Prolog
Hai...
Aku penghuni baru dunia wattpad. Dan ini cerita pertamaku maafin indah ya jika banyak typo atau banyak yang nggak nyambung. Semoga nggak ngecewain kalian...
🌻🌻🌻
Senyummu memang dapat menyembunyikan semuanya. Tapi tidak dengan matamu
-Devano-
"Apa belum cukup puas kau menyakiti Renatha!!" Tangan Devan menarik tulang leher Raffa keatas.
Sehingga membuat cowok itu harus berjinjit untuk mendapatkan pasokan oksigen. Raffa sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Devan, secara tiba-tiba dia menyerang nya.
Dengan sekuat tenaga Raffa melepaskan cengkraman tangan Devan dari lehernya.
Bughhhh
Satu pukulan mulus jatuh ke atas wajah tampan Devan "Apa maksudmu hah?" bentak Raffa kepada Devan.
Laki-laki itu memegangi rahangnya yang sedikit nyeri terkena pukulan Raffa, darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
Dia tertawa dengan perkataan Raffa "Jangan berpura-pura bodoh dihadapan ku, dia mencintaimu tapi kau malah melukainya " Suara Devan memuncak terdengar keras, baru kali ini Raffa melihat Devan semarah ini.
"Jujur aku tidak bermaksud melukainya, tapi memang benar rasaku terhadap nya sudah berubah"
"Bajingan!!! " Tanpa banyak waktu Devan memukul Raffa hingga membuat cowok itu tersungkur ketanah, tak perduli menjadi pusat perhatian semua orang Devan meluapkan semua amarahnya yang selama ini ia pendam.
Neisya berlari lalu berusaha menerobos masuk melewati kerumunan orang.
"Hentikan! " ucapnya sebelum Devan kembali memukul Raffa.
"Sebenarnya ini ada apa?" tanyanya bingung dan berjongkok melindungi Raffa.
"Hahaha akhirnya datang juga dalang dari semuanya" Devan tertawa dan bertepuk tangan.
Raffa yang geram pun berdiri dan segera menghajar Devan "maksud lo apa ngomong seperti itu sama Neisya "
"Dasar buta, cewek yang berada disamping lo saat ini dialah dalang semua permasalahan yang lo alami"
"Lo yang buta, tiba-tiba nyerang gue tanpa alasan"
"Suatu hari lo bakal nyesel Raff" "dan buat lo gue salut sama kepolosan wajah lo. Tapi tenang yang namanya bangkai pasti akan tercium juga" Neisya merinding ketika Devan menunjuk dirinya tepat dimatanya.
Kemudian Devan berjalan meninggalkan Raffa dan Neisya.
🌻🌻🌻
Sudah beberapa kali suara deringan jam weaker diatas nakas berbunyi namun gadis itu masih tertidur pulas diranjang berwarna putih dan dengan selimut yang melekat di tubuhnya.
Gadis itu bernama Renatha Agra Emilly. Gadis perawakan Indo-German yang umurnya menginjak 16 tahun.
"Renatha wake up dear" Teriak seseorang dibalik pintu.
"Five minutes longer mom"
"Cepat sayang, Nanti kamu terlambat" Yna Cessa selaku ibunya memasuki kamar lalu menarik paksa selimut renatha.
Dengan malas Renatha bangkit dari ranjangnya dan menyambar handuk dari gantungan.
"Yaudah bunda tunggu dibawah" Perempuan paruh baya itu berjalan keluar dari kamar Renatha dan menuruni anak tangga menuju ruang makan.
Tak butuh waktu lama Renatha sudah siap dengan perlengkapan MOS yang dikenakannya.
Renatha atau yang lebih akrab disapa Natha atau Rena siap untuk menjalani hari barunya menjadi seorang siswi SMA Cahya Pelita.
SMA Cahya Pelita adalah salah satu sekolah yang mempunyai fasilitas yang sangat lengkap ditambah dengan para senior cogan yang menghuni sekolah tersebut.
Walau begitu Renatha tidak tertarik sama sekali dengan senior ganteng yang bertebaran disekolahnya.
Dia menyisir rambur lurus lalu menyuncirnya dua.
"haha i already look like crazy"
"Sudahlah gapenting juga" Gadis itu bergeming pada diri sendiri ketika melihat pantulan dirinya di cermin.
Kemudian dia menuruni tangga karena memang letak kamarnya berada dilantai dua. "PAGI SEMUA!" Suara teriakan yang menggema dipenjuru ruangan.
"Gausah teriak-teriak juga kali dek" Riva menutup kedua telinganya yang hampir dibuat tuli oleh adiknya. Ya Renatha termasuk gadis periang dan cerewet hampir setiap hari Renatha melalukan rutinitas berteriak hanya untuk mengucapkan selamat pagi kepada keluarga nya.
Rivanos Agra Derova atau sering disapa Riva adalah kakak keduanya yang umurnya setahun lebih tua dari Renatha. Tinggi,Putih,Pintar,Ganteng dan yang pastinya salah satu the most wanted disekolahnya.
"Ajari tuh anak kamu" Ucap Billy ketus. Renatha yang mendengarnya hanya berdiam karena sudah terbiasa dengan sikap ayahnya yang memang tidak suka dengannya. Sedari kecil Renatha jarang sekali mendapat sikap baik dari ayahnya.
Selain Riva renatha juga memiliki satu orang kakak lagi Namanya Angga Agra Dirgantara memiliki sifat dingin,cuek,Irit bicara dan yang paling penting tidak suka di ganggu. Dia kakak pertama dari Renatha dan Riva. Dan sekarang dia sudah kuliah di Universitas Kedokteran di Jakarta.
Renatha menarik kursi disamping bundanya lalu mendaratkan bokongnya perlahan, dengan cekatan ia meraih selembar roti yang sudah diolesi dengan selai stroberi kesukaannya.
"Kamu berangkatnya bareng kak riva aja ya" ujar Yna sambil menuangkan susu ke gelasnya.
"He'em" ucapnya sambil mengunyah sedikit demi sedikit rotinya.
"Ayo dek keburu siang!"Riva beranjak dari duduknya lalu menyalami kedua orang tuanya.
"Belom habis ngunyah udah disuruh berangkat" gerutunya
Sebelum beranjak Renatha sempat menegak habis susu di gelasnya lalu ikut beranjak dari duduknya.
"Renatha berangkat dulu yah" namun saat hendak menyalami ayahnya. Ayahnya malah melenggang pergi tanpa membalas uluran tangan renatha.
Renatha menghembuskan nafas kasar dengan perlakuan ayahnya yang selalu dingin terhadapnya.
"Maafin sikap ayah ya sayang" Yna mengelus rambut Renatha dengan lembut dalam hatinya ia merasakan apa yang dirasakan putrinya saat ini.
"It's okay mom, i understand" Renatha tersenyum manis kearah ibunya, dalam hatinya terbesit rasa tangis yang selalu ia pendam selama ini dia bingung entah kapan ayahnya bersikap baik kepadanya.
"Yaudah Renatha berangkat dulu ya bun, kak angga" Angga yang merasa terpanggil itu menoleh dan hanya mengangguk di tempatnya.
"Iya sayang,belajar yang pinter dan kamu Riva jaga adikmu baik-baik ya"
"Siap bos"
Renatha sudah menaiki ninja kawasaki milik kakaknya itu. Dia terduduk di jok belakang dengan berpegangan erat tas Riva. Tak butuh waktu lama motor Riva sudah melesat meninggalkan pekarangan rumahnya dan membelah ibukota dengan kecepatan sedang.
TBC
Pendek ya? Prolog doang kok
12 Maret 2017
