We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Part 1 : That boy,Kwon Jiyong

3.7K 254 18
                                        

"Hey,aku mau bilang sesuatu."

"Apa itu?"

"Aku mau tinggal bersamamu."

"Tentu sa- EH?!"

---

Walaupun sudah masuk bulan Maret,namun angin musim dingin masih sangat terasa hingga aku harus memakai baju hangat lebih untuk pergi ke sekolah.
Namaku Lee Seunghyun,siswa kelas 2 di Cheon-gu High School.Aku hanya murid biasa,benar-benar biasa saja.

Sesampainya di sekolah,aku segera masuk ke kelas ku,kelas 2-3 dan segera duduk di bangku punyaku.Saat melepas jaket,seseorang tiba-tiba merangkul bahuku dari belakang.

"Yo,Seunghyun-ah! Kau tau sekarang hari apa?"Ternyata itu temanku,Dong Youngbae.

"Hari Kamis.Lalu?"Jawabku heran.

"Hari ini ada tugas apa yang harus dikumpulkan?"Youngbae semakin tersenyum lebar.

Aku menatapnya jengkel, "Matematika,dan kau ingin pinjam?"

"Haha kau terbaik."Youngbae tertawa.

Aku tertawa jengkel sambil mengambil buku catatan matematika ku di tas lalu memberikannya pada Youngbae.

"Aku pinjam dulu ya!"Ia pun segera pergi ke bangkunya.

Aku tersenyum sambil menggeleng.Kemudian kembali merapihkan jaket dan syalku.Lalu,saat seseorang melewati bangku ku,jaketku sepertinya terkait tasnya dan membuat jaketku terjatuh.

"Ah."Aku terkejut,suaraku membuat orang itu menoleh padaku.

Ternyata itu Kwon Jiyong.Ia disebut berandalan oleh murid yang lain karena Ia selalu bolos sekolah,menantang murid yang mengganggunya dan pernah diskors karena punya masalah dengan guru.Aku juga mendengar,Dia suka berkelahi di gang dekat toko pusat daerah Cheon-gu.

Dia menatapku dengan tatapannya yang tajam.Jika matanya itu adalah 2bilah pisau,mungkin aku sudah mati tertikam.Karena takut,aku segera menundukan kepalaku dan mengambil jaketku yang jatuh.

Jiyong pun kembali berjalan menuju bangkunya.Aku melihat semua murid tak bisa menatapnya lama karena takut.Beberapa murid perempuan juga berbisik membicarakannya.Aku kembali mencuri tatap padanya.Ya,dia memang menyeramkan.Namun,sekilas aku melihatnya sebagai orang yang kesepian.Kenapa ya?

---

Saat jam istirahat,aku pergi ke kantin bersama Youngbae.Lalu aku melihat Jiyong yang duduk berteduh dibawah pohon besar ditaman sekolah.

"Youngbae-ah,apa Jiyong tidak punya teman sama sekali?"Tanyaku.

"Hm? Sepertinya begitu.Lagipula siapa yang mau berteman dengannya.Dia berandalan,punya sikap yang buruk,sedikit saja kau menyentuhnya,kau akan tamat."

"Hm,Bukannya dia hanya ingin diperhatikan?"

"Hah? Entahlah.Lebih baik kau jangan berurusan dengannya."

Aku terdiam dan kembali menoleh ke arah Jiyong.

Sampai di kantin,aku hanya membeli roti dan minuman karena aku merasa perutku sedang tidak baik.Kemudian aku kembali teringat Jiyong yang duduk sendirian di taman.
Tanpa sadar,Aku membeli satu roti dan minuman lagi untuknya.

"Untuk siapa roti dan minuman itu?"Tanya Youngbae.

"Ah,temanku,mungkin."Aku tertawa.

Youngbae hanya menatapku heran, "Yasudah,ayo kembali ke kelas."

Aku mengangguk, "Kau duluan saja.Aku mau memberikan ini pada temanku."

"Okay."Youngbae pun berjalan duluan.

Aku hendak membawa roti dan minuman itu ke taman,tepatnya pohon besar tempat Jiyong duduk tadi.Namun,aku tak sengaja menabrak seseorang dan membuat bawaanku terjatuh.

"Ah,maafkan aku."Aku mendongkakkan kepalaku untuk melihat siapa yang ku tabrak.Ternyata orang itu yang ingin ku temui,Jiyong.

Semua orang melihatku dengan panik karena sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya padaku.

"A-anu.."Aku tak tahan dengan tatapannya padaku.

Tiba-tiba,ia menarik kerah kemeja ku dan membuatku sedikit terangkat.Jatungku tak bisa tenang,aku benar-benar takut.

"Kau berani macam-macam denganku?"Tanya Jiyong.

"T-tidak,maaf a-aku benar-benar tidak sengaja."

"Begitu ya?"

Setelah mendengar kata-katanya itu,aku merasakan sebuah tinjuan keras mendarat di pipiku dan membuatku terjatuh.Semua orang sedikit ribut tapi tak ada yang menghentikan karena tidak ingin berurusan dengannya.

Kemudian Jiyong menginjak perutku dan sedikit berbungkuk.

"Aku ingin dengar kata maafmu lagi."Katanya.

Aku merintih kesakitan pada perutku,tapi aku berusaha untuk mengucapkannya sambil menahan sakit.

"M-ma-maafkan...a-aku.."

"Mana suaramu?!"Teriaknya.Kakinya semakin menginjakku lebih dalam.

"Akh! Ma-Maafkan aku!!"Aku berteriak sambil terus merasakan sakit.Aku melihat sedikit pada wajahnya.Ia sedang tersenyum,namun lebih pantai disebut menyeringai.

"Hei,Kwon Jiyong!!"Tiba-tiba seseorang berteriak dan membuat Jiyong menghentikan aksinya.Ia menoleh pada orang yang memanggilnya tadi.

Aku baru bisa mengetahui orang itu setelah dia mendekati kami.Ternyata dia Kang Daesung,Ketua OSIS di sekolah kami.

"Apa kau ingin menambah pelanggaran di sekolahmu dan mendapat skorsing lagi?"Tanya Daesung.

"Cih,"Jiyong mengangkat kakinya kemudian pergi meninggalkan kami.Aku melihat dia menginjak roti yang akan ku berikan padanya.

Daesung berlutut dan mencoba membantuku bangun.

"Kau tak apa?"Tanya nya.

Aku hanya bisa menjawab dengan anggukan karena perutku yang diinjak Jiyong tadi masih terasa sakit.

"Apa kau bisa berjalan? Aku akan membantumu ke UKS."

"B-Baiklah."Jawabku pelan.

Dengan bantuannya,aku pun diantar ke UKS dan membiarkan ku istirahat disana.

"Kau tidak sengaja untuk mendekati atau menemuinya kan?"Tanya Daesung ketika keadaanku sedikit lebih baik.

Aku mengangguk, "Aku kurang berhati-hati saat berjalan.Jadi aku tak sengaja menabraknya."

Memang begitulah,walaupun memang rencana awalku adalah ingin lebih akrab dengannya.

"Dia manusia,tapi kelakuannya seperti hewan."Ucap mulut pedas ketua osis itu. "Kerjaanku mengurusi murid-murid yang lain jadi terhambat karena harus terus memantau dia."

Aku terdiam mendengar ucapan Daesung.

"Dia sekelas denganmu kan? Kalau dia mengganggumu lagi,segera lapor padaku."Daesung pun bangkit.

"Ah,terima kasih banyak sudah menolongku."Aku sedikit membungkuk.

"Sudah tugasku."Daesung tersenyum kemudian pergi.

Aku kembali berbaring di ranjang ini.Walaupun semua yang dikatakan orang lain itu benar soal Jiyong.Tapi aku merasa tidak begitu.Aku selalu merasa ingin menjadi temannya dan menghentikan sikapnya yang buruk itu.

***

Don't be silent readers,vote and comment after read it,please! Feedback from y'all is very meaningful to me ^^

So,This what they called[Nyongtory] ✔Stories to obsess over. Discover now