Sasuke dan Sakura sudah menikah selama 1 tahun. Mereka menikah karena perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka. Sakura sangat bahagia mendengar berita itu, karena memang sejak lama ia menyukai senior disekolahnya itu. Sedangkan Sasuke, ia menolak mentah-mentah perjodohan ini karena ia telah memiliki kekasih. Kekasih Sasuke adalah sahabat dari Sakura, namun itu dulu saat mereka masih sekolah. Dulu Sasuke berlaku sangat baik padanya. Tapi sekarang, semenjak mereka telah terikat hubungan pernikahan Sasuke berubah menjadi dingin dan kasar. Dia selalu memperlakukan Sakura seperti seorang budak.
"Hei kau! Apa yang kau lakukan di kamar ku?!" tanya Sasuke dengan nada marah saat ia melihat Sakura berada di dalam kamarnya.
Sakura menundukkan kepalanya.
"A-aku ingin memanggil mu untuk makan malam." ucap Sakura takut.
"Sudah ku bilang jangan pernah memasuki tempat privasi ku dengan seenaknya saja!" bentak Sasuke.
"Ta-tadi aku sudah mengetuk pintu, tapi kau tidak menyahut, jadi aku memutuskan untuk masuk."
"Sekarang keluar dari kamar ku sebelum aku bertindak kasar padamu." geram Sasuke.
Sasuke turun dan langsung menuju keruang makan. Ia makan malam sendirian tanpa ada yang menemaninya. Itu juga atas kemauannya. Sasuke tidak ingin makan satu meja dengan Sakura. Karena setiap kali ia melihat Sakura, pemuda itu hanya melihat tatapan terluka dan kesedihan. Dia tidak ingin pertahanannya runtuh hanya dengan melihat tatapan matanya. Setelah Sasuke selesai makan, barulah Sakura makan malam. Selama menunggu Sasuke menyelesaikan makannya, ia hanya menangis dihalaman belakang. Selalu seperti itu, setiap hari. Tak jarang Sasuke melihat kejadian itu. Sakura pun membereskan meja makan, mengangkat piring ketempat cucian piring lalu mencucinya.
***
Mentari telah menampakkan wujudnya, burung-burung telah berkicauan dan orang orang juga telah beraktivitas. Perlahan lahan Sakura membuka kedua matanya. Matanya terasa lengket dan badannya juga terasa sakit. Ia baru teringat bahwa semalaman ia menangis. Sakura pun bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Di dalam kamar mandi, Sakura melihat pantulan dirinya dicermin. Mata yang membengkak, hidung merah dan rambut yang berantakan.
Tok.. tok.. tok..
Sakura yang telah selesai mandi membuka pintu kamarnya.
"Maaf, nyonya. Tuan muda memanggil anda." ucap seorang pelayan di rumah Sasuke.
"Baik. Sebentar lagi aku turun." jawab Sakura disertai senyuman manis.
Sakura kembali masuk ke kamarnya dan bercermin.
"Aku tak akan pernah menyerah. Sasuke suami ku, aku akan memperjuangkannya. Kau harus semangat Sakura." ucap Sakura sambil mengepalkan kedua tangannya dengan senyum semangatnya.
Ia pun turun menemui Sasuke yang berada di ruang makan sedang menikmati sarapannya.
"Pagi Sasuke," sapa Sakura ramah namun ia tak mendapat balasan darinya. Tak ingin ambil pusing Sakura pun duduk di sebelah Sasuke.
"Ada apa kau memanggilku?" tanya Sakura memecah keheningan.
Sasuke menyeruput kopinya, "Lusa, Karin akan datang dan menginap disini." bagaikan anak panah yang datang dan menusuknya, Sakura terpaku di tempatnya.
Bagaimana tidak, ia sangat terkejut. Sasuke mengatakan Karin, kekasihnya, akan berkunjung kesini. Dia tidak tau harus berbuat apa.
"Dan aku minta, kau tidak mengadukan hal ini pada kedua orang tua mu maupun kedua orang tua ku."
"Aku sudah selesai." Sasuke bangkit dan merapikan jas nya lalu pergi meninggalkan Sakura yang masih diam tak berkutik.
Suara deru mesin mobil terdengar menandakan Sasuke yang sudah pergi. Sakura termenung di duduknya memikirkan perkataan Sasuke beberapa saat lalu yang menusuk jantungnya.
"Tuhan tolong aku," batinnya menangis.
BẠN ĐANG ĐỌC
The Beginning of Happiness [OneShoot]
FanfictionSakura Haruno yang terjebak dalam pernikahan bersama dengan Sasuke Uchiha. Awalnya ia kira, pernikahan itu akan berawal dengan perkenalan diri lebih dalam lalu berlanjut dengan pendekatan dan berakhir dengan saling mencintai. Namun, ekspektasi tetap...
![The Beginning of Happiness [OneShoot]](https://img.wattpad.com/cover/111207767-64-k299127.jpg)