Fix You – Coldplay
Andai saja aku bisa memutar waktu,
Aku akan menengok masa lalu untuk memperbaiki,
Dan aku akan berlari untuk mengintip masa depanku,
Walau hanya sekejap
♥♥♥
Dentuman musik mengalun melewati kabel putih yang kedua ujungnya menyumpal di telinga gadis berambut pirang coklat itu. Sebuah novel dan lalu lalang kendaraan menemaninya diperjalanan pulang. Hujan juga tak kalah setia menemani.
Nada Alessia Clauryn. Ya, gadis dengan sapaan Nada itu merenungi sebuah karya Tere Liye. Manik matanya bergerak menelan satu demi satu kalimat.
"Tumben ya, jam segini masih macet aja," ucap Gino.
Tak ada tanggapan. Gino memutar bola matanya kesal.
Gino. Gino Frederich. Dia adalah satu-satunya kakak yang Nada milikki. Kepribadian Gino yang sangat terbalik dengan Nada. Namun mereka kompak saling melengkapi.
Nada mencabut earphone dari kedua telinganya, "Sampai kapan kita di Jogja Kak?"
"Sampai kamu lulus SMA," jawab Gino datar.
"Oh" timpal Nada tak kalah datar.
Mereka memang sama-sama irit bicara. Bisa tergolong cuek.
"Masih lama?" tanya Nada.
"Sepuluh menit lagi sampai."
Nada kembali menyumpali telinganya dan melanjutkan membaca. Tak lama BMW silver yang ditumpangi keduanya berhenti. Tepat saat itu juga hujan telah hilang diterkam langit.
"Dah nyampek sayang, turun!" suruh Gino.
Nada mengangguk pasrah dan patuh mengikuti suruhan Gino. Sebuah villa bercat coklat yang terhias ukiran-ukiran khas Yogyakarta nampak menarik. Ini akan menjadi tempat tinggalnya selama satu setengah tahun kedepan.
"Andai Ayah sama Bunda disini," Nada mengerutuki nasibnya.
Gino mendekati Nada dan berdiri dihadapannya. Nada mendongakkan kepalanya menatap Gino penuh arti.
Gino mencetak senyum, "Jangan ngomong gitu sayang, kita harus belajar hidup tanpa Ayah sama Bunda."
"Andai aja Ayah sama Bunda masih bisa sama-sama lagi, andai aja Ayah nggak pergi ke Jerman, andai aja Bunda—
"Ssttt, udah," Gino mengusap lembut rambut pirang Nada, "Masih ada kakak di sini," lanjut Gino yang mulai memeluk Nada.
Sangat miris. Dua bersaudara yang harus menerima nasib akibat kedua orangtuanya yang baru saja berpisah sekitar satu bulan yang lalu. Mereka memutuskan untuk memulai lembaran barunya di kota lain, Yogyakarta.
♥♥♥
"Udah malem tidur sana!" suruh Gino.
Nada merebahkan tubuhnya diatas sofa warna maroon, "Kak?"
"Hem," Gino memutar kepalanya kearah Nada.
"Nada mau sekolah di mana?"
"Di SMA Elang Jaya aja gimana?" Gino malah bertanya balik.
Nada hanya mengedikkan bahunya.
"Kakak punya temen di sana, cewek, namanya Esta. Dia guru di sana, cuma deket kok, jalan kaki juga sampai," jelas Gino.
"Yaudah Kak, aku mau," entah apa yang membuat Nada menjadi tertarik dengan SMA Elang Jaya, tanpa perlu berfikir panjang ia langsung setuju.
"Sipp mantappp. Itu baru adeknya Kak Gino. Tos dulu dongg,"
Nada terkekeh senang, mereka ber-tos ala Hiro dengan Baymax di film Big Hero 6.
"Balalala." Ucapnya kompak.
---
"Kakak besok udah masuk kerja?"
"Belum. Kita besuk ketemu sama Kak Esta dulu ya, tanya-tanya soal sekolah," jawab Gino.
"Wahhh makasihh ya kak. Kakak emang kakak paling the bestttt pokoknya!" Nada berlari kecil kearah Gino kemudian mencium keningnya manja.
"Nada ke kamar ya kak," ucapnya seraya berlari menaikki tangga.
"Dasar," Gino tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
♥♥♥
A/N :
Hai aku publish cerita baru lagi, jangan lupa vomment yaa. Nanti bakalan aku pilih mana cerita yang paling banyak readersnya. Karena aku menerbitkan dua cerita. Dan aku emang sengaja publisnya barengan biar aku bisa tau mana aja yang kalian sukaaa. Selamat membaca. Salam hangat, Senja.
Baca juga yang lainn yaa, liat di work akuu makasihh..
Chek mulmed ya ada Nada!!
DU LIEST GERADE
Nada
JugendliteraturNada si gadis ceria, imut, dan cerewet itu berubah menjadi sosok yang cuek, irit omong bahkan pendiam. Hanya satu orang yang pada akhirnya bisa menakhlukan hati Nada. Membuat Nada tersenyum seperti dulu lagi. A/N : Hai aku publish lagi, jangan lu...
