"Pak jangan ditutup dulu pintunyaaa" pekik Sabel saat melihat pintu gerbang sekolah SMAN 99 mulai perlahan menutup.
"Yaudah mbak cepetan masuk. Udah bel mbak" kata pak satpam kembali membuka pintu gerbangnya.
"Untung mbak Sabel orangnya baik dan pintar. Makanya saya bukain" ucap pak satpam mencantumkan nama Alex di seragamnya.
'Alex nama yang bagus' batin Sabel.
Garis bibir yang mulai terangkat dan membentuk sebuah lengkung senyuman tercetak jelas diwajah Sabel "Makasih pak" ucap Sabel. Saat ingin berjalan menuju ruang kelasnya, langkahnya terhenti saat mendengar suara dibelakangnya.
"Pak jangan pilih kasih dong. Masa dia doang yang boleh masuk" ucap seseorang itu sambil memandang tajam kearah Sabel.
"Maaf mas ini sudah bel. Lagian mas Sander juga sering banget telat"
"Heh lo jangan cuma liatin doang dong. Bantuin gue. Jangan mentang-mentang lo boleh masuk trus lo seenaknya ya liatin gue. Mau ngejek gue?" tanya lelaki itu yang tadi disebut-sebut bernama Sander dengan gaya tengilnya kearah Sabel.
Sabel hanya terpaku dan terdiam mematung ditempatnya. Desiran hati tak dapat memungkiri bahwa ia ketakutan. Lelaki ini kasar dan menyeramkan. Itulah yang ada di pikiran Sabel.
"Lo liat apa, hah?" ucap Sander lagi dengan nada yang meninggi.
"Sabel, buruan masuk bel. Ada gurunya" teriak Fani dari arah lorong kelasnya.
Sabel sontak menoleh ke sumber suara dan berlari kecil menuju kelasnya tanpa memperdulikan Sander yang daritadi terus saja mengumpat.
"Argh, nyebelin banget sih tuh cewek. Gue malah ditinggal sendirian" gumamnya.
"Pak ayo dong bukain. Ntar saya kasih rokok deh" rayu Sander kepada satpam.
"Palingan rokoknya bekasnya mas Sander. Mas Sander aja jarang ke kantin, masa bisa beliin saya rokok" ejek satpam tersebut seolah mengejeknya.
Belum sempat Sander menjawab tiba-tiba ada suara teriakan memanggil namanya.
"SANDERRRRRRRRR!!!" ucap seorang wanita paruh baya bernama Ibu Win, salah satu guru BK menyeramkan di sekolah ini.
"Kamu buat ulah apa lagi?" bentak Bu Win kepada Sander.
"Gak berulah bu. Cuma telat aja" ucap Sander santai.
"Telat itu juga berulah" teriak Bu Win yang mulai frustasi menghadapi kelakukan muridnya satu ini.
"Kalau berulah itu kan berantem bu" ucap Sander
Bu Win menggeleng frustasi, "Kamu ini ya. Ibu bingung kenapa kamu beda ya sama temen kamu Sadewa dan Galeo. Mereka bandel tapi masih bisa diatur"
"Curhat bu? Lagian jelas kita beda. Kan kita beda bapak sama beda ibu. Jelas kelakuan beda dong. Ah ibu lawakannya receh"
"Sanderrrr, cepat kamu lari putari lapangan 10 kali dan bersihkan perpustakaan sekolah" perintah Bu Win. Mau tak mau Sander pun melakukannya dengan separuh hati.
YOU ARE READING
Heartbreak (Completed)
Teen FictionKetika cinta yang telah usang, kau pertanyakan kembali.
