part 1

44 2 4
                                        

Dari matamu matamu ku mulai jatuh cinta.- Jazz- dari mata

****

Seorang perempuan bergaun soft pink berjalan memasuki sebuah gedung dengan seorang lelaki di sampingnya. Mereka terlihat sangat serasi, bahkan siapapun yang melihatnya akan merasakan iri. Dengan wajah cerahnya, dia mengenggam erat sosok lelaki di sebelahnya yang sangat dia cintai. Sambil sesekali melihat ke kiri maupun kanan, mencari temannya yang sedari tadi belum datang.

"Mereka kemana sih?! Tumben pada belum datang." Kesal perempuan itu.

Lelaki di sebelahnya tersenyum, lantas merangkul kekasihnya. "Sabar, mereka lagi di jalan kali. Kita datang kecepetan,"

Perempuan itu mengangguk mengerti. "Gak kerasa yah, udah lulus aja kita. Perasaan baru aja kemarin kita pacaran,"

Lelaki itu mengangguk setuju. "Lo cantik hari ini Mel,"

Perkataan lelaki tersebut sontak menimbulkan semburat merah di pipi perempuan itu.

"Lo blushing," ucap lelaki tersebut lagi.

Perempuan tersebut langsung membuang muka, malu. Hanya itu yang dia rasakan saat ini. Walaupun mereka memang sudah berpacaran hampir dua tahun.

"Melvina!" Panggil perempuan yang mengenakan dress merah maroon, tak lupa dengan sosok lelaki yang juga mengenakan tuxedo hitam.

Perempuan yang di panggil Melvina tadi tersenyum, lantas memeluk sahabatnya.

"Gila! Lo cantik banget Ci," puji Melvina.

"Lo juga cantik kali Mel," tandas perempuan yang baru datang tadi. "Kalian cocok ih! Gue suka."

"Ah makasih! Lo juga cocok ko sama Yuga." Kata Melvina.

Lelaki yang bernama Yuga pun terkekeh. "Kita cuma sahabat kali,"

"Iya, bener kata Yuga. Kita cuma sahabat Mel," bantah perempuan di sebelahnya. "Yang lain mana Mel?"

Melvina menggeleng. "Gak tau, belum pada datang kali."

"Ci, gue ke Varel yah?" Tanya Yuga yang langsung di jawab anggukan oleh Suci. "Lo gak mau ikut Dil?"

Lelaki yang di tanya menoleh pada sosok perempuan yang kini di rangkulnya. Mengerti akan tatapan sang kekasih, dia lantas mengangguk lalu berbicara. "Iya, gak apa-apa ko."

Setelah mendapatkan izin dari kedua pasangannya malam ini, kedua lelaki itu lantas pergi menuju teman sekelasnya.

"Melvina! Suci!" Panggil tiga orang perempuan secara berbarengan.

"Loh? Pasangannya kemana?" Tanya Suci heran.

"Lo tau? Gue 'kan gak bakalan pernah dateng sama pasangan gue." Jawab Maryam.

Suci tertawa, lantas beralih pandang pada perempuan di sebelahnya. "Tama nyamperin Yuga sama Adil tadi,"

Suci mengangguk. "Maryam gak akan bawa pasangan, Renita udah. Jauza?"

Perempuan yang di tanya menggeleng. "Males ah, lagian ngapain coba harus bawa pasangan segala."

"Eh guys, katanya Resti gak bisa datang. Deiva sakit katanya, dia harus jagain Deiva." Kata Melvina.

Mereka mengangguk, lantas melanjutkan perbincangan yang entah membicarakan apa. Mulai dari membicarakan culunnya mereka saat pertama masuk SMP, flashback kelas delapan lah. Masih banyak lagi, pokoknya segala yang mereka ingat pasti akan menjadi bahan pembicaraan.

Something?Where stories live. Discover now