🌈Tentang Fatamorgana🌈

87 7 2
                                        


Orang yang tepat tidak selalu datang dengan cepat. begitu katanya.

Pertemuan yang tidak disengaja, tatapan yang tidak direncanakan, menghasilkan degupan jantung yang tidak terduga. begitulah rumus yang aku tangkap saat pertama kali melihat sosok dengan perawakan tegap dan berisi.

Entah siapa, tapi aku sedikit tertarik untuk mengenalnya.

Memang yaa pertemuan tidak seperti cuaca yang dapat diprediksi, hingga aku mengenalnya, dan menghasilkan kedekatan yang begitu menyenangkan.
Namun waktu terus berjalan, terasa begitu cepat. satu menit satu jam semua terasa sama, seperti detik yang cepat berubah. Memang, semua akan terasa cepat jika dinikmati dengan penuh kebahagiaan.

Hingga akhirnya hampa, tidak ada kepastian, semua berjalan seperti air mengalir, sekilas seperti menyenangkan tapi tidak tahu ujungnya akan kemana, akan ke sungai atau ke laut, bahagia atau duka. entah.

Ternyata kita hanya sebentar, rasa datang dan menguap begitu saja hanya aromanya yang tertanam dihati.

Aku kira terus mencintaimu sehangat mentari pagi, ternyata tidak. Terus mencintaimu sama saja seperti menggenggam pecahan kaca.


Kenyataan itu seketika menjadi seperti ilusi yang hanya aku ciptakan sendiri. tidak sejalan, tidak seirama bahkan hanya akan menghasilkan kecewa. Ya, kecewa. Itu saja.


"Jangan ngarep yang jauh, yang deket ajalah. siapa tau dia bisa bikin kamu bahagia." kata mama

Kita gak bisa milih akan jatuh cinta sama siapa. begitu katanya, kata pepatah bukan kata mama.

Kadang kita selalu terobsesi akan keindahan senja yang sesaat, selalu riang dengan adanya bintang dimalam yang gelap sepi. ingin seperti matahari yang selalu mencintai bumi dari jauh. Lupa dengan udara, dia tidak tergenggam namun selalu ada. bukan begitu?

Mungkin itu juga yang aku rasakan, selalu mengharapkan kebahagiaan yang terlalu indah dan jauh. padahal semua tergantung kita,
akan menikmati malam yang gelap dengan apa. Bersama mimpi yang kita rekayasa atau bersama doa-doa yang kita pinta. Coba saja.

Ternyata bukan kamu, tapi dia yang selalu mencintaiku dengan cara yang berbeda.
"Tidak perlu selalu terlihat, tapi tepat. rahasia saja yang penting bikin lo bahagia." kata dia.

Orang yang mencintai kita bisa jadi ada disekitar kita dengan bertopeng sahabat atau teman bahkan musuh. Andai aku menyadarinya lebih cepat agar bisa mencintai dia lebih lama. Tapi tak apa, aku tetap bahagia.

Dan aku harap ini nyata, bukan ilusi atau fatamorgana.

Dibalik FatamorganaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang