1. Shit! Dia kembali!

24 1 0
                                        

Menunggu seseorang selama bertahun tahun itu ga lucu
-Valen-

Selepas kegiatan MOS beberapa hari yang lalu, siswa yang baru memasuki kelas 10 diSMA Nusa Bangsa hari ini adalah hari penentuan kelas. Beberapa siswa baru berbondong-bondong menuju ke mading untuk melihat kelas yang akan ditempatinya itu.
'Yashhh.. sekelas sama si kampret again' ucap salah satu siswa pelaksana MOS beberapa hari yang lalu setelah melihat ke mading. Dengan ekspresi nya yang sangat datar, ia berjalan menuju kelas yang sudah di tentukan.

IPA1

Kelas begitu sunyi, senyap. Mungkin ini karena efek kelas baru, dan suasana baru. Disekitar kelas ini banyak bermacam macam siswa. Ada yang sedang tiduran dimeja yang paling pojok. Ada yang menebalkan make up dimeja paling belakang. Dan ada yang sedang baca buku, tentu saja di meja paling depan. Tidak ada yang mengobrol satu sama lain. Semuanya hening. . .

Keheningan itu luntur akibat datangnya seorang cewek yang tiba tiba masuk kelas dengan napas yang terengah-engah. Ia berdiri terlebih dahulu di pintu sambil mengatur nafasnya dan melihat sekitar kelas untuk mencari sahabatnya yang sekelas juga. Tepat. Pandangannya menemukan orang itu. Lalu menghampiri nya, dan yang di hampirinya itu hanya memasang wajah yang datar.

"syaa.. syaa.. lo harus tau satu hal yang emang bener bener lo harus tau banget!!" Tasya. orang yang tadi pagi ngedumel didepan mading.

"Apaan sih Len?" and Valen. orang yang dapat memecahkan keheningan dikelas ini.

"Lo inget kakak kelas yang waktu SMP yang namanya Rama, lo inget kann syaa?" Tanya Valen sambil menatap Tasya dengan tatapan menyelidik.

"Yeilehh si Rama. ingatlah. Lo tiap hari cerita tentang dia mulu ke gua" jawab Tasya dengan wajah yang masih saja datar.

"Oke oke.. lo tau ngga?"

"Ngga."

"Belum ngomong anjerrrr"

"Yaudah ngomong cepetann!" kesal Tasya.

"Dia sekolah di SMA yang bersebrangan sama SMA kita syaaa" teriakan Valen mampu membangunkan siswa yang sedari tadi tertidur pulas di meja pojok.

"Yaelah.. kirain gua udah matii tuh anak"

"TASYAAA!!" lagi lagi teriakan Valen sangat merugikan, membuat siswa yang lagi memakai lipstick malah kepeleset sampe ke pipi nyaa.

"Aneh gua.. orang cem dia masih bertahan hidup? Cihh" ucap Tasya membuat Valen semakin kesel.

"TA.." belum sempat Valen teriak, Tasya membekap mulut Valen.

"Ssssttttt... Udah ada 2 korban" bisik Tasya sebelum Valen menjadi buronan polisi karena teriakan nya itu. Valen hanya mengangguk mengerti.

"Btw.. Lo tau dari mana kalo dia sekolah di situ?" Tasya memandang wajah Valen dengan tatapan yang serius. Sedangkan yang di pandang ingin segera menjawab pertanyaan Tasya.

"Gua kan tadi pas pengen masuk gerbang sekolah, ehh tiba tiba gua liat diaa naik motor. Gua kira dia mau ke arah SMA ini eh taunya malah ke SMA onohh. tapi gapapa deh, bersebrangan inii. Btw.. dia nambah ganteng anjaay" Cerita Valen yang sangat antusias. Valen memang begitu, kalo cerita soal Rama. Bakal panjang.

What EverWhere stories live. Discover now