Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Chapter 1: Gadis Yang Tersi(k)sa

136 15 3
                                        

"Cinta tidak sesederhana apa yang otak kita baca. Kadang cinta rumit, mengarungi jalan yang berliku. Walau harus menghadang tragedi berdarah. Tapi Ia kan tetap bertahan"
         ----------

Gadis itu tertunduk lemah. Matanya tak bersinar lagi. Tetapi masih lekat menatap belati berukiran tanaman rambat dalam genggamannya, yang mana mata pisaunya masih terlihat tajam.
Sebulan sejak kejadian itu, Ia mengalami goncangan hati yang luar biasa parah. Tak pernah sebelumnya Ia berpikir akan mengalami kejadian tersebut. Ia dan teman-temannya tidak mengetahui sebelumnya bahwa mereka akan jadi target pembantaian. Ia melihat sendiri secara langsung kematian teman-temannya satu persatu. Dan kini, yang membuatnya tersiksa adalah, karena Ia yang terakhir, karena hanya Ia yang TERSISA.
Kadang Ia menyesali tindakan teman-temannya yang menghasutnya mengerdilkan hati Samuel, si pembantai. Ia menyesali tindakan teman-temannya tak pernah tidak membully, mengolok, mengejek, serta melecehkan Samuel, terlebih lagi puncaknya ketika terungkap Samuel menyukainya.
Perbuatan mereka yang kemudian membawa petaka. Mereka tak menyangka, Samuel; seorang target ejekan mereka, memiliki Dendam yang besar dan meluap-luap.
Ia lempar belati itu kelantai dengan kasar, sementara Ia masih saja meringkuk di sudut kamar. Ia tak ingin mati konyol dengan menebas pergelangan tangannya lewat belati pemberian Samuel itu. Ya, ada cara lain.
Sontak, Ia mendengar jeritan teman-temannya, bergema di ruang kamar, terdengar begitu perih dan menyakitkan. Ia tahu, teman-temannya ingin Ia mengikuti mereka ke Neraka, untuk menebus dosanya.
Ia lantas berdiri, mematung sejenak kemudian berjalan menuju beranda luar kamarnya. Ia memutarkenop pintu, membuka pintu, tak Ia acuhkan panggilan Samuel dari balik pintu kamarnya. Samuel terus mengetuk pintu kamarnya keras-keras dan menanyakan materu apa tadi yang terlempar. Nada suaranya terdengar cemas. Samuel yakin, tadi itu suara pisau yang terlempar. Dan Samuel takut Ia kenapa-kenapa.
Samuel kian cemas. Ia mulai menggedor pintu kamar gadia itu, minta di buka pintunya. Samuel menyuruh pembantu rumah itu mencari bantuan, sementara Ia akan mencoba mendobrak pintu itu, entah dari mana Ia dapat Energi untuk mendobraj pintu, padahal Ia kurang tidur dan istirahat. Matanya menggambarkan keletihan.
Gadis itu kian tuli, Ia malah tertawa renyah, merentangkan tangannya seakan dia akan terbang.
Gubrak.....
Pintu berhasil didobrak. Dengan sisa tenaganya, Samuel segera berlari menuju beranda yang terletak di luar kamar itu, yang mana berhadapan langsung dengan pekarangan rumah itu, berusaha mencegah gadis itu.
Namun Samuel terlambat beberapa detik. Gadis itu telah lebih dahulu menerjunkan diri.
Pujaan hati Samuel, matu seketika. Darah mengalir deras dari tubuh Gadis itu,melumuri lantai semen depan rumah.
Samuel menjerit pilu sekeras-kerasnya.
Gadis yang Ia cintai selama ini telah pergi ke neraka. Seketika Tubuh Samuel oleng dan akhirnya Ia  terbaring pingsan karena tubuhnya yang kelelahan.
       -------
Mengapa Samuel membunuh teman-teman dari Gadis itu? Dan Hampir Pula Merenggut Nyawa Gadis itu? Padahal Ia tampak seperti Mencintai dengan tulus Gadis itu, dan rela menjaganya sebulan belakangan sesudah tragedi itu? Siapa Samuel? Ada apa dibalik dirinya yang dingin itu? Seberapa banyak Rahasia Pada dirinya?

SADISCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang