"Sekarang apa?" Perempuan berbalut sweater abu-abu itu mengaduk caramel macchiato yang sama sekali belum diminumnya.
Lawan bicaranya menatapnya tenang, tangannya yang bersedekap ditaruh diatas meja Cafe. Menaruh perhatian penuh kepada perempuan didepannya. Laki-laki itu tak bersuara selama beberapa menit, sibuk memperhatikan Halsey didepannya yang berdecak kesal.
"Lo ngajak gue kesini supaya bisa liat lo duduk sambil merhatiin gue?" Halsey menatap Raga sekilas lalu membuang pandang kearah jendela Cafe yang berembun karena hujan yang berhenti lima menit lalu.
Yang bernama Raga terkekeh pelan. Wajahnya yang tenang kini beralih serius. "Aku sama Brenda gak ada apa-apa, kamu harus tau itu."
"Ck. Setelah dia cium lo di koridor? Dan lo yang gak mengelak?" Perempuan itu meletakkan cangkir caramel-nya yang sudah ia habiskan setengah.
"Si... Itu salah paham." Raga berusaha meraih lengan perempuan itu. Dengan refleks Halsey menarik tangannya. Menatap Raga jijik.
"Ga, gue lebih suka lo jujur." Nada suara Halsey melembut.
"Tapi aku bukan jujur, Si. Aku pacar kamu," kata Raga yang seperti bergurau. Membuat Halsey muak.
"Gue lagi gak bercanda, Ga."
Raga menghela nafas. "Itu, dia gak sengaja didorong temennya, trus jatuh deh, yaudah, waktu aku balik badan, eh, udah kena aja." jelas Raga yang sama sekali gak nyambung.
"Ga, gue tau lo bohong."
"Enggak Si, aku gak bo-"
"Big or small, lies are lies." Tukas Halsey lalu dengan cepat pergi meninggalkan Raga.
***
"Iya, dia bohong!" Sergah Halsey cepat saat Dania berkata Raga tidak berbohong.
"Menurut gue, sih. Lo nya aja yang gak jaga Raga." Ujar Dania sembari mengambil bantal diujung tempat tidur.
"Dania, lo mesti tau. Sekuat apa pun kita jaga cowok kita, kalo udah niatnya selingkuh, ya selingkuh." Halsey memutar bola matanya malas. "Dan gue rasa Raga nyelingkuhi gue." Sambungnya lirih.
***
Semoga kalian tertarik baca EXPECTED sampai habis, ya!
KAMU SEDANG MEMBACA
Expected
Teen FictionBisa saja, ia yang kau anggap selalu ada untukmu, hanya menemanimu karena dirimu kesepian. 2017
