We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bila (Chapter 1)

39 4 1
                                        

Ramli terbangun dari tidur dan membuka mata dan melihat jam menunjukan pukul 07:30 ya Dia langsung beranjak dari kasur dan segera mandi (sial kesiangan batinnya).

Dia lalu menaiki motor vespa yang sudah dipanaskan oleh pak kadir supir keluarganya, kebetulan ayahnya belum berangkat ke kantor, memang Ramli adalah anak yang cukup berada tapi dia selalu menolak bila diantar kesekolah pakai mobil dia lebih baik berangkat sendiri dan memakai vespa peninggalan kakeknya.
"Mah kok gabangunin Ramli sih?kesiangan nih" ketus Ramli
"Lah kan mama udah gedor gedor pintu kamu tetep aja molor" jawab mama sambil mengerutkan dahi
"Yaudah Ramli berangkat dulu" pamitnya
"Iya hati hati awas jangan ngebut loh"
"Siap mah!" kata Ramli dengan mengacungkan jempol

Ramli pun berangkat menuju sekolah,sebenarnya sekolahnya  tidak terlalu jauh banyak jalan pintas menuju kesana tapi entah kenapa ada saja halangan untuk segera sampai kesekolah dari mulai isi bensin sampai macet karena motor penjual telur ayam jatuh dan telur telurnya tumpah dijalanan banyak orang membantu penjual itu aku ingin sih bantu penjual itu tapi apa dikata jam sekolah sebentar lagi jadi dia langsung tancap gas kesekolah sebenarnya Ramli tidak tega melihat tukang telur ayam itu tapi mau bagaimana lagi,setelah sampai ia  segera memakirkan sepeda motornya ditempat parkiran biasanya setelah selesai aku langsung bergegas ke kelas,terlihat gerbang mau ditutup
"Beh beh jangan ditutup dulu dong" pintanya
"Yee buruan tong mau babeh tutup nih gerbang''

Ramli pun cepat cepat masuk ke sekolah dan menaiki tangga menuju kelas yang berada dilantai 3 sekolah,Ketika Dia ditangga Ramli melihat seorang cewe yang belum dikenal pikirnya dia anak baru mungkin tapi diakui dia membuatnya terpesona akan kecantikannya yang sangat anggun,astaga benar benar yah cewe ini luar biasa(batinnya),cewe ini sedang bersama temannya Ramli mendengar mereka membahas pelajaran yang kebetulan itu pelajaran yang sedang diajarkan dikelasnya berarti dia seangkatan dengan nya cewe itu segera menghilang dari pandangan mata Ramli.

Sesampai dikelas ramli melihat pak anwari sudah ada dikelasnya
" gawat nih bisa mati gue" katanya dalam hati
Memberanikan diri untuk masuk kekelas diketuk pintu dan mengucapkan salam
"Assalaaaam…."
"Ya Ramli bisa tunggu diluar " perintah pak anwari sambil menunjuk pintu
Sial banget hari ini.
Ramli duduk dibangku didepan kelas nya ya sambil menunggu jam pelajaran pak Anwari selesai tak sengaja dia menengok ke arah kanan tiba tiba seorang gadis yang dia lihat ditangga berjalan mengarah kepada dirinya kali ini dia sendiri kelihatannya dia membawa buku buku tugas kelasnya langkahnya semakin dekat semakin pas dia berpapasan dengannya terlihat matanya melirik Ramli yang sedang memperhatikannya sedari tadi astaga jantung Ramli tiba tiba berdegup kencang ah mungkin hanya kebetulan pikir Ramli,setelah dia melewatinya gadis itu masuk kekelas yang ada disamping kelas Ramli ah dia  baru tau kalau  gadis itu adalah anak kelas sebelah bagus ini kesempatan emas aku bisa melihatnya terus menerus kali aja bisa ajak jalan hehehe(batin Ramli).
Bel pergantian jam pelajaran berbunyi pak Anwari lalu keluar kelas dan menemuiku
"Gimanasih kamu tuh kok bisa bisanya terlambat dipelajaran bapak ?" tanya Pak Anwari memandangnya heran
"Saya kesiangan pak terus juga tadi ada kecelakaan pak dijalan" jawab Ramli dengan menunduk
"Yasudah lain kali bangun lebih awal ya" ujar pak anwari yang lalu meninggalkan kelas
Aku pun masuk kekelas dan duduk ditempanya
"Yee gimanasih kok lo bisa telat ram ?"
"Iya gabiasanya anak serajin lo bisa telat ? Tanya teman temanku yang  menghampiriku
"Gue kesiangan!" jawab Ramli singkat
Mereka adalah remon dan panji,Remon anak yang selalu membuat kelas penuh suka ria anaknya emang sedikit absurd sih,kalo panji ya kaya si Remon ini 11-12 lah mereka adalah teman yang selalu mewarnai hidup Ramli dari kecil mereka sudah temenan.
"Makanya ram jangan kebanyakan belajar hahaha" ejek si pembuat onar remon
"Gapapa lah dia belajar daripada lu mon nilai 2,3,4 gapernah lebih hahahaa" sontak teman teman ku tertawa lepas
"Nji gue  pinjam catatan pelajaran tadi dong" pinta Ramli pada teman sebangku nya panji
"Gue ganyatet ram hehehe ketiduran tadi" kekeh panji dengan muka songongnya itu
"Nih nih ram catet punya gue aja" Ujar Winda dari belakanga tempat duduk Ramli
"Mmm makasih ya win"
"Iya sama sama ram" ujar sambil tersenyum, ah ternyata winda manis juga
Ramli pun langsung mencatat pelajaran yang terlewatkan tadi  lalu tiba tiba pak Handoko datang dan mengucapkan salam dengan logat kejawaannya itu
"Selamat pagi semuanya" salam pak Handoko
"Pagi pakk!" sontak seisi kelas menyambut salamnya
"Baik kali ini bapak ada tugas kelompok buat kalian jadi tolong sekretaris tulis nama namanya kedepan" pinta pak handoko
"Baik pak" lalu Santi maju ke depan untuk menulis nama nama untuk kelompok
Ramli satu kelompok dengan winda,haris,panji dan resti ya lumayan lah ada dua cewe yang bisa menjernihkan mata dan pikiran ku hihihi (batin Ramli)
"Silahkan! kalian bergabung dengan kelompok kalian" perintah pak handoko
"Wei ramli sini" sahut si haris
"Iya iya gue kesana" Ramli pun menghampiri kelompoknya itu
" wih enak banget lu ris ada si ramli ama winda bakal gak kerja deh nih anak hahaha" canda Remon
"Sirik aja lu mon bilang aja lu pengen kan?" sahut si panji
"Hahahahahaha!" teman temannya pun tertawa
"Sudah sudah ayo diskusikan apa yang akan kalian lakukan" perintah pak handoko
"Baik pak" sahut seisi kelas
"Oke sekarang kita tentuin dimana kita bakal buat ini tugas"
"Gimana kalo dirumah winda aja?" usul panji
"Yaudah kalo kalian mau gue sih ayo ayo aja"
Saran si panji boleh juga, Ramli ini emang belom pernah kerumah cewe sebelum nya mungkin kali aja kalo udah tau rumahnya bisa mampir terus terusan hehehe (batin Ramli)
"Gue nebeng dong ram" pinta resti
"Gue gatau rumah lo res"
"Yakan nanti gue kasih tau alamatnya di chat"
"Yaudah"
"Resti bareng abang panji aja hehe" canda si panji, resti ini emang anak yang sering digodain pas dikelas tapi entah kenapa dia selalu mendekati Ramli yang super cuek ini
"OGAH!! mending bareng si Ramli" Jawaban telak resti membuat panji menunduk seperti kehilangan harapan besar
"Ris kamu bisa kan kerja kelompok dirumah winda" tanya Ramli kepada haris yang hanya melihat jendela sedari tadi
"Bisa kok Ram tenang aja" jawab haris dengan mengangguk, lalu ia kembali menatap jendela. Kayanya ada yang aneh sama nih anak (batin Ramli)
"Oiya kalian mau kerumah gue kapan biar gue bilang nyokap gue dulu" tanya winda pada kami berempat
"Kalau saran gue sih hari sabtu aja" saran Ramli pada mereka
"Boleh juga tuh" sahut panji
"Iya gue sih boleh boleh aja"seru Winda
" gue sih kapan aja asal Ramli bisa"kekeh si Resti
Diskusi kelompok kami terus berlanjut sampai jam istirahat pun berdenting.

Seandainya Kau TahuStories to obsess over. Discover now