kau siapa?

30 2 1
                                        


Langkah kaki berdentum kahs ketika bertemu dengan lantai dari sebuah kaki mungil.pemiliknya tengah asik dengan hendphon dengan  jari-jari nya yang terus menari di atas keyped dengan lihai entah apa yang tengah di tulisnya hingga pandangannya hannya memenuhi layar handphonenya saja.kefokusannya tak membuat nya menyadari situasi di sekelilingnya

Saniya namanya seorang gadis mungil dengan tinggi 156 cm yang sekarang tengah menginjak usia 16 tahun,perawakannya yang tak terlalu tinggi membuatnya tak terlalu mencolok jika berjalan di kerumunan orang banyak. Tapi siapa yang tak kenal dia di sekolahnya.seorang siswi kelas xi IPA yang baru saja memenangkan perlombaan karya tulis ilmiah tingkat provinsi

"Aaaa" peliknya membuat siswa siswi yang tengah berlalu lalang berjangkit kaget.tak memperdulikan tatapan di sekeliling nya saniya masih saja fokus dengan handphonya dan mulai mengutuk beberapa artis yang tengah berpacaran dengan bintang idolanya

Saat tengah sibuk dengan segala kutukannya tiba tiba saja seseorang dari belakang menabraknya

"Aaaa" jerit saniya lagi yang membuat siswa siswi yang berjalan di sampingnya kembali kaget dan mengelus dada mereka masing masing

Saniya menatap handphonenya yang kini tengah meluncur  kencang di lantai koridor yang licin dan terhenti ketika menemukan selokan yang cukup dalam.mulut saniya menganga tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi

Mata saniya menatap tangannya yang sebelumnya menggenggam handphonya dengan erat tangan yang tampak tak bersalah setelah membunuh handphonnya yang tak berdosa

"Maaf" ucap pemuda yang tadi menabrak saniya

Saniya mendongak dan mendapati siswa kurus tinggi dengan kemeja yang di keluarkan tengah membungkuk di hadapannya tangannya menjulur di hadapan saniya,merasa mengerti dengan maksud pemuda itu saniya menerima uluran tangan pemuda itu dan membantunya berdiri

Saniya menatap lekat pemuda itu matanya tak dapat teralihkan dari mata coklat yang kini juga tengah menatapnya keduanya tengah bertatapan lekat hingga di sadar kan oleh suara deham orang orang yang berjalan melewati mereka

Saniya segera melepaskan tangan mereka yang sebelumnya masih berpegangan.saniya mencoba mengembalikan pikirannya dengan mengambil handphonenya yang terjatuh di selokan

"He....he..tewas sudah handphon gue" rengek saniya sambil membersihkan layar handphonnya yang di penuhi tanah dan pasir

Saniya kembali menghampiri pemuda yang tadi menabraknya,dengan mata elang saniya menatapnya

"Ganti handphon gue" tegas saniya sambil menunjuk kan handphonya yang tampak tragis dengan retakakn di layar bagai sarang laba-laba

"Gak mau" jawab pemuda itu singkat kemudian pergi meninggalkan saniya

"Ganti kalok elo masih ngerasa cowok" ucap saniya si samping pemuda itu sambil terus menyesuaikan ritme langkahnya agar tetap berada di posisi yang dapat di lihat oleh pemuda itu

"Apa hubungan nya gue cowok apa enggak?"

"Ya kalok elo cowok elo bakalan tanggung jawab sama apa yang udah elo perbuat" jawab saniya mantap

Pemuda itu terus mempercepat ritme langkahnya dan tak menghiraukan ucapn saniya.kaki saniya yang pendek akhirnya terpaksa harus berlari untuk menyelaraskan langkahnya.tiba tiba pemuda itu berhenti di depan sebuah kelas,saniya yang menyadari pemuda itu berhenti juga ikut menghentikan langkahnya

Pemuda itu setengah membungkuk dan menatap saniya lekat"gue gak ngerasa hamilin elo jadi kenapa gue harus tanggung jawab? " pemuda itu tersenyum kemudian masuk ke kelas dan meninggalkan saniya yang tampak tengah berapai api karna terbakar emosi

"Pokoknya harus tanggung jawab" pekik saniya keras yang membuat seluruh siswa yang ada di kelas menatapnya bingung,wajah saniya memerah mendapati semua mata kini tengah menjuru ke arahnya

Pemuda yang sebelumnya tengah asik berjalan menghentikan langkahnya dan kembali menatap saniya dan tersenyum jahil ke arahnya

"Udah berapa bulan?gue elo suruh tanggung jawab?"

Rasanya seluruh tubuh saniya kini panas seluruh isi kelas menatapnya dengan tatapan tak percaya

"Hendphon gue " saniaya mengacungkan handphonya agar dapat di lihat seisi kelas

"Maksu" sebelum pemuda itu selesai dengan perkataannya saniya sudah memotong dengan celoteh Han bagai gumaman tak jelas

"Bodo amat,gue gak perduli,terserah elo mau ganti apa enggak,yang pasti kalok elo gak mau ganti nih HP tolong jangan elo tunjukkin Batang idung elo di depan gue,dan kalok elo udah sadar dan mau ganti rugi elo bisa cari gue nama gue saniya" tanpa memperdulikan respon pemuda itu saniya segera pergi dengan langkah bak model profesional

*****

Di kelas saniya mengacak rambutnya frustasi bel tanda istirahat telah berbunyi namun saniya masih tampak tak bersemangat padahal di hari hari biasanya ketika mendengar bel saniya yang paling semangat empat lima ke kantin tapi saat ini jangan kan ke kantin mendongak kan kepalanya pun saniya merasa malas

Saniya menyodorkan kepalanya di atas meja dan memejamkan matanya untuk sedikit mengurangi kekesalannya.Andin menoel Noel bahu saniya"ayo...kita ke kantin udah laper gue"gerutunya

Saniya tak merespon sama sekali rasanya kepala saniya amat berat untuk sekedar di tegakkan dan menjawab pertanyaan sahabat nya itu.saniya hanya melambaikan tangannya dan Andin sudah mengetahui teman nya itu sedang benar benar buruk perasaannya.akhirnya Andin memutuskan untuk pergi ke kantin bersama teman temannya yang lain saat tiba tiba dia di hentikan ketika mendapati seorang pemuda kurus dengan baju di keluarkan masuk ke kelasnya bak dia adalah siswa kelas itu

Pemuda itu tak lain adalah pemuda yang cengo

pagi menabrak saniya dan merusakkan handphonnya,pemuda yang membut saniya tak bersemangat dan tampak frustasi.Alan si pemilik segala kekesalan saniya itu,seorang siswa kelas XII IPS yang terkenal dengan sifat cool nya banyak para gadis yang menyukainya perawakannya yang tinggi semampai membuatnya menjadi primadona bermain basket

Alan berjalan menghampiri saniya.saniya yang menutup matanya tak menyadari kedatangan alan.dengan santai Alan menyentil jidat saniya dan membuat saniya menyeringai kesakitan

Saniya segera bangun dan menatap Alan tajam,"apa?apa?udah deh kita udah selesai "cetus saniya membut teman teman kelasnya ternganga tak percaya bahkan Andin sampai menampar nampar pipinya tak percaya

" gue mau tangung jawab"ucap Alan sambil menunjuk tangan saniya yang tengah menggenggam handphonya erat.respon Alan justru semakin membuat teman teman saniya berpikir mereka tengah terlibat sebuah hubungan karna ketika Alan menunjuk handphon saniya tangan nya seperti sedang menunjuk ke tangan saniya

Saniya mulai menyadari kondisi kelasnya yang tampak hening. Saniya mengalihkan pandangan memperhatikan kondisi kelasnya dan betapa bingung nya saniya ketika mendapati teman temanya yang sedang menatapnya cengo

"Ok besok elo pulang sekolah bareng gue, kita belinya bareng" ucap Alan singkat dan pergi meninggalkan saniya

***

Jangan lupa vote ya!!!!

Simfoni Where stories live. Discover now