Accidentally Re(union)

75 8 0
                                        

"Sialan lo..." Billa Liana melempari pria di hadapannya kentang goreng dan ia dengan cepat berkelit.

"Suer, lo kelihatan beda banget Bil, dulu lo kelihatan kucel, kusem sekarang when you became a lawyer you look so different. Gue aja sampek nggak ngenalin lo tadi." ucap Oky jujur. Billa Liana saat ini memakai setelan Blazer formal berwarna abu-abu dan tanktop putih di dalamnya. Rok pensil ketat berwarna senada membalut pinggangnya.

Memang benar, Oky bertemu Billa Liana, teman sekelasnya sewaktu SMA tanpa sengaja di sebuah cafe yang asing baginya. Awalnya Oky berniat mampir di Cafe La Bella ini karena ia membutuhkan kopi. Maka ia memutuskan untuk menepikan mobilnya dan memarkirnya di halaman cafe ini. Ketika ia pertama kali memasuki Cafe itu ia dikejutkan dengan seorang wanita yang memanggil namanya.

Dan sekarang mereka ada ditempat ini, di salah satu ruangan outdoor cafe. Dibawah naungan pohon kamboja.

"Eww, gombal." Billa Liana mencibir.

"Yaelah Bil gak percaya amat sih lo, kalo lo manggil gue seperti 8 tahun lalu dengan dandanan kaos jersey kebesaran lo terus rambut lo nggak lo keriting keriting gini, oh iya tanpa make up juga, pasti gue akan langsung ngenalin lo." jelas Oky panjang lebar.

Billa Liana memutar matanya malas.

"Heh, Ki bagaimanapun gue tetep kece mau dulu mau sekarang, nggak ada bedanya. Buktinya aja lo tadi masih ngenalin gue." Sahut Billa Liana dengan percaya diri.

"Gimana gue nggak ngenalin lo, ketika tadi lo berdiri dari tempat lo duduk hampirin gue, gue langsung ngeh. Memangnya siapa lagi temen cewek Gue sewaktu SMA yang punya tinggi setara Magorzata Dydek*), yaa siapa lagi kalo buka elo Bil." Komentar Oky tertawa geli.

"Sialan lo, masak gue disama-samain sama Magorzata Dydek. Beda lah." Billa Liana berseru tidak suka.

"Why not?" Oky mencoba menghentikan tawanya, "Kalian kan sama-sama atlet, bedanya cuma lo atlet voli si Magorzata atlet basket. Yang penting sama-sama pegulat bola kan. Hahaha..." Oky tertawa dan Billa Liana melemparinya dengan kentang goreng lagi.

"Mantan atlet kali..." balas Billa Liana malas.

Oky Bimantara masih saja bertahan dengan tawanya.

"Ki, kalo lo masih ketawa nggak jelas kayak gitu, gue siram pakek jus jeruk ini baru tau rasa lo..." Billa Liana mengancam sembari memegang segelas jus jeruk di tangannya.

"Hahaha...ha..haaa." Oky berusaha menghentikan tawanya dan menormalkan deru nafasnya.

"Iye... Iye maap." Oky menghapus jejak air di sudut matanya, " Lah lo gak nge-job lagi? Masa lo udah hengkang dari voli? dulu aja waktu SMA lo bela-belain bolos cuma gara-gara ikut turnamen voli, masa lo berhenti gitu aja?" tanya Oky heran.

Billa Liana adalah pecinta olahraga, khususnya voli. Dan Billa Liana mendedikasikan hidupnya untuk pertandingan voli bahkan kadang-kadang gadis itu menomor satukan pertandingannya daripada jam masuk sekolah. Oky dan teman-temannya yang lain tahu juga mengenai hal itu.

"Dasar lu, gue SMA nggak pernah bolos. Gue ikut turnamen atau pertandingan voli juga dapet dispensasi sekolah, kalo nggak ada surat izinnya itu berarti gue mangkir alias bolos." Elak gadis itu dan hanya ditanggapi Oky dengan mengendikkan bahu.

"Terus kenapa lo hengkang dari dunia keatletan lo?" Oky bertanya sekali lagi.

"Yaa, gue nggak menarik diri gue secara keseluruhan dari Voli sih, yaa lo tahu giman susah dan ribetnya jadi pengacara kayak apa, gue harus memilih hobi atau profesi gue yang menyangkut kepentingan banyak pihak, so i should choose my profession. Tapi sebulan sekali gue kadang ikut event di club Voli." terang Billa Liana sambil menyesap jus jeruk di hadapannya.

Accidentally Re(union)Where stories live. Discover now