We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog.

20 1 0
                                        

Hope you like.

Flashback ~

" masuk Hanna-ya !"

   " Sshireo "

Aku adalah Hanna, waktu umurku 6 tahun aku sudah merasakan pahitnya berada di tengah-tengah orang tua yang tidak pernah Harmonis.

Appa ku yang menyukai minuman beralkohol dan eomma yang sering merasakan sakit hati karna perlakuan Appa padanya.

" kenapa Appa melakukan ini pada eomma eoh? " aku menangis dipangkuan eomma.

  
" Masuk Hanna! " Appa menyeret tanganku kasar.

" Hanna?! " panggil eomma ketakutan.

  " eomma? " teriakku yang perlahan menjauh dari eomma.

Tak kusangka Appa menyeretku sampai ke kamar.
Appa menyuruhku masuk dan mengunci pintunya dari luar.

" Appa! Jangan sakiti eomma! "

Selang 10menit lampu dikamar ku mati. Jhakkaman! Bukan hanya kamarku tapi rumah ini,  seluruh ruangan mati.

" eoh? Eomma aku takut!! "

Aku menangis dibelakang pintu, tangis ku semakin pecah ketika mendengar benda-benda terbanting dari luar kamar dan aku juga mendengar tangisan eomma tang yang begitu rapuh.

Esoknya,

Tanpa kusadari aku tertidur pulas di belakang pintu.

" eomma- "

Sejak kejadian tadi malam aku selalu teringat eomma.

Ku pikir pintu itu masih terkunci tapi tidak! Sekarang pintunya tidak terkunci.

" tapi kenapa tidak terkunci? Atau mungkin eomma? " ucapku sendirian.


Eomma POV

setelah melihat bajingan itu (ayah Hanna) kembali tapi tidak membawa Hanna, aku mulai terpikirkan anak itu.

' apa yang akan dia lakukan lagi? ' batinku.

Aku melihatnya berjalan kearah Saklar pusat listrik rumah dan seketika semua lampu mati.

' tuhan. Lindungi aku ' batinku mulai teriris.

" Perempuan SIALAN!!! " ucap suamiku, ani! Bajingan itu.

Aku mulai ketakutan. Kemudian dia menampar ku, melemparkan ku benda-benda rumah, tidak sampai situ bahkan dia mendorong ku hingga aku terhentak kearah tangga.

Setelah puas kemudian dia berbicara padaku dengan emosinya.

" KAU! KITA BERCERAI! "

" AKU AKAN MENGAMBIL HANNA SETELAH UMURNYA 20 "

" AKU DAN HANNA TIDAK MEMBUTUHKANMU! " balasku terisak.

Dia pun menyuruhku menandatangani surat perceraian itu dengan rasa sakit hatiku aku segera menandatangani surat itu.

Setelah menandatangani itu, dia segera keluar meninggalkanku.
Aku baru menyadari bahwa perkataannya barusan itu sunguh-sungguh.

" Hanna "

Dengan kaki yang sudah rapuh berjalan Aku menuju kamar Hanna.

Aku membuka pintunya, 
Melihat anak yang tertidur pulas di belakang pintu ini.

" Hanna " aku mulai menangis mengingat Hanna akan diambil alih ayahnya nanti.

" kumohon jangan tinggalkan aku Hanna "

Aku mengusap rambut halusnya, menghapus airmatanya yang tertinggal.

' aku tidak tahan lagi ya tuhan ' batinku.

Aku segera keluar meninggalkan gadis kecilku, dan berlari kemana pun kakiku ingin pergi.

Sampai kakiku terhenti didapur. Ketika ingin duduk di kursi meja makan, kakiku tidak tahan lagi sampai akhirnya aku terjatuh dilantai.

' PEREMPUAN SIALAN '
' KAU. KITA BERCERAI '
' AKU AKAN MENGAMBIL HANNA SETELAH UMURNYA 20 '

Airmataku selalu tumpah ketika mengingat kata-kata itu.

' jangan ambil gadis kecilku '

' jangan '

' kumohon jangan '

batinku selalu berseru seperti itu.
Rasa takut itu kembali datang.


HYUNRI POV

" eomma Neo Eodigya? "

Aku sudah mencari eomma ke seluruh ruangan, kecuali dapur.
Yah dapur mungkin eomma disitu.

Sampainya aku didapur, aku menemukan perempuan cantik itu tergeletak di lantai.

" eomma " aku panik dan berlari kearahnya.

Mendengar suaraku eomma terbangun dari tidurnya.

" eomma kau kenapa ? "

Aku ingin memeluk eomma tapi justru eomma mendorong tubuh kecilku.

" eomma aku takut "

Aku menangis didepannya tapi yang ku lihat dia hanya menunduk ketakutan.

Dia bukan eomma ku? Kenapa tingkahnya seperti orang tidak waras? Ada apa dengan eomma?


Flashback off ~






Gimana? Kalau readers nya sampai 50 aja. Aku janji bakal lanjut ff nya. Oke. 😂😂😙😂.

#Saranghae Chingubul💞

Penghibur Sejati [Jimin BTS ff ]Stories to obsess over. Discover now