[01]-Prologue

545 32 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

(A.n : REVISION VERSION. Billingual Story)


Angelynn's POV

*Kriiiiiing*

"Ugh ... pasti Mom sengaja menyetel alarm ku di jam ini," Gusarku kepada diriku sendiri.

Hari ini, aku memang sengaja tidak masuk sekolah. Karena apa? Ya, hari ini aku akan pindah ke New York dan bertemu kakak laki-laki ku disana.

By the way, namaku Angelynn Dallas. pasti kalian tak asing dengan nama belakang ku? Ya! Kakakku adalah seorang viners sekaligus anggota Magcon yg terkenal, yaitu Cameron Dallas.

Aku dan bro Cameron berbeda usia 4 tahun. Ia berusia 22, sedangkan aku berusia 18 tahun.

Sudah ya perkenalannya, aku harus cepat bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Jika tidak, Mama akan menceramahiku dengan sepuluh ribu kata yang tentu saja membuatku bosan.

Setelah aktivitas pagi yang memakan waktu ±20 menit, aku menuju ke bawah karena Mama dan Papa ku sudah menunggu, lalu menuruni 28 anak tangga. Ya, jika aku merasa bosan, terkadang aku akan menghitung jumlah anak tangga ini.

"Morning dad, and mom ..." Aku mengecup pipi mereka secara bergantian lalu ikut bergabung di meja makan.

"Pagi juga, sayang." Balas Mama dan Papa hampir serempak.

Aku hanya tersenyum lalu segera mengambil roti dan mengoleskannya dengan selai nutella yang sudah tersedia di meja makan.

"Tidak terasa besok kamu akan meninggalkan kami ... New York jauh dan kami pasti amat merindukanmu," Tukas Mama dengan intonasi sedikit sedih.

Aku terkekeh, "Aww, ini pertama kalinya Mom berkata seperti itu. I will miss you both!"

"Angel, Dad harap esok jangan sampai ada barang yang tertinggal, okay? I won't sent you another ticket for way back here for second time*..." Celetuk Papa dengan tegas, walau ia sedikit tersenyum di akhir ucapannya itu.

*Ayah tidak ingin mengirimmu tiket pulang untuk kedua kali.

"Don't you worry, Dad, tidak akan ada barang yang tertinggal, kok. I promise." Janjiku dengan senyuman yang lebar.

"Alright. Dan Dad harus berangkat duluan, agar tidak terjebak kemacetan ..." Ucap Papa sebelum akhirnya mengecup pipi Mama dan bergegas pergi menuju Law Firm nya.

"Sure, bye Dad!" Jawabku dengan mulut yang penuh dengan roti.

Selepas itu, akupun ikut menghabiskan sarapanku, lalu memutuskan untuk chat temanku via Instagram.

To: Gabrielle.

Gab! Lu sibuk kagak, ya? Kalo kagak, gua pengen ke Starbucks deh beli coffee pagi, gua traktir lu deh sekalian. Gimana? Bales yak, buruan.

From: Gabrielle.

Tumben banget lu mah bayarin gua?

To: Gabrielle.

Lu lupa, ya? Gua besok OTW ke New York. Gila, mau kagak lu?

From: Gabrielle.

OMG iya gua lupa! Jemput aja, gua udah kelar siap-siap, sih.

To: Gabrielle.

Alr gurl. Gua jemput bentar lagi, see you in 5 or 10.

From: Gabrielle.

Alright see ya later.

~~~~

Aku menjemput Gabrielle menggunakan mobil Lamborghini ku. dan nanti malam mobil ini akan dikirim ke NY karena ini kendaraan buatku. namanya Gaston. Itu adalah usulan nama dari mantan ku dulu. -info yang sangat berfaedah-
"Hai Gab," sapaku.
"Hai Lynn" sapa Gabrielle balik.
"Lo seriusan kan teraktir gue?" tanya Gabrielle dengan nada tidak percaya-nya.
"Iyalah, Gab. i won't lie to you."

Dan diapun percaya.

"Bagus. Sebaiknya kita pergi sekarang."

( semoga Revisiannya bagus yaaa.. )

~~~

"Ehh kutil badak, lo ninggalin gue mulu anjau." gerutuku kesal.
"Ups, sorry.." kata Gabrielle sambil memasang "wajah tanpa dosa" nya.
"Eh duduk di sana aja tuh!" seruku sambil menunjuk tempat duduk yang bersebalahan dengan jendela.
"Oke deh." kata Briell. Oh ya, sekadar informasi, terkadang diriku suka memanggilnya Briell.

°°°

"Ngga kerasa anjau, lo udah mau berangkat ke New York aja.." ujar Gabrielle.
"Gatau." kataku singkat.
"Oh iyaa, ntar jan lupa ngabarin gua ya kalo udh sampe di NY, jangan lupa! Awas aja ngga, gue kutuk lo jadi kutil kebo," cetus gabrielle
"Udah, sans aja kali Briell," tukasku begitu santai.
"Sama cariin gua cogan ya, sapatau ada yg jodoh" kata Gabrielle sambil tersenyum meyakinkan.
Aku memutar bola mataku, bete "Hah, pikiran lo tuh cowok terus. Kerad ye idup lo.."
Jiji ew
Dia cuman senyum -huh sok polos banget si bangsul-
dan akhirnya obrolan membosankan kami pun berlanjut.
.
.
" HAE GUYS, ini cerita perdana gua. kyaa absurd banget gak sih ceritanya? "
Btw, terus baca ceritaku ya. jan lupa VOMMENTS nya.

Lapyuu:*
Pizzamendesxx
( agak slow update ya )
Maafkan author jikalau typo bertebaran:v

/REVISION EDITED/

My Secret Wish || S.M [ Shawn Mendes ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang