This is me!

491 12 0
                                        

FANI POV

milshake vanila dan kursi pantai yang nyaman. menemaniku ditengah hembusan semilir angin seminyak, bali.

"lil, elo udah pesen meja dinner kita?"

.
.
.

"lil!?" lirikku "astagfirullah!!! nih bocah sampe melongo ngeliatin bule bugil gituh!"

"apaan sih fan?? lagian yang gitu-gitu mana ada di jawa!"

"eh... buset... kalau gitu mah elo ga usah balik ke rumah lagi. disini aja sampe mata loe buta!"

demi apa, gue sampe punya temen se-mesum ini. kalau pacar lily tau... gue jamin ga nanggung nanggung buat mutusin nih anak.

"napa sih loe fan? dari tadi sewot mulu?"

"eh.. dari tadi gue tuh nanya, elo.. udah pesen meja buat dinner kita?"

"masyaallah.... gue lupa!" ia segera beranjak dari kursinya "aduh! gue mau pesen dulu, keburu sunset nih...."

"ihh yaudah buruan sono!"
.
.
.

nikmatin sunset hari ini. aku rasa ini adalah hal yang paling aku suka disini. aku ingin ngerasain selama aku ada disini. sebelum mama papa ada dirumah. mungkin nyaris satu tahun mama papa pergi keluar pulau gara-gara pindah tugas. entah kejutan apa lagi yang mereka bawa kali ini.

dua tahun yang lalu mereka tiba-tiba mengirimkanku pergi ke lombok untuk ikut liburan bersama nenek selama 2 bulan. well, itu cukup menyenangkan tapi saat aku kembali kerumah mamaku tiba-tiba mengirimkanku peliharaan kucing persia untuk menemani kesepianku. yah... itulah keunikan dari orang tuaku.

"fan? fani!?"

"eh... kalya! ada apa?"

"loe ga mandi? udah sore nih... buruan yuk balik ke hotel"

"ya juga sih, btw mana si lily?"

"dia udah pesen tempat, sekarang dia udah dikamar. dia nyuruh gue manggil loe buat mandi"

"oh gitu..." ku lihat penampilan dia dari bawah ke atas "by the way... napa loe rapi banget, inikan cuman dinner biasa kita? napa pakai dress juga"

"ih.. gak pa pa kali, sekali-kali pakai gini, dari pada elo kemana-mana pakai kaos oblong mulu..."

"issh..."

nih bocah kalau perhatian kayak mak-mak... kalau dandan kayak tante-tante... tapi gak pa pa lah dari pada lily yang pikirannya mesum mulu...

*****

AUTHOR POV

"fan?" sapa lily melihat fani yang terdiam
.
.
.
"fan? are you okay?" sentuhan tangan kalya memecahkan lamunan fani

"eh!.... oh.. ya! no problem" jawab fani menyengir

"lagi mikirin apa fan?" perhatian lily dengan penuh tanda tanya

"oh enggak kok cuman nikmatin suasana bali... lagian hal apa yang harus gue pikirin? ya kan!?" ucap fani dengan spontan

"oh... jadi gitu.." sambung lily "ya.. sih ada benernya juga omongan loe, lagian emang ada yang harus dipikirin saat ini!? well, ini tuh liburan kita! jadi... let's have fun!!!" ajak lily dengan menyulangkan gelas minumannya

"yeah!" dengan menyulangkan gelas minuman mereka bertiga "cheeersss hahahaha" tawa mereka yang menghiasi sekeliling meja bundar mereka.
.
.
.

"guys..." sapa kalya membuat fani dan lily memusat padanya

"loe pernah ga sih berharap bisa akrab sama orang yang loe suka? bisa nyapa dia, bisa main sama dia, ngelakuin hal yang asik sama dia..." pertanyaan kalya mebuat fani dan lily saling melirik tanda saling bertanya

"em... ya... gue akuin, dulu gue juga ngerasa gitu... tapi setelah gue berusaha untuk akrab eh.. malah gue dapat temennya..." ungkap lily dengan jujur

"jadi loe ga suka sama pacar loe?" tanya kalya penuh tanya

lily hanya menganggukan kepalanya

"pantesan aja matanya masih keluyuran ngeliatin yang bugil-bugil gituh!" ucap fani dengan spontan

"ih... gini-gini masih setia gue..." sangga lily

"kalau loe fan, loe pernah ga ngerasa gitu?" tanya kalya

"em... belum kal, suka sama cowok aja gue gatau rasanya" jawab fani dengan polos

jawaban fani membuat kalya semakin murung

"huft... emang susah ya... cinta bertepuk sebelah tangan" keluh lily
.
.
.

tiba-tiba mata fani mebelalak seketika. saat melihat beberapa perempuan lainnya berjalan menyusuri sela-sela jalan di antara meja cafe itu. bagaimana tidak terpesona olehnya, penampilan mereka begitu stylish, ditambah paras mereka yang begitu cantik. suara hentakan highheels mereka bagaikan membangunkan mata orang-orang saat itu untuk melihat pesona mereka termasuk kalya dan lily.

"whoa, tuh cewek pervect banget!" ucap fani spontan

"cantik, modis dan pasti kaya.." takjub lily

para perempuan itu melewati meja mereka bertiga. langkah mereka membuat pandangan fani, lily dan kalya tak lepas dari para perempuan itu dan pada akhirnya perempuan itu berhenti disuatu meja cafe yang dipenuhi para lelaki keren.

"coba aja... kita kayak cewek-cewek itu, pasti cowok yang kita suka bakal suka sama kita!" ucap kalya percaya diri

"hm.. apa daya kita cuman cewek biasa yang ga ada apa-apanya dibanding mereka..."lesuh lily

"ya sih... aku ga ada apa- apanya dibanding mereka. emang ga ada yang menarik dari diri aku dan yang jelas ga ada juga yang bisa aku pamerin yang aku punya... it's not pervect and it's so... bad!" gumam fani

"hey napa murung!?" tanya fani "kita tuh ga harus jadi pervect. gue yakin! pasti ada cowok yang mau sama kalian, so.. is not problem guys, come on! kita habiskan malam ini dengan bahagia!!!" bujuk fani dengan semangat. merekapun mulai menyunggikan senyumnya.

"maaf, mungkin aku ga bisa membantu masalah kalian terutama tentang asmara. tapi aku bakal berusaha membuat kalian bahagia. honestly, aku ingin tau rasanya jatuh cinta seperti yang kalian rasakan.." gumam fani

"mungkin, asmaraku ga seperti yang aku bayangkan, memilikimu. tapi persahabatanku lebih dari yang kuimpikan. aku tak masalah bila mendapatkan cinta yang lain, nanti aku akan belajar mencintainya. tapi aku sangat bermasalah jika aku mendapatkan persahabatan lain karena, aku tau bahwa ga semua persahabatan seindah yang kupunya..." gumam lily

"dear love, mungkin yang aku mau ga bakal keturutan. memang kuakui cintaku yang terlalu berharap. sampai kapanpun harapan ini tetap ada... tapi ketahuilah... bahwa ada cintaku yang lain yang lebih berharga.. yaitu kalian, sahabatku... aku tak memiliki harapan padanya. kau tahu kenapa? dan akupun juga tak membutuhkan harapan walaupun ada, kau tahu kenapa pula? karena semuanya sudah ada disini..." gumam kalya

mereka saling bertatapan dengan menebarkan senyum manisnya dalam diam. bagi mereka malam ini, ditanah Bali ini menjadi saksi malam terindah untuk persahabatan mereka...

*****

makasih untuk para readers yang udah baca cerita ini...
maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan...
cerita ini berdasarkan imajinasi dari penulis, jika ada suatu kesamaan adalah suatu kebetulan.
btw, video yang diatas adalah gambaran dari pantai seminyak.
yuk! vote, coment, and share

ONE'S HOME with MYPOPULAR SENIORHistórias para pegar e não largar. Descubra agora