"woi,Alva!"
Laki-laki berkacamata itu menghentikan langkah kakinya karena mendengar suara seorang gadis dari belakangnya.
"apaan? "
"elah judes amat va, aku mau ngomong"balas gadis itu dengan nada selembut mungkin.
"lah itu lo kagak ngomong barusan? "tanya Alva dengan nada tertusuk.
"yaudah gini,aku mau undang kamu ke ulang tahun aku yang ke 18 besok malem, jam 8 ya,Va"gadis itu menyampaikan niatannya menghampiri Alva tadi.
"liat dulu. Udah itu doang? "lagi-lagi perkataan Alva menelusuk sampai dihulu hati Rani.Sebagai seorang laki-laki,tak seharusnya Alva berbicara seperti emak-emak pasar.
"iya, usahain dateng ya,Va"balas gadis itu dengan penuh harap agar Alva hadir pada pesta ulang tahunnya tersebut.
Namun yang didapat Rani hanya sia-sua.Belum sempat Alva menjawab pertanyannya,pemuda itu sudah duluan pergi menuju area kantin.
"semoga kamu dateng ya,Va"
YOU ARE READING
Alvabet
Teen Fiction"Karna bersamamu lukaku hilang, terbang dengan angin lalu kau gantikan dengan kebahagiaan." Ada yang datang saat yang lain menghilang. Ada yang hilang saat rasa sudah dapat dipastikan. Ada yang mencintai tapi takut diketahui dan sakit hati. Ada hidu...
