*1* Arrival the nightmare.

59 4 3
                                        

Namaku Joe.L.Wilver
Aku siswa kelas 3 SMA
Kehidupan remajaku awalnya biasa saja malah bisa dibilang membosankan,ya..itu sebelum bencana mengerikan ini datang.

Saat ini aku dan ketiga temanku berada di trotoar jalan yang sudah porak poranda. Mobil dan motor terparkir sembarangan di tengah jalan karena ditinggal pemiliknya.

" apa masih jauh Joe? ".

"sebentar lagi Rome". Jawabku

Aku perkenalkan ketiga temanku ini. Cowok yang berambut cepak hitam yang tadi bertanya bernama Romelo Hansea,lalu disebelahnya cowok berbadan besar berkacamata itu adalah David Drymorer teman sekelasnya. Mereka berdua adalah juniorku kelas satu. Lalu yang terakhir adalah teman sekelasku Ray Falriza memiliki tubuh yang tinggi diantara kami juga cowok terpopuler disekolah. Dia berambut hitam bergaya undercut sebelumnya kami berempat terjebak disekolah yang mengerikan.

                  Flashback

1 Hari sebelumnya...

"Joe tolong ambilkan selotip".

"baik".

Toni selaku ketua kelasku sedang menempelkan karton hitam dipintu kelas kami. Dia menyuruhku untuk mengambil selotip yang berada di meja guru dekat papan tulis. Aku berjalan ke meja itu lalu menarik laci dibawah meja guru mencari selotip didalamnya.

"yah gak ada ton".

"beneran? ".

"iya" aku memeriksa kembali kedalam laci dan tidak kutemukan satupun selotip disini. Hanya ada penghapus papan dan 3 spidol.

"kalau begitu coba pinjam dikelas sebelah saja".

"oke"

Aku menjawabnya singkat  berjalan keluar dari kelasku menuju kelas disebelahnya yaitu [3-A]

"permisi". Ucapku,ku geser pintu
kelas [3-A] pelan.

Dihadapanku temanku Ray sedang mengobrol bersana Rina Lestary, gadis blasteran(Korea-Amerika).  Kulit putih susu dan wajah korea bermata sipit berwarna hitam, hidungnya mancung. Dia mempunyai rambut lurus panjang sebahu berwarna coklat tua. Rina dia gadis yang Ramah dan baik kepada siapapun,tidak salah jika banyak siswa suka kepadanya termasuk aku dan Ray.

"oi,Ray,Ina" panggilku sambil berjalan menghampiri mereka berdua.

"boleh aku pinjam selotip? Kelasku kehabisan nih".

"jangan,jangan dikasih". Celetuk Ray

"aku tak berbicara dengan kau Ray" ucapku kesal

Bukannya Rina yang menjawab malahan Ray. Yang membuatku kesal adalah apa-apaan dia ini disaat semuanya sibuk membuat dekorasi kelas untuk cara Festival sekolah besok,dia malah berada disini. Sekolahku besok akan mengadakan festival sekolah dimana sekolahku mengadakan pameran punya untuk ditunjukkan kepada semua orang. Lalu setiap kelas dianjurkan untuk berpartisipasi dalam acara seperti kelasku yang mengusulkan membuat cafe.

"kau ngapain disini? ".

"mainlah". Jawabnya enteng seakan ia tidak ingat apa yang sedang kelasnya lakukan.

Sad DayOpowieści tętniące życiem. Odkryj je teraz