...
Aku merasa lelah. Padahal belum masuk musim panas, tetapi teriknya mentari hari ini sungguh membuat ku ingin berendam disebuah kolam yang dipenuhi balok es. Sesekali aku mengusap peluh ku dengan punggung tangan kanan sembari melihat para pegawai yang berlalu lalang. Yah dibilang pegawai pun juga bukan.
Sebetulnya, hari ini gedung B kami yang terletak di sebuah distrik X sedang mengadakan peluasan wilayah. Dan aku, tangan kanan "Ayah" yang sedang memiliki waktu senggang mau tidak mau harus mengawasi orang-orang dengan helm kontruksi ini ditempat proyek.
Tugasku hanya melihat kinerja mereka dan mengoreksi apabila ada data atau sesuatu yang salah, tetapi aku merasa posisi ini jauh lebih melelahkan dibanding mereka yang melakukan kerja fisik. Sekali lagi, akupun mengusap keringat ku di dahi dengan telapak tangan, lalu melihat ke arah jam tangan berwarna emas ku dengan sebuah ukiran merk label yang terkenal.
pukul 12.20
Dimana Youngmin hyung? Bukannya kami harus bergantian berjaga saat jam makan siang?
...
Sudahlah. Aku tahu tidak ada seorangpun di tempat ini yang bisa di andalkan kecuali diriku sendiri.
Tidak lama mengumpulkan perhatian para pekerja itu dengan cara bertepuk tangan.
"Kalian bisa meninggalkan tugas kalian sejenak dan silakan beristirahat. Aku harap kinerja kalian meningkat setelah makan siang." Anggukan datang dari mereka yang tengah beraktivitas dan tanpa mengambil banyak waktu mereka langsung meninggalkan lokasi.
Aku sendiripun mengambil tempat duduk di sebuah tenda di dalam tempat kontruksi sambil bersandar dan menghela napas panjang.
Sudah sepi. Para pekerja tadi keluar untuk beristirahat di gedung kecil sebelah yang telah disiapkan untuk mereka melepas penat dan beristirahat. Akupun membuka satu kancing baju ku dan membiarkan dada ku sedikit terekspos. Bulir bulir kecil keringat terlihat cukup jelas di bagian leher. Salahkan cuaca hari ini.
"Sepertinya kau lelah sekali." Sebuah suara tiba-tiba datang dari arah belakang dan itu cukup mengejutkan. Aku bangkit dari sandaran ku untuk menoleh ke sumber tersebut.
"..Daehwi?"
"Kenapa? Kau tidak menyangka aku akan berada disini?" Pria yang mempunyai postur tubuh lebih kecil dariku itu langsung mengambil sebuah kursi dan duduk tepat di sebelahku, dengan kedua tangannya ia letakkan diatas paha.
Sungguh manis.
Tapi aku tidak menjawab pertanyaan nya.
Aku lebih memilih untuk kembali bersandar pada kursi kayu yang sedang aku tempati.
"Kau tidak makan?"
Sekali lagi ia bertanya dan aku tidak menjawab. Aku sedang tidak mood untuk melakukan interaksi hari itu. Bisa jadi karena aku lelah. Yah bisa juga karena aku memang tidak ingin menemui siapa-siapa.
Pemuda dengan tubuh kecil itu menyodorkan kotak makan dan air minum kecil berisi sesuatu berwarna kecoklatan.
"Apa ini?"
"Sandwich dan kopi. Aku sengaja membuatnya tadi pagi."
"Aku tidak lapar."
"Tidak apa-apa, makanlah kalau lapar nanti."
Hening.
Tidak ada lagi percakapan yang berarti karena aku lebih memilih untuk menjawab seadanya dan kembali merujuk dalam diam. Pada dasarnya aku memang tidak suka berbincang dengan orang lain. Mengganggu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Endangered
Fiksi Umum"Kau tidak merasa bahwa kau sedang dimanfaatkan?" "Aku tidak menemukan masalah dengan itu, asal kita bisa terus bersama."
