.
.
.
Perempuan itu terdengar sangat ketakutan suara petir disertai hujan yang sangat kuat semakin membuat perempuan itu meringkuk ketakutan sang ibu pun memeluk anaknya.
"sayang jangan takut ibu slalu bersamamu ibu pasti kembali"
Mimpi itu lagi... Suara pintu terbuka "non makanan sudah siap apakah non makan di kamar atau di ruang makan?"tanya bi sirna yang telah lama bekerja dirumah widya
"Ga usah bi biar widya aja yang datang kesitu.ehh.. Bi ayah udah berangkat ya ke kantor?" tanya widya kembali.
"Iya non, sepertinya tuan ada meeting dengan clien nya." jawab bi sirna.
"Ohh makasih ya bi, kalo kak juan?"ujar widya kesal
"keknya dia masih tidur, yudah ya non bibi mau kembali kerja dulu soalnya kerjaan saya udah numpuk." ucap bi sirna. " iya bi" widya pun pergi bergegas ke kamar mandi takut terlambat kesekolah, setelah berpakaian rapi dengan baju yang dikenakan untuk perlengkapan mos untuk hari pertama sekolah. widya turun kebawah karna kamarnya widya berada di lantai atas dia pun menuju ruang makan. Tak di sangka abangya sudah lebih dulu duduk dan sarapan, widya memberikan senyuman dan tak mendapat balasan apa-apa Dan selalu menganggap dirinya tidak ada."percuma" gumamnya pélan Dalam hati widya bergerutu kesal semenjak kepergian ibunya 3 tahun yang lalu dia memiliki sifat yang beda dari yang dulu dia jadi benci pada widya dan tidak tahu apa penyebab kakaknya tidak menyukainya, dia tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan ataupun menanyakan karna juan selalu mengabaikannya. Gue sama kak juan satu sekolahan meski gue satu sekolah sama kak juan gue sama sekali ga pernah diajak berangkat bareng.
"percuma punya abang kalo ga nganggap kehadiranku,mending gue aja yang diambil kenapa ibu yang pergi,munkin dengan kepergian ku bisa membuat kak juan kembali tertawa" tak sadar air matanya sudah keluar. "sabar wid..sabar" sambil mengelus dadanya. Dia mencoba kembali tersenyum. Mobil yang di tunggu pun datang, tidak menunggu lama ia langsung masuk dan segera supir menyalakkan mobil dan melaju kesekolah.
Di depan gerbang widya melihat beberapa peserta mos di hukum karena tidak mengenakan atribut lengkap. Widya kembali memeriksa seragamnya dan merasa sudah lengkap widya pun melangkahkan kakinya dan memasuki gerbang.
"kak.. Apa gue boleh masuk?" tanya widya polos.
Bukannya dijawab mereka hanya melotot i widya. Merasa kesal widya pun menambah volume suaranya "kak.. APA GUE BOLEH MASUK SEKARANG!!?" tanya widya kesal
"E..ehh.. Boleh bolehh segera menuju lapangan" ucap salah satu dari mereka gugup.
Saat berjalan menuju lapangan banyak melihat widya
"itu bule kesasar yaa" ucap salah satu cowo
"itu pasti oplas"ucap salah satu dari kumpulan2 para cewe - cewe dan widya yakin munkin itu ketua dari geng tersebut.
Tapi widya gak peduli dengan semua itu di tetap berjalan
"darimana aja lo, gue dah lama nunggu loh tapi ditunggu ga nongol-nongol" ucap cindy sahabat widya cerocos tanpa henti. Untung cindy datang setidaknya gue gak jalan sendirian.daripada dengarin ocehan dari cindy gue langsung narik cindy ke lapangan. Saat dilapangan kami pun di bariskan dan mendengarkan pengarahan dari ketua senior kami."tuh anak ganteng amat, keknya dia makan apa ya?" ujar salah satu peserta mos "tapi dengar-dengar dia ga suka dekat dekat sama cewe"ucap temannya kembali." cin lo tau nama tu anak yang ngomong di depan?" tanya widya sama cindy, " lo naksir ya sama dia.. Ciee sahabat gue akhirnya normal bisa suka sama cowo, tapi by the way anyway busway percuma lo dekatin dia soalnya tuh anak ga dak yang berani dekatin dia soalnya kalo ada sekalipun cewe yang berani dekatin dia bakal ditolak mentah mentah bahkan ngomong sama tu anak aja susah kek ngomong sama tembok aja tuh anak juga termasuk most wanted dan merupakan ketua dari gengnya yang terkenal itu dan elo pasti tau nama gengnya, dia juga salah satu badboy di sekolah kita cerocos cindy panjang lebar dan hanya mendapat Anggukan dari widya"gue cuma nanya namanya pea bukan sifat tuh anak!" ucap widya kesal. "ohh namanya itu jody "JOMBLO DI TINGGAL MATI" teriak cindy sambil tertawa sampe kedengaran ketua mos yang tidak lain jody itu sendiri " tuh dua orang yang di belakang kenapa teriak teriak kalian mau di hukum ya! masih adik kelas udah berani ngatain seniornya. Kalian dua maju kedepan." dengan rasa malu mereka maju kedepan " gara gara elo sih mulut kek kentongan" ujar widya kesal "sory wid gue kebawa suasana soalnya namanya itu kan aneh" kata cindy bersalah. " masih berani ngomong ya..dasar ga tau malu. jadi adek kelas aja udah pada melawan" potong jody ditengah tengah mereka berdua yang saling menyalahkan " cih.. Jadi senior aja udah songong kekmana kalo jadi presiden" gumam widya pelan dan masih kedengaran oleh jody sendiri. " "lo ngomong apa hah? tuh mulut ga bisa di kunci ya" ucap jody kesal. "yakali pintu bisa di kunci, ini mulut pak bukan pintu. Kalo nengok pak pake mata buka hidung karna mancung" jawab widya asal. Saking kesalnya melihat widya jody pun menghukum widya sama cindy "lo berdua sekarang bersiin semua toilet yang ada di sekolah ini kalo klian tidak mau jangan harap gue akan nyiksa klian selama klian jalanin mos, pada ngertikan!" tegas jody. "udah wid kita jalanin aja kalo kita lawan malah kita juga yang sengsara,gue ga mau punya urusan sama senior kita ntar hidup kita kelar gara cewe cewe senior kita pada galak galak"ucap cindy sambil menarik widya jauh dari hadapan jody. "pantas aja dia ga punya punya cewe sifat nya aja kek ta*" kata widya kesal. Jangan gitu wid lo aja sampe sekarang jomblo melulu ga cape apa sendiri melulu" sindir cindy." loh mala ngatain gue sekarang, udah ah cape kita bersihin aja yuk biar cepat siap." ujar widya antusias.widya dan cindy berlalu meninggalkan sekumpulan orang tersebut. Seteleh siap bersih bersih "cin kantin yuk gue lapar juga haus pengen minum" ucap widya ke cindy. "iyaa.. Gue juga keknya lapar. Kata cindy sekalin mereka berjalan menuju kantin. Sampenya di kantin mereka ngambil meja paling sudut yang berlawanan dengan meja jody dan kawan kawannya. "lo duduk disini ya gue mau ngambil makanan dulu, lo mau pesan apa?" tanya cindy. "Gue mesan soto aja tapi jangan pedas sama minumnya teh manis dingin aja." jawab widya "oke..sip" sambil berlalu meninggalkan widya. Saat widya menunggu cindy seseorang datang menghampirinya."kenalin nama gue harry" ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada widya. Karena widya masih bingung dan tidak mengulurkan kembali tangannya dan hanya mengatakan " nama gue widya" jawabnya ragu. "oh. Sory" ujar harry sambil menarik kembali tangannya. "gue dengar lo tadi berani lawan senior ya yang namanya jody?" Tanya harry. "iya emang kenapa?" tanya widya kembali. " ya gapapa cuman gue salut aja sama lo baru pertama ada cewe yang berani lawan dia pasalnya setiap cewe aja cuman nengoknya aja udah pada luluh semua" ucapnya panjang lebar.
Dan hanya mendapat anggukan dari widya.
.
.
.
.
.
.
.
.
========================================================
udah dulu yaa munkin awalnya pasaran udah sering di baca tapi ikuti aja dulu makin kebawah makin seru kok akan beda dari yang lain
Oke tapi jangan lupa ninggalin jejak nya yaa..
Sekian dulu salam dari bininya harry style. He he he he:D
Sekalian follow my ig yaa...
Lastarida_siantury
YOU ARE READING
My Name Is Widya
Teen FictionBisakah kita kembali seperti dulu? Disaat kau membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Aku rindu hal itu
