Chapter 1

165 3 2
                                        

Sinar matahari pagi membangunkan aku dari silaunya yang memancarkan diri dari balik jendela kamarku. Pagi ini aku harus bangun awal yah setidaknya seperti bentuk semangat untuk akhir semester sekolah tahun ini. Artinya masa SMA aku akan berakhir. Hai namaku Geavinda Putri Agusta yah aku anak kedua dari pasangan Herman Agusta dan Lidya Putri pemilik perusahaan Agusta. Kakakku Tabita Putri Agusta akan menyelesaikan kuliahnya tahun ini di Sydney. Akhirnya kakakku pulang juga setelah menyelesaikan studinya disana. I'm really miss her so much.

"Ge turun sini sarapan"
"Iya mah bentar ya aku prepare dulu"

Tok-tok. "Iya sebentar"
"Eh Dennis kamu rupanya"
"Iya tante gea ada tante? "
"Ada masuk aja dulu dia lagi siap-siap tuh sarapan bareng tante dan om aja dulu yuk"
"Oke tante"
"Ge ada dennis tu cepetan gih kamu turun entar telat loh"

Dennis Pratama Wijaya anak tunggal pemilik perusahaan Pratama yaitu Om Danu Pratama dan Tante Yasmin Ryana adalah teman aku semenjak pertama kali masuk SMA. Papaku dan Om Danu adalah teman baik. Mereka selalu mengajak kami semua berakhir pekan dipuncak kalau tidak lagi sama-sama diluar kota. Dennis teman yang paling bawel yang selalu nasehatin aku tiap saat tapi dibalik itu dia baik dan juga pintar.

"Pagi ma, pa dan ah males deh ngucapin pagi buat kamu den"
"Pagi ge, ge sepertinya kak bita akan pulang akhir Bulan ini"
"Beneran ma?"
"Iya ge papa udah telponan tadi malam sama kak bita"
"Akhirnya kak bita balik juga ya om setelah lama ga pernah pulang"
"Oke deh pa entar kalo kak bita pulang biar aku bareng dennis aja jemput dibandara"

Sekolah ini bakal jadi tempat penuh kenangan aku sama dennis dan anak-anak lainnya. Terlalu banyak nyimpen cerita nih sekolah apalagi pas zamannya ospek hehe lucu kalo diinget.
Kring. "Gawat den udah masuk ni"
"Iya yuk lari inikan pelajaran pak Beni daripada di hukum telat".

"Ge mana sih suka banget ilang pas istirahat gini"
"Eh ris kamu liat gea ga? "
"Kayaknya dia di perpus deh den"
"Oke thanks ya"
Dilorong rak buku perpus ini aku paling suka duduk nyeder dirak sambil main hp. 
-Kak Wisnu-
Ge, kak wisnu bentar lagi balik ke Jakarta ni kalo udah sampai kita jalan bareng ya
-Gea-
Sip kak ntar kabarin aja yak :)
Akhirnya kak wisnu setelah penantian yang cukup lama kak wisnu balik juga ke Jakarta. Rasa rindu yang aku pendam lama ini pecah juga dengan kabar kepulangan kak wisnu kesini. Kak wisnu adalah pria yang selama ini aku suka. Bukan cuma sekedar suka tapi juga cinta pertama aku. Aku bahkan udah mendam perasaan aku selama bertahun-tahun semenjak SMP di Singapura. Kak wisnu adalah kakak kelasku pada saat itu. Dia sering datang kerumah mengobrol denganku dan mama papaku. Namun setelah aku pulang ke Jakarta lagi aku akhirnya berpisah dengan kak wisnu. Papaku dulunya ditugaskan di Singapura selama 2 tahun karena pada saat itu perusahaan tempat papaku bekerja di Jakarta itu mengalami kemunduran yang akhirnya papaku dipindah tugaskan di Singapura. Aku sempat bersedih pada saat itu karena aku harus bepisah dengan kak wisnu. Sampai pada saatnya kak wisnu balik lagi ke Jakarta dan ga akan pernah balik lagi ke Singapura.

"Wei! bengong aja mikirin apaan sih?"
"Ih den sumpah ya kamu ngagetin aku tau"
"Abis ngilang mulu sih pas istirahat hobi banget kayaknya diperpus lorong rak buku ini"
"Kepo banget sih den kamu nyariin mulu dasar kepo"
"Eh kamu ya"
"Ssttt"
"Eh aduh kamu den berisik inikan perpus tuh anak-anak pada negur kamu haha kabur ah"
"Tungguin ge"
Begitulah aku dan dennis selalu kejar-kejaran disekolah tiap kali kita selalu ribut. Aku hampir tidak pernah menjalani hari yang hampa semenjak ia selalu ada disampingku. Dia seperti beningnya embun yang membawa ketenangan.

Gea's and Her Love StoryStories to obsess over. Discover now