Find It: When It Start? Part 7

Start from the beginning
                                        

"Kurasa juga begitu. Lalu kalau aku boleh tau, dimana kau menyembunyikan Nara ? Karena bagaimanapun aku adalah kakaknya jadi aku berhak tau dimana kau menyembunyikan Nara Adikku." Kata Changmin dengan nada menghina sambil menekankan kata Adikku.

Luhan menghembuskan nafasnya pelan. "Kalau kau mengkhawatirkan keadaan Nara, aku bisa pastikan dia aman. Tapi aku tidak bisa memberitau dimana Nara berada. Meskipun kau kakaknya aku tidak yakin kaubisa menjaga adikmu dengan benar." Jawab Luhan sambil menyunggingkan senyum menghina dibibirnya. Changmin sedikit terbakar emosi oleh perkataan Luhan.

"Sepertinya aku tidak bisa lama-lama berbincang denganmu karena Highness sedang menungguku. Senang bisa berbincang denganmu Tuan Shim." Sambung Luhan sembari menekankan kata Tuan Shim.

Sepeninggal Luhan Changmin mengatur nafasnya yang memburu menahan emosi sambil mengatur siasat busuk dikepalanya untuk menjatuhkan Luhan. "Baiklah kau bisa tertawa sekarang, aku masih punya banyak kejutan untuk menghancurkanmu dan para kawanan busukmu itu Luhan." kata Changmin dalam hati lalu berbalik berjalan terburu keluar dari gedung parlemen.

***

"Apa kau dan anak buahmu sudah berhasil menemukan Nara ?" Tanya sebuah suara barito milik Changmin pada Doojoon.

"Maafkan kami master. Luhan, Kris dan para sparta-nya sangat licin bergerak jadi kami kesulitan untuk mencari Nara." Jawab Doojoon.

"Bagi spartamu menjadi dua bagian Doojoon. Sebagian tetap memantau pergerakan Luhan beserta para pengikutnya dan yang lain jalankan rencana alternatif kita." Jelas Changmin memberi perintah.

"Baik master." Sahut Doojoon tegas seraya menundukkan kepalanya menuruti perintah masternya.

"Segera laksanakan Doojoon." Tanpa menjawab perintah sang master Doojoon segera meninggalkan ruangan sembari berpamitan.

"Jangan kau pikir aku akan kehabisan cara untuk membuatmu menjatuhkanmu Luhan. Dan kau tidak akan menduga apa yang aku lakukan sekarang." Guman Changmin mimikirkan cara liciknya untuk menghancurkan Luhan. "Selanjutnya gilaranmu Kris." lanjutnya bergumam.

***

Denting keramik porselen beradu satu dengan yang lain ditemani angin yang berhembus dari celah kecil angin-angin dinding atas memecah kesunyian diruangan tersebut. "Apa Nara bisa segera pulih Lay ?" tanya suara berat mengusik kegiatan Lay meracik ramuan untuk Nara.Lay mendongakkan kepalanya dan mendapati Luhan yang tengah berdiri di belakang tempatnya duduk. "Kurasa bisa Luhan. Aku melihat perkembangannya sangat baik saat ini."

"Baguslah karena kita tidak bisa menyembunyikan Nara terlalu lama. Anak buah Changmin pasti sudah berpatroli keselururh penjuru Ionia untuk menemukan Nara." Cicit Luhan dengan ekspresi wajah yang tampak memikirkan sesuatu.

"Tenanglah Lu, semuanya akan baik-baik saja." Balas Lay sembari berputar menghadap Luhan sambil satu tangan membawa ramuan untuk Nara dan tangan lain yang bebas menepuk bahu Luhan memberikan semangat.

"Aku harap juga begitu Lay." Sahutnya mengikuti Lay berjalan menuju kamar Nara.Dalam ruangan yang cukup luas dengan perabotan yang tertata apik dan mewah terdapat tubuh tertelungkup Nara berbalut selimut terbaring diatas ranjang besar ditengah ruangan. Nafasnya naik turun teratur tetapi luka fisik ditubuhnya masih belum kering seluruhnya, membuat miris setiap orang yang melihatnya. Luhan mendesah berat nafasnya, seolah ia juga merasakan luka yang sama seperti yang dialami Nara. "Saudaramu benar-benar biadab Nara. Tega-teganya dia melukaimu dan menggunakanmu sebagai alat untuk balas dendam kejinya itu. Aku berjanji Nara mulai detik ini Changmin tidak akan bisa melukaimu sedikitpun, aku akan melimdungimu sekuat tenaga meski nyawaku taruhannya." Janji Luhan dalam hati.

Find it : when it start?Where stories live. Discover now