Prolog

19 2 0
                                        

        Hey Kak Cello, maafkan aku yang menumpahkan segala kenangan tentangmu dalam tulisanku. Mungkin kau sudah melupakan segala nya tentang kita. Maafkan aku juga yang sering berkata kepada teman-temanku bahwa aku sudah melupakanmu, kau bisa menyebutku munafik dalam hal itu karena buktinya aku menuliskan semua ini untuk mengingat kenangan yang begitu indah tercipta.

       Apa kau tau, Kak?  Hatiku masih sama seperti saat kau meninggalkanku. Maafkan aku yang masih menyimpan sepotong perasaan terhadapmu. Aku merasa bodoh karena tetap menyimpan rasa itu meskipun kenyataannya hatimu tidak lagi untukku. Ya, untuk orang yang selalu aku curigai ketika kita menjalin hubungan, aku tak akan membahas nya di kisahku ini karena ini merupakan kisah antara kau dan aku yang hancur karena dia bukan kisah antara kau aku dan dia. Aku juga tak akan menyalahkan siapapun. Seseorang berkata kepadaku bahwa orang ketiga tidak akan hadir apabila sang tuan rumah tidak mengizinkan, bukan?

       Sudahlah aku tak mau memperpanjang bagian ini karena aku tak secerdas mereka yang membuat prolog luar biasa dalam sebuah cerita.

Seseorang yang sempat menjadi satu-satunya pusat perhatianmu,
Rowena

Xx.

ErinnerungenWhere stories live. Discover now