Daun-Daun Jatuh
Daun-daun jatuh
Menyapa tanah,
Memeluk tulus meski lengan tak sampai
Pagi itu
Jantungku berdetak lamban
Melamun memandangmu
Aku gerah dan keringat mengalir deras
Menguras nafas
Dan aku tahu,
Aku sedang jatuh cinta
Dan ini bukan lagi kali pertama
Daun-daun jatuh
Menutup tanah
Menutup rasaku padanya
Memendamnya, Terkubur.
Saatnya nanti
Kautahu angin yang membawa rasaku padamu.
Probolinggo
2017
YOU ARE READING
Dirimu Humairaku
PoetryTeruntuk dirimu, Humairaku. Kita bertemu sekali Tak mengenal, apalagi menyapa Kau anggun dengan senyummu Aku menatapmu Namun dari jauh...
