1/Pesta Taman.

14 6 1
                                        

"Hoihoi"
Kata Faiza sambil bergaya didepan kaca dan menggerak-gerakkan jari telunjuknya.

"Kamu ngapain sih?"
Ficky muncul dibalik pintu kamar Faiza.

"Eng..gak aku lagi siap-siap. kamu yang ngapain disini?"
Kata Faiza merapikan foni-nya sambil menatap Ficky.

"You look so beautiful in white.."
Ficky menyanyikan sebait lagu westlife itu.

"Masa' sih?"
Faiza langsung merona saat mendengar lagu yang dinyanyikan Ficky itu.

"Iya. Beneran deh. Sumpah"
Kata Ficky lalu melangkah dibelakang Faiza.
Wanita yang selama ini begitu spesial dihidupnya.

"Kalo aja dress code-nya red atau gold lebih bagus yah Fic.
Sebenarnya aku gak suka pakai baju atau dress putih kayak gini. Mudah kotor.."
Faiza masih terus menatap bayangannya dikaca.

"Gak. Kamu cantik kok"
Ficky menggenggam tangan Faiza.

"Kita ke taman yuk kata mama pestanya bakalan dimulai"
Lanjut Ficky.

"Iya"

Faiza memang dari kelas 3 SD sudah tinggal dengan keluarga Ficky, kedua orangtua Faiza meninggal dalam kecelakaan.
Saat itu Faiza tak punya siapa-siapa lagi.

Sampai kedua orangtua Ficky yang tidak sengaja melihat kecelakaan itu terjadi, menolong Faiza dan mengajaknya tinggal dirumah mereka.
Apalagi Ficky adalah anak tunggal dan mamanya sangat menginginkan anak perempuan.
Faiza akhirnya tinggal dengan keluarga Ficky.
Mulai saat itu Ficky dan Faiza berkenalan dan menjadi sahabat yang sangat dekat.

"Baiklah. terima kasih kepada undangan yang telah hadir. Selamat menikmati makanan yang telah tersedia"
Kata-kata terakhir mamanya Ficky membuat semua undangan menuju arah meja yang diatasnya penuh dengan makanan yang begitu menggiurkan dan enak-enak.

Alunan lagu jazz membuat acara ditaman rumah keluarga Ficky terasa sangat klasik dan damai.

Faiza hanya berdiri dipinggir kolam sambil memegang minumannya.
Ficky yang tadi bersamanya masih pergi menjumpai beberapa undangan mamanya.
Acara ini dibuat untuk merayakan keberhasilan Ficky mendapat gelar cumlaude saat wisudanya beberapa waktu lalu.

Ficky memang termasuk lelaki idaman perempuan kebanyakan.
Tampan, pintar, kaya, dan romantis (untuk yang terakhir hanya Faiza yang tahu karna selama ini Ficky tidak pernah pacaran walau begitu banyak wanita cantik yang mengejarnya)

Seandainya Faiza kuliah mungkin dia akan sama-sama di wisuda dengan Ficky tapi dia memilih untuk tidak kuliah walau orangtua Ficky sudah menyuruhnya kuliah.
Dia hanya tidak mau merepotkan orangtua Ficky lebih jauh.
Cukup baginya sampai lulus SMA dibiayai keluarga Ficky.
Untuk kuliah, dia tak berani bermimpi.

"Hei. Kok ngelamun?"
Kata Ficky muncul dihadapannya.
Ada beberapa wanita didekat Faiza menatap kearah Ficky terus.

"Gak papa"
Faiza tersenyum manis kearah Ficky.

Shit! Perasaan apa ini?
Kenapa senyumannya manis sekali..
Batin Ficky.

"Ayo kita ke.."
Ficky kaget saat tiba-tiba tangannya tertarik Faiza yang jatuh ke kolam renang karna didorong seorang wanita.

Hasilnya mereka berdua basah kuyup dan menjadi tontonan undangan yang berada disitu.

"Aaa...hmmp..tol..mmp"
Suara seorang wanita berteriak.
Ficky menatap kearah sekitarnya.
Terlihat Faiza kepalanya timbul tenggelam didalam air.
Faiza tak bisa berenang dengan cepat Ficky menarik tangan Faiza dan memeluk pinggangnya.
Terlihat Faiza mulai kehilangan kesadarannya.
Ficky menggendong Faiza berenang ke tepi kolam renang.

"Zaa...Zaa"
Ficky menggoyang-goyang tubuh Faiza dan menekan-nekan atas dadanya sampai terdengar suara batuk Faiza dan Faiza membuka matanya perlahan.

"Fic?"
Faiza langsung memeluk Fic.tubuhnya gemetar karna ketakutan dan kedinginan.

Hai.
Cerita ini lagi dalam masa revisi.
Please yang baca atau gak juga gak papa minta votenya aja.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 22, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Fic Dan ZaaWhere stories live. Discover now