Kamis, 27 Januari

17 2 2
                                        


"Amanda! Apa yang kamu lakukan disana?!" Tanya seorang ibu tua yang sedang memimpin kelas. Ini pelajaran matematika. Pelajaran yang menyusahkan dengan guru yang menyeramkan. Amanda yang dari tadi tidak memperhatikan guru tersebut - namanya Ibu Sri - otomatis mendapatkan masalah.

"Maaf bu, sepertinya saya harus pergi ke kamar mandi" Ucapnya.

"Alasan apa lagi sekarang ? Ingin buang air kecil ? Ingin buang air besar ? Alasan alasan itu sudah tidak bisa kamu gunakan lagi untuk meninggalkan kelas saya lagi, Manda!" Ucal Bu Sri.

"Bukan bu, bukan itu. Tapi ......." Amanda berdiri lalu memutar badannya sehingga gurunya melihat noda merah di roknya tersebut.

"Astaga! Kenapa kamu tidak bilang dari tadi ?" Tanya Bu Sri.

"Jadi, apakah saya boleh ke kamar mandi bu?" Tanyanya kemudian.

"Silakan" Jawab Bu Sri kemudian.

Clara pun bergegas menuju kamar mandi. Dia bergegas mengganti semua yang ternoda dengan darahnya karena dia tidak mau mendapatkan amarah dari guru 'tersayang'-nya itu. Lalu dia keluar kamar mandi dengan sedikit berlari hingga dia menabrak seseorang.

"Maaf, maaf" Ucapnya berhenti lalu menghampiri seseorang yang ia tabrak.

"Tidak apa-apa. Nama saya Alvin, guru baru disini menggantikan Pak Budi. Bisa bantu saya mencari Bu Sri ?" Tanyanya.

ASTAGA! BU SRI

"Kenapa kamu terlihat kaget?" tanyanya.

"Tidak, mari saya antar pak." Ucapku lalu berjalan disampinya.

"Bapak tidak tetlihat tua, umur bapak berapa?" Tanyaku penasaran.

"Saya 22 tahun. Eh tunggu, nama kamu siapa ?" Tanyanya.

"Amanda, panggil saja Manda." Jawabku dengan senyuman.

"Bapak pasti guru olahraga." Ucapku kemudian.

"Loh, kok kamu tahu?" Tanyanya.

"Saya tahu kriteria guru guru. Guru yang berkaca mata adalah guru fisika. Guru yang sangat membenci kekotoran adalah guru biologi. Lalu guru yang berbadan proposional saat muda namun buncit saat tua adalah guru olahraga." Jawabku.

"Dan guru yang terlihat menyeramkan adalah guru matematika." Ucapnya lalu kita tertawa bersama.

"Kita sampai." Ucapku lalu membuka pintu kelasku.

"MANDA! APA KAMU MEMBUTUHKAN 15 MENIT UNTUK KE KAMAR MANDI?!" Sambut Bu Sri dengan teriakannya.

"Maaf bu, saya guru olahraga baru dan saya disuruh menemui ibu. Tadi saya bertemu Manda dan memintanya untuk memindahkan beberapa barang. Ini bukan kesalahannya."

Wow apa Pa Alvin baru aja ngebela aku?!

"oh, guru baru? Mari ikut saya" U cap Ibu Sri lalu membawa pergi Pa Alvin.

Akupun kembali duduk.

"Tadi siapa ? Ganteng banget!!!" Ucap Hanna.

"Ganteng kan ? Dia guru olahraga baru ngegantiin Pak Budi." Jawabku.

"Jangan lo keceng yo. Punya gue!" Ucap Hanna.


Dan sesaat kemudian dia menyadari bahwa sesunggunya dia mencintai guru tampannya itu sejak pandangan pertama.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 12, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DaysStories to obsess over. Discover now