1.PERTAMA

17 3 0
                                        

"Cinta itu dinamis,karna lo gak bisa ngerasain bahagia terus di dalamnya"
                          🌼🌼🌼

Asap rokok mengepul keluar dari hembusan nafas Tiara.Satu tangan nya memegang sebuah handphone yang masih terus berdering sejak tadi.Untuk kesekian kalinya ia memencet tombol merah pada layar,lagi lagi handphonenya berdering kembali   karna merasa risih kali ini Tiara mengangkat telephone itu                               

"Hei bisakah kau tidak menggangguku hah?" Tiara berbicara sangat kencang sampai terdengar ke penjuru ruangan.

"Hei nona, aku tidak tuli! Kau dimana? Kau membuatku khawatir" terdengar suara pria di dalam handphone.

"Yaampun kau ini,aku sudah besar.Dan kau tidak berhak tau aku sedang berada dimana?dengan siapapun aku? Kau ini hanya seorang lelaki yang baru saja kenal denganku"

"Oh begitu, apa salahnya kan jika aku mengkhawatirkan mu, apa kau tak ingat pertama kali kita bertemu,kau sangat memprihatinkan .Jika tak ada aku di situh pasti kau sudah mati membeku kedinganan terlalu lama mengenai hujan."

Flashback on
Ya waktu itu cuaca sangat tidak baik, hampir setiap hari hujan turun membasahi kota kecil ini
Tiara memasuki sebuah club malam di kota itu,menurutnya mabuk adalah cara menghilangkan masalah yang baik untuknya, jika ia meminum semua masalah yang ia bebani akan terlupakan walaupun sesaat ,tetapi itu membuatnya sedikit tenang.
"Tequila satu lagi bram"ujarnya pada salah satu bartender yang ada disana, Tiara mengenal bartender itu,karena ia sering berkunjung ke club ini dan menjadi akrab kepada bartender di club ini.
"Astaga!tak pernah aku menemukan wanita sekuat kau Ra,kau sudah meminum hampir 12 gelas"
Ucap Bram,sambil memberikan satu gelas kecil lagi tequila pada tiara.

"Bram aku pamit ya, dah hehe" ucap Tiara sambil melambaikan tangan nya dengan mimik seorang yang sedang mabuk.
Ia terus berjalan walaupun hujan begitu lebat, ia menghiraukan taxi yang begitu banyak melewatinya,ia terus berjalan sambil memegang kepalanya yang sudah mulai pusing
BRUK! Ia terjatuh namun masih sadar
Tiba tiba ada yang memegang tangannya
"Hei kau tidak apa apa kan nona?ini sudah malam,tidak baik jika wanita sendirian berjalan di tempat sepi seperti ini"ucap pria itu tak lain adalah Edgar
Tiara tak menjawab,ia masih terus memegang kepalanya,ia merasakan seperti melayang dan terbang

UEEE!! Ia tak sengaja muntah di depan pria itu ,tiba tiba Tiara jatuh pingsan.

"Arrrghh, aku dimana?"ucap Tiara sambil memegang kepalanya di saat terbangun dari tidurnya.
Ia melihat sekelilingnya,ternyata sebuah kamar yang sangat megah dengan tembok berwarna abu abu terang,terlihat sangat elegan.

"Wah sudah bangun kau,aku sudah siapkan sarapan untukmu"

"Mengapa aku bisa berada disini?"

"Semalam kau pingsan nona,aku menemukan mu di pinggir jalan.Untung ada aku jika tidak kau sudah di perkosa oleh preman,tenang saja aku tidak apa apakan kamu aku semalam tidur di sofa.Kau sangat bau alkohol semalam,apa kau mabuk?"

"Terimakasih, aku mau pulang! Aku tidak bisa berlama lama disini ,dan mau aku mabuk atau pun tidak itu bukan urusanmu!kau ini terlalu banyak tanya!membuatku risih"
Tiara mengambil kardigan nya di sofa lalu meninggalkan pria itu di dalam.

"Pria itu,membuatku jengkel."batinnya kesal.

"Hei Nona! Kau sangat tak sopan yah! Seenaknya begitu saja meninggalkan rumahku."

"Kau ini maunya apa?"

"Ku antarkan kau pulang ya nona,tak baik aku takut kau seperti semalam"

"Tak usah aku tak ingin merepotkan"

"Tidak merepotkan ko"

"Tak usah ya tak usah"

"Oke no problem, bolehkah aku meminta no tlpn mu?"

"Untuk apa?"

"Tidak hanya ingin menyimpan saja"

"Oke "
Tiara mengetikan no telephone nya di handphone pria itu.lalu memberikan handphone pria itu dan meninggalkannya  pamit.

Flashback off.

"jadi kau tak iklas menolong ku? Kau ini maunya apa ?"

"Aku ingin lebih dekat dengan kau"

Tiara tidak bisa mempercayai seorang lelaki lagi, bahkan ia sudah 4 bulan sendiri
Terakhir kalinya ia berpacaran dengan Rio,namun cintanya di khianati lagi dengan kesekian kalinya

"Apa tidak ada lelaki yang baik tuhan? Apa semua lelaki seperti ini?mengapa kau ciptakan hati jika untuk di patahkan?
Aku lelah,aku lelah untuk terus di sakiti.Sudah wajar untuk usia ku yang menginjak 18 tahun untuk berharap ada seseorang yang bisa memperlakukanku teramat istimewa sampai selamanya,seseorang yang bisa membuat hari hariku bahagia"
Batin tiara

"Hei apa kau dengar?" Tiba tiba suara handphone mengagetkan lamunannya.

"Kau ini membuatku sangat kesal ya, Hemm aku beritahu ya saat ini aku tidak membutuhkan siapapun Teman,pacar,sahabat aku tidak butuh!aku lelah"

"Kau ini jutek sekali, kalau kau seperti itu jika kau kesusahan tidak ada yang ingin membantumu,aku hanya ingin menjadi temanmu atau mungkin bisa jadi kakakmu"

"Kau ini sangat cerewet sekali, oke oke aku terima kau menjadi temanku"

"Yes,yuhuuu . Bisakah kita bertemu esok nona?"

"Panggil saja aku Tiara ?kau siapa namanya? Bertemu untuk apa?"
Masih dengan nada jutek

"Oh nama yang sangat bagus, aku Edgar vernando.Kau ini bodoh! Sudah ku bilang aku ingin lebih dekat menjadi teman,apa kau tak ngerti ngerti?"

"Oh ya ya ya aku ngerti,oke jam berapa?"

"Akan aku beritahumu di pesan nanti"

"Yasudah,aku tutup telephonmu ya aku sibuk!"

Belum sempat edgar menjawab,tiara sudah mematikan telephonenya

"Pria sangat cerewet yang pernah aku temui"
Ucapnya sambil menghisap rokok yang sudah mengecil.

Dert dert
Ia mengecek handphonenya ternyata pesan dari Edgar.

Edgar vernando
Jangan lupa besok jam 10 pagi,jika sore aku tidak bisa karna ada meeting di kantorku

Tiara
Oke!

Edgar vernando
Jutek ! Yasudah selamat bertemu esok tiara.selamat malam

Tiara tak membalas pesan nya karena rasa kantuk yang sedari tadi ia tahan,ia simpan handphone itu di meja dan lalu merebahkan tubuhnya di kasur.

I'm not a bad womenHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora