saat itu malam jum'at berdarah

58 4 2
                                        

21:00 tidak ada acara tv yang seru,anak muda yang kurang piknik pun mulai bosan dengan suasana kamarnya yang begitu-begitu saja dari dulu,suara katak dan jangkrik terdengar sangat,karna ketika itu hujan turun lebat di sore harinya,ada yang menarik dari hujan,ia jatuh beberapa kali namun ia selalu kembali dan menjadi awan yang indah,juga tak takut untuk terjatuh lagi,dan aku pun tak menghiraukannya,aku lalu keluar rumah dan mendapat sebuah bisikan dari otakku yang nampaknya sudah mulai bosan dengan keadaan"ke warung PS ah"otakku berbisik(tempat di mana anak anak yang lain nongkrong dan ngawadul),tempatnya sangat jauh,melewati kebun samping rumah tetangga dan kantor balai desa yang lumayan terang di tambah tempatnya yang dekat dengan sawah, sekitar 100 meter dari rumahku,aku lantas mengambil sepedah adikku yang banyak variasi- variasian gak jelas,setelah sampai di warung ternyata hanya ada 2 orang temanku yaitu si Kuswara dan si Husen, mereka sedang bermain catur,"kernaon KUSEN(Kuswara,Husen)?" Sapa ku,Mereka memang seperti sendal,selalu berdua kemana saja,
"ker maen congklak lurd,ningal atuh!", "hahaha" ku balas dengan tawaku,kami memang suka bercanda namun selalu berlebihan,
Suatu ketika temanku bernama Duduy sampai tak bisa pulang karna kunci motornya di umpetin sama si Husen, haha dan lucunya air mata si duduy mulai menggenang pada saat itu.Aku lantas memesan segelas susu hangat dan GARFIT 2 batang,tak terasa waktu telah bergulir jauh, sudah jam 00:00, aku terlalu keasikan ngobrol dengan si Abah tukang warung,aku lantas pulang karna besok ada jam pelajaran di sekolah, ketika sampai di kebun samping rumah tetangga aku merasa da yang aneh, angin berhembus membuat bulu kudukku agak sedikit berdiri,aku pun ngabret (mengayuk sepedah lebih cepat dengan gaya balap sambil berdiri) dan ternyata rantai sepedah adikku yang penuh variasian ini pun moncel(terlepas) sehingga mengakibatkan diriku tersungkur ke aspal"gubrakkk Duaaaarrr"tragedi itu menyisakan luka lecet yang bermacam macam,ada yang sperti pulau jawa ada juga yang berbentuk kuda poni.karna aku ingat dengan hujan yang selalu kembali walau terjatuh,aku bangun dengan sekuat tenaga walau darah menetes di lututku, tak ada orang yang ngalewat karena itu aku cepat cepat membawa sepedah adikku dan aku tidak sempat membetulkan rantenya yang moncel,karna suasanya makin HOROR dan di campuri rasa sakit yang menerpaku,aku pun bergegas pulang.
Sesampainya di rumah aku membasuh lukaku,lalu meneteskan betadine dan membuat pikiranku melayang(perih dikit).
Yah setelah itu aku langsung ke kamar dan mengambil ancang ancang untuk tidur.

"Pelan-Pelan Asal Selamat"

Menuju Masa Muda "Katanya"Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora