Prologue

64.7K 2.1K 71
                                        

Hallo salam kenal
Ini cerita baru yang baru kemarin dapat inspirasi buat kisah badboy.

Semoga suka dengan cerita baru aku, happy reading! :-)

-----------------------------------------------------------

"Rasa kehilangan itu ada,  tapi sampai kapan kamu akan terus terpuruk? "

Kepulan asap pekat keluar dari mobil Mercedes Benz yang baru saja menabrak sebuah pohon besar di satu jalanan sepi yang dipenuhi pepohonan, 2 orang yang berada di dalam tak bisa terselamatkan. Tim Ambulan datang untuk mengotopsi mayat keduanya.

***

Tak jauh dari tempat itu terdengar suara teriakan seorang perempuan kira-kira berusia 16 tahun tengah tersungkur di atas tanah dengan deraian air mata,  tampak wajahnya yang dipenuhi luka akibat benturan kecelakaan yang dialami, tepat di sampingnya sosok laki-laki yang juga tengah menangis memeluk kedua lututnya sambil bersandar di belakang tembok dengan kondisi tak jauh beda. Beruntung keduanya dapat selamat dari kecelakaan itu.  Tidak untuk kedua orang tua mereka.

Polisi memastikan kecelakaan itu terjadi karena pengemudi yang lalai hingga menyebabkan kecelakaan.

"Papa, Mama , kenapa kalian ninggalin Sharen ma, pah!" isak perempuan bernama Sharen yang mampu  membendung air matanya, semua tumpah saat itu juga begitupun dengan laki-laki disebelahnya yang sama-sama merasakan kepedihan atas kecelakaan kedua orang tua mereka.

Kehilangan
adalah satu kata untuk mengungkapkan kau sudah
tak memilikinya lagi,
sesuatu yang tak akan kembali,
sesuatu yang sangat menyakitkan
saat kau sendiri hidup
di dunia ini.


***

Beberapa hari kemudian, 

"Kak Radith mau kemana?" tanya sharen saat melihat kakaknya Radith dengan menenteng dua tasnya dan hendak keluar dari rumahnya.

"Gue mau pergi" ketusnya kasar.
"Kak, aku ikut aku nggak mau sendiri disini?" Rajuknya memohon

RADITH AMARTA WIJAYA adalah kakak Sharen, mereka hanya terpaut 1 tahun

"Enggak! Gue nggak mau lo ikut
gue," bentaknya kasar.

"Terus nanti aku sama siapa, papa sama mama udah nggak ada," rengeknya kembali memohon.

Radith mendorong bahu sharen untuk menjauh darinya. ia melangkah tanpa mempedulikan Sharen yang menangis karena kepergianya.

"Lo pikir siapa yang nyebabin papa sama mama meninggal? Itu Elo!" tunjuk Radith menyalahkan semua pada Sharen dengan emosi.

"Lo dari awal cuma pembawa sial di keluarga ini, " bentaknya lagi.
Sharen hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan kasar dari kakaknya yang begitu tega mengatakan semua itu.

"Tapi kak, aku takut sendirian," mohonnya lagi.

"Gue nggak peduli, gue mau pergi dan lo nggak boleh ngikutin gue. Titik."

"Kak radith!" isaknya mengejar Radith yang semakin jauh keluar.

Namun sia-sia, Radith memasuki Taxi yang baru saja di pesannya dan langsung masuk ke dalam.

"Jalan pak!" 

Sharen masih berada diluar dan berusaha mengejar taxi yang ditumpangi Radith.

"Kak Radith jangan tinggalin sharen, Sharen takut sendirian disini," mohonnya mengetuk kaca jendela taxi itu berusaha mencegah kepergian Radith.

You are MINE [Completed]Histórias para pegar e não largar. Descubra agora