Aku itu cowok. Biarkanlah aku yang mengejarmu. Biarkan aku yang memperjuangkanmu.
****
Keano memandang gerbang sekolah yang bertuliskan SMA Nusa Bangsa dengan celingak-celinguk melihat kondisi di sekitar sekolah apakah aman untuk dia masuk ke dalam. Karena cowok itu telat masuk sekolah sudah hampir 15 menit.
Motto Keano, "Nakal boleh, bego jangan! Kejarlah mimpimu walaupun kenakalan melekat dalam dirimu, selagi masih dalam batas wajar!" Motto itu tetap dia songsong paling depan. Kalau dia bego nanti siapa yang mempin anak serta istrinya kelak? Diakan nanti juga akan menjadi kepala keluarga yang baik.
Kemudian sekali loncat dan hap. Tembok tinggi yang berada di sekolah SMA Nusa Bangsa itu berhasil ditaklukan oleh seorang laki-laki berbadan atletis yang ditutupi oleh kemeja seragamnya. Kini dia telah berhasil menjangkau puncak tembok sekolah. Sesekali dia melihat kanan kiri, apakah situasi di sekitar situ sudah aman apa belum. Dirasa sudah aman Keano loncat ke bawah. Untungnya dia mendarat dengan mulus di sana.
"TELAT LAGI KEANO?!" Suara seseorang yang bertanya dari belakang punggung Keano dengan nada tajam, menusuk, serta menyiratkan ketegasan itu membuatnya memejamkan matanya sekaligus meringis pelan. Apakah dia ketahuan kali ini?
"Setan." Gumam Keano.
Keano melihat ke arah sampingnya, di sana sudah ada Bu Ismi yang berkacak pinggang sambil membawa sembilah penggaris panjang dan tebal yang kira-kira panjangnya 1 meter dengan tebal 3 centi meter.
Keano menelan ludahnya susah payah, mimpi apa dia semalam sampai bertemu dengan indukan badak tersebut? Tapi bukan Keano namanya kalau dia tidak berdrama dan mengelak sebisa mungkin.
"Saya pagi tadi tuh mencret-mencret Bu. Sama Mami saya disuruh istirahat di rumah tapi karena saya anaknya rajin ya saya masuklah." ucap Keano bangga.
"Tidak ada alasan lagi Keano! Kemarin kamu katanya telat gara-gara debat sama emak-emak naik motor. Sekarang tidak ada toleransi buat kamu! Cepat kamu pergi ke lapangan lalu hormat di sana!" suruh Bu Ismi ketus. Memang sih kemarin Keano itu telat karena ada emak-emak yang bawa motor sen kekanan tapi beloknya kekiri sungguh itu sangat menyebalkan. Terus Keano memberi tahu emak-emak itu eh dianya malah ngatain Keano, karena sudah salah ngeyel lagi dia langsung adu mulut di sana.
"Nggak maulah Bu, kan saya ada ulangan hari ini. Sia-sia dong saya belajarnya?!" sergah Keano.
Itu hanya alibi seorang Keano Alkenzo saja. Paling-paling dia di kelas hanya modal satu buku dan pulpen begalan saja. Dia di kelas itu pun hanya tiduran dan numpang ngadem saja. Karena berhubung kelasnya itu ada 2 air conditioner yang menyala dengan sejuk. Ah membayangkan itu saja Keano ingin cepat-cepat ke kelas dan tidur.
"Bu saya nanti pingsan gimana?!"
"KEANO!" teriak Bu Ismi.
"Ish iya-iya bu!" ucap Keano.
Cowok itu berdecak kesal. Mulai sekarang dia akan memasukkan guru itu kedalam black list rivalnya. Karena dengan tega guru itu menjemur dirinya dibawah tiang bendera yang cuacanya panas dan terik seperti di gurun pasir.
* * *
Keano yang sejak tadi menatap satu titik yang mengalihkan dunianya itu tersenyum miring. Hukumannya saja dia abaikan demi melihat gadis itu.
Tatapannya tertuju kepada gadis yang memakai kaos olahraga dengan peluh yang membasahi wajahnya.
"Siapa tuh namanya?" gumam Keano.
"Ehemm!" deheman itu membuat Keano menoleh kebelakang.
"Yang bener dong Keano!" ucap Bu Ismi.
"Ini udah paling bener Bu, Masyaallah. Biasanya tuh saya udah tiduran di bawah pohon." Jawab Keano dengan geraman pelannya.
"Kamu ini dibilangin guru ngelawan mulu. Nggak capek apa? Kamu masih kelas 10 ya Keano!" ujar Bu Ismi frutasi dengan salah sayu murid ajaibnya.
"Saya tahu Bu, maka dari itu saya nakalnya sekarang aja. Dari pada nanti kelas 12?" jawab Keano. Cowok itu memang benar-benar membuat darah tinggi siapa saja yang mencari gara-gara dengannya.
"Dari pada saya stroke! Mending kamu masuk kelas saja!" usir Bu Ismi dengan memijit pelipisnya yang terasa nyut-nyuttan akibat ulah dari Keano.
Keano tersenyum miring, "Nah gitu dong Bu. Btw nih ya bu jangan stroke." Bahkan dia sempat menasehati Bu Ismi.
Bu Ismi memincingkan matanya, "Kenapa memangnya?"
"Setruk itu berat bu. Lebih baik sebecak aja!" sehabis mengucapkan kalimat itu Keano berlari meninggalkan lapangan.
"KEANO ALKENZO ADITAMA!" geram Bu Ismi.
"Demen amat tuh guru teriak-teriak manggil nama gue." Gumam Keano dengan cekikikan tidak jelas.
***
Sequellnya TB is coming....
Gimana menurut kalian??
Btw Keano dibacanya Keno yaa 😂
YOU ARE READING
Perfect Struggle
RomanceSequel Troublemaker Boy Keano itu suka buat rusuh, suka balapan, suka bolos, suka melawan guru, dan suka sama Alea. Tapi dari semua sifat badnya, dia itu pintar. Alea itu nggak suka buat rusuh, anak baik-baik, nggak suka bolos, tertib sama tugas da...
