PEMBANTU

215 2 0
                                        


" iya mobilku menabrak pohon gara -gara menghindari cewek kecil itu" tunjuknya ke arah Ariku dengan sinis.
" oiya kenalin aku Rin dan ini Tito, kami teman Yuki cowok ini. Trus nama kamu siapa" Tanya Rin dengan senyum.
" eh iya kenalin aku Ariku" jawab ku kikuk.

Setelah berkenalan kami membicarakan masalah kecelakaan dan juga pertanggungjawabanku. Yuki ya selalu ngotot kalo aku yang salah, aku pun tak mau kalah dengan ngotot juga ku pertahankan sikapku.
" whaaat....10 juta, itu namanya pemerasan Yuki, seharusnya kamu memberi keringan buat Ariku. Kamu ini kan agen rahasia juga seorang polisi" kata Rin kaget setelah tau kalo aku diminta buat membayar kerugian dari mobil Yuki. Rin kasihan padaku.
" sudahlah Rin, dia biar ndak seenaknya sendiri bila dijalan raya meski sepi" jawab Yuki santai. Sementara Tito hanya geleng - geleng kepala merasa auk gelap. Sejenak Rin berfikir, ah hah....terlintas sebuah ide di pikiran Rin.

Rin'Pov
" Ariku berhubung teman kami ini orangnya sangat sulit dibantah dan kamu harus tanggungjawab, aku ada ide buat kamu biar bisa bayar. Kebetulan kita sedang ada tugas di daerah sini, dan kami mengontrak sebuah rumah dan kebetulan juga kami belum punya pembantu jadi kamu mau kan jadi pembantu kami itung - itung buat bayar hutang ke Yuki" kata Rin semangat.
Aku, Tito juga Yuki hanya melonggo saja dengan ide Rin. Sedangkan Rin hanya senyam senyum sendiri. Tanpa sadar..." whaaaaats...gila kalian semua seenaknya saja jadiin aku pembantu, lagian aku punya kerjaan tetap yang sudah pw tau" kataku marah.
" Ariku kamu berangkat kerja jam berapa pulang jam berapa" tanya Rin santai.
" um..jam 8 sampai mungkin jam 6 gitu" jawabku seenaknya.
" ku rasa tak masalah kan kamu bisa sebelum berangkat dan sesudah pulang kerja gimana" kata Rin masih sabar.
" whaats...ini ma namanya penyiksaan, masak aku harus kerja 24 jam. aku manusia lo bukan robot" kataku melas.
" santai saja Ariku, kerjanya ndak banyak kok, emang kamu mau diserahi ke kantor polisi ma Yuki" kata Rin lagi, sementara Tito masih senyum senyum.

Ariku' Pov
Nasib nasib, meratapi nasibku yang sial malam ini. oiya sekarang kan dah malam ku lirik jam tangan dan benar sudah jam12.30 dini hari. Tidak heran bila aku pulang jam segitu karena aku sering lembur sampai malam. Yang ku khawatirkan adalah keluargaku, saat ini aku kan masih tinggal dengan orang tua apa yang ntar aku katakan pada mereka. Kan ndak mungkin aku bilang ada kerja tambahan apalagi sampai menginap. Tiba - tiba pundak ku dipegang sama Rin, tenang saja ntar kami yang akan bilang ke keluaraga ku begitu kata Rin seakan tau masalahku yang lain. Dan setelah debat kami, aku diantar pulang kerumah dengan dikawal mereka.

Sesampai di rumah Rin menjelaskan kepada orang tua tentang kenapa aku harus dikawal, awalnya keluargaku kaget. Tapi kemudian keluargaku berterimakasih, heh yang benar saja mereka membohongi keluargaku. Tapi biarlah toh untuk ganti rugi..selain itu entah kenapa terlintas sebuah ide jahilku. Awas kau Yuki..hihihihi dengan senyum devilku.

tuan menyebalkan dan si kecilStories to obsess over. Discover now