Stary_Alette
Genre: Family, Comedy, Hurt comfort
Warning : Ceritanya gaje, Don't Like Don't Read
.
.
.
Happy reading
.
.
Tubuh pemuda itu masih terpaku didepan pintunya sambil menatap horor sesosok bocah laki-laki berumur sekitar empat tahunan. Pemuda yang berperawakan bak Photomodel yang memiliki tatapan tajam setajam silet, golok, clurit dan kawan-kawannya itu. Mendelik pada bocah yang masih memandanginya (sok) polos. Bocah yang ia anggap bocah ingusan titisan setan yang sekaligus adalah adik kandungnya sendiri.
Well, bukan tanpa alasan dia menyebut adiknya begitu. Ingatannya masih segar tentang kejadian menyebalkan yang terjadi minggu lalu. Ketika adiknya datang mengunjungi apartemennya, dan sukses membuatnya badmood selama 3 hari. Dan jangan tanyakan kejadian apa yang terjadi. Karena dia masih kesal mengungkit-ngungkit hal itu.
Ingatannya kembali berputar ke tiga puluh menit yang lalu. Saat dia yang berencana menikmati Weekendnya dengan bersantai dan bermalas-malasan di apartemennya harus pupus. Ketika sang ibu yang tiba-tiba datang berkunjung dan menitipkan sang adik dengan berdalih ingin mengikuti perawatan kecantikan bersama ibu-ibu arisannya.
Dan tanpa menunggu persetujuan sang empu dengan seenak jidatnya ibunya melenggang pergi begitu saja. Setelah memberi wejangan singkatnya.
'Yang akur ya'
Hhhh....
Pemuda itu_yang memiliki nama lengkap Niko Atmaji Bima Damayantari Atmojoyokerto, serius namanya sepanjang itu, jangan tanyakan kenapa namanya seperti itu, hanya kedua orang tuanya dan Tuhan saja yang tahu. Jangankan kalian yang baru membacanya, si empu pemilik nama saja sudah gumoh, apalagi ketika dia sedang mengisi ujian. Lama brooh, cuma untuk mengisi kolom nama doang.
Oleh karena itu dia memilih untuk disapa dengan nama Iko saja. Karena menurut nya itu nama yang singkat dan terdengar lebih keren. Back to topic jadi kemudian pemuda yang akrab disapa Iko itu menghela napas kasar sambil menutupi wajahnya dengan telapak kanannya. Sekilas dia melirik tuyul kecil didepannya_begitu julukan yang sering di gunakan Iko untuk adik badungnya_lewat sela-sela jarinya.
Melihat paras bocah manis yang nakalnya Naudzubillah itu. Lihat saja tampang polosnya itu, sebentar lagi dia pasti_
"Kak, ngapain masih dili di situ telus? ke cambet cetan ya?"
_berulah
"Awas, kak. Minggil-minggil. Uno mau masuk. Kakak ngapain cih dili di situ, tahu gak cih kalo Uno pegel dili telus"
See? baru juga dibilang. Uno masuk dengan mendorong kasar _sebisa dia, yang nyatanya gak kuat kuat amet_ tubuh Iko dengan tangan mungilnya dan langsung masuk sesuka hati ke apartemen Iko.
Dengan adanya bocah ini pasti rencana weekendnya akan berantakan. Padahal jarang-jarang Iko mendapat Weekend tanpa adanya tugas kuliah dan kerjaan yang menumpuk.
Hhhh....
Selamat tinggal weekendnya yang indah.......
Selamat tinggal waktu bersantai......
Iko ingin mati saja......
.
.
.
.
*Setelah beberapa waktu meratapi hidupnya didepan pintu*
.
.
.
Kesan yang pertama kali Iko lihat di ruang tamunya adalah berantakan_sangat berantakan. Padahal dia tidak terlalu lama meninggalkan adiknya.
ASTAGANAGA!.
Iko melotot horor melihat pemandangan ruang tamunya yang seperti habis baru saja di terjang badai Katrina.
Lihat saja semua makanan yang bertebaran di mana-mana layaknya kemenyan yang di tabur di kuburan.
KAMU SEDANG MEMBACA
With Baby Brother For One day
General FictionRencana Weekend tenangnya yang damai hancur ketika tuyul mulai menyerang dan menginvasi apartemennya. Iko, cowok keren plus kece yang kelimpungan mengurusi adik kecilnya, dimulai ketika sang ibunya tersayang mendadak muncul di depan pintu apartemenn...
