MOS (Masa Orientasi Siswa)

53 4 2
                                        

          Sang raja siang telah muncul. Semua murid berlari masuk kekelas mereka masing-masing. Satpam yang mulai bersiaga menutup gerbang sekolah.

          Setitik air menetes di dahi, rambut yang mulai berantakan dan nafas yang terengah-engah. Dera mulai muncul dari depan gerbang sekolah, sambil berteriak kepada satpam pejaga agar tidak menutup gerbang. Usahanya tak sia-sia. Dia telah melewati gerbang sekolah dan menuju kelasnya dilantai dua.

          Teman-temannya sudah mulai berdatangan. Tak terkecuali Andin yang sedang berkutik dengan buku diarynya. Andin sangat suka menulis, tak heran kalau dia adalah seorang jurnalis disekolahnya.

          "Mentang-mentang jurnalis, tiap hari nulis diary" sindir Dera kepada Andin. Sontak Andin langsung menutup buku diarynya dan memasukannya kedalam tas. Digantikannya dengan ID card dan buku pelajaran. Andin meletakkan buku pelajarannya diatas meja Dera.

          "Maksudnya apa nih?" Dera mendongakkan kepalanya.

          "Nitip catetan. Gue mau ngliput kegiatan MOS. Bolehkan?" Andin mengedipkan puppy eyes nya. Dengan terpaksa Dera mengiyakan. Andin meminta izin kepada guru mapel dan langsung keluar.

          Lapangan basket sangat rame. Dipenuhi murid baru yang sedang mengikuti kegiatan MOS yang diselenggarakan oleh anggota OSIS. Semua peserta MOS mengenakan atribut yang sudah ditentukan oleh anggota OSIS. Salah satunya, Aldi. Seorang ketua OSIS yang sangat populer disekolahnya. Dia sudah menjabat sebagai ketua OSIS selama satu tahun. Aldi sangat bertanggung jawab akan tugasnya.

          Andin menyusuri koridor, melangkahkan kakinya menuju ruang jurnalis. Sudah banyak anggota jurnalis yang berkumpul. Mereka semua sedang menunggu kedatangan sang pemimpin redaksi.

          Ketika Andin sudah sampai diruan jurnalis, mereka memulai rapat tentang kegiatan MOS tahun ini. Penjelasan demi penjelasan keluar dari mulut Andin. Rapat ditutup dengan berdoa.

          "Selamat datang untuk murid baru, kegiatan MOS ini akan dilaksanakan kurang lebih dua hari" jelas Aldi sang ketua OSIS. Anggota MOS dibagi dalam beberapa kelompok.

          Aldi memimpin anggota kelompok dua. "Iya adik-adik, kakak akan memimpin kelompok ini, sekarang kalian perkenalkan nama kalian satu-persatu".

          "Perkenalkan nama saya Reno Satria"

          "Perkenalkan nama saya Gita Safitri" satu-persatu anak sudah selesai memperkenalkan diri, tapi hanya kurang satu anak perempuan.

          "Iya, giliran kamu ayo maju" Aldi menunjuk anak perempuan yang duduk di belakang.

          "Lo maju aja nggak papa, nggak usah malu" bujuk seorang anak laki-laki yang ada disampingnya.

          Dengan bujuk dan rayuan Reno, anak perempuan itu pun mau. "Perkenalkan nama saya Kirana Amandita"

*****

          Keheningan tercipta hanya terdengar bunyi buku yang dibolak-balik, suara bolpoin yang menggoreskan tintanya disecarik kertas. Dera memandang gerak-gerik guru yang sedang menerangkan.

          Bel tanda istirahat telah berbunyi. Guru pun mengakhiri pertemuan dan keluar kelas. Semua murid berhamburan keluar kelas untuk pergi kekantin sekedar membeli jajan, termasuk Dera.

          Dera keluar kelas, melewati koridor setiap ruangan. Wajahnya memandang seorang yang sedang berdiri dihadapan peserta MOS. Kembali ia menghadapkan wajahnya kedepan. Tertuju pada sebuah ruangan yang berada dipojok. Murid-murid sedang mengantri hanya untuk mendapatkan sepiring makanan.

REMBULAN CINTAWhere stories live. Discover now