Namaku Savira Amanda. Umurku 16 tahun, beberapa bulan lagi akan menginjak 17 tahun. Aku sangat senang dengan dunia fotografi. Seakan kehidupanku akan hambar tanpa suara jepretan dari kameraku.
Aku mulai tertarik dengan dunia ini sejak seseorang mengenalkanku. Lelaki yang baru saja aku ketahui namanya. Ia berhasil membuatku kagum. Alhasil, dahulu, setiap malam, aku selalu meminjam kamera ponsel ibuku dan memotret langit malam yang dihiasi bintang berkelap-kelip disana.
Hasilnya aku simpan dan besoknya aku akan meminjam ponselnya lagi untuk mencetaknya. Tak lupa, aku menempelkannya di buku album yang tengah aku pegang ini setelah seseorang memberikannya padaku.
Buku album itu berukuran tak terlalu besar, tetapi tebal. Beratus-ratus halaman, sepertinya. Berwarna cream berpadu dengan cokelat. Dan pita kecil menghias salah satu ujung sampul buku album ini.
Senyumku pun tertarik.
Buku album ini sangat berharga buatku.
Karena berkat album ini, aku jadi tahu banyak tentang kehidupan.
[.]
YOU ARE READING
Photograph Diary
Short StoryMenyebalkan. Itu yang pertama kali ku ucapkan kala bertemu denganmu. Sosok yang kesehariannya terus mengalungi kamera, seakan tanpanya kamu tak bisa apa-apa. Namun, berkat kamera itu, kita pernah menjadi amplop dan perangko. Kita pernah menjadi dua...
