak kak aku pulang aja lagi pula aku cuma mau jumpa kakak karna dah rindu aja lagi pula kakak mau jumpa kak sophia di sini kan ? Lebih baik aku pergi aja dari pada jadi nyamuk" kata inda dengan cengiran nya dan pergi mengambil tas nya dan mengecup pipi kakak nya dan pergi meninggalkan kakaknya dia pun masih harus berangkat lagi ke suatu tempat untuk mengambil sesuatu akhirnya dia berhenti di depan sebuah restoran italia dan tampak seseorang dengan pakaian koki sedang berdiri di dekat jalan raya
"ini ada laporan hasil dari restoran, berkas berkas yang harus di tanda tangani serta berkas dari wily" kata sang koki laki laki yang di ketahui nama nya dari baju nya adalah Ben currten
"aku akan ke singapura lusa kau mau kirim salam tidak kepada sharon?"kata inda sambil menatap Ben dengan tatapan menggoda dan sedikit cengiran. Jika mengingat Ben dan Sharon membuat dia akan tertawa bagaimana tidak Ben akan selalu di kejar sharon padahal Ben sudah terlalu sering menolak Sharon tapi namanya cinta di beri ular akan di anggap coklat di beri kalajengking akan di anggap kalung cinta buta yang terus terjadi dari generasi ke generasi berikutnya.
"tidak perlu aku balik dulu ya kamu hati hati jangan ngebut banyakin minum air putih kamu kayak nya kurang air mineral"kata ben sambil mengacak acak kepala Inda. Inda pun pulang ke apartemen nya dia tersenyum sendiri mengingat perlakuan semua temannya dalam hati inda berkata andai saja mereka tau apa pekerjaan ku sebebarnya jangankan mengacak rambut ku seperti tadi menatap mata ku saja mereka tak akan berani.

Biar awan berhembus
Tapi jangan kau ikut
Biar kau menangis
Tapi aku yang tersakiti
Jangan menangis sedih
Menangis lah bahagia
Kau bahagia aku bahagia
Tapi jika aku sedih
Apakah kau ikut sedih??
Ku harap jangan
Biar aku menjadi angin
Yang selalu ada di sisi
Tapi tidak menggangu
Aku berharap ini indah
Aku berharap lebih baik
Jangan menunggu ku
Jika kau mencintai ku
Datang lah pada ku
Aku juga mencintai mu

***---------anita---------***

#vote nya jangan lupa biar lanjut kita

Don't Take Long To See YouStories to obsess over. Discover now