Prolog

192 25 10
                                        

Aku pergi ke tempat itu lagi. Tempat yang menjadi saksi kejadian menyakitkan itu. Aku tak berniat untuk mengingatnya. Tujuanku hanya satu, mencarimu.

Ku usap kasar pipiku yang basah sambil terus mencarimu. memori-memori saat bersamamu terus berputar di otakku, membuat hatiku semakin sakit.

Hatiku dipenuhi rasa kesal. Selama ini ternyata kau hanya mempermainkanku, aku hanya sebagai taruhan untuk mendapat uangmu saja.

Apakah kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku? Apakah aku tidak ada artinya selain taruhan bagimu? Apa salahku padamu? Ya Tuhan mengapa harus aku yang mengalami hal semacam ini?

Terus kucari dirimu ke segala penjuru tempat ini tapi hasilnya tetap nihil, hanya suara angin berdesir yang bisa kudengar. Haha... mungkin hanya angin yang peduli padaku.

Aku memang bodoh, a stupid girl. Diriku sudah terkecoh akan pesonamu. Jatuh terlalu dalam, hatiku sakit... sangat sakit... ingin rasanya kuluapkan emosi yang sudah terpendam dihatiku kepadamu.

Mengapa aku harus jatuh dua kali? Seketika aku teringat akan hujan, yang tidak akan merasakan sakit walau sudah jatuh berkali-kali. Aku berusaha tegar seperti hujan namun aku manusia bukan hujan, aku bisa merasakan sakit jika harus jatuh berkali-kali.

Hatiku berkata aku sangat mencintaimu tapi pikiranku berkata aku membencimu. Mengapa mencintaimu begitu sulit?


I HATE U BUT I LOVE U.

Almost LostStories to obsess over. Discover now