1

147 5 3
                                        

Sorry aku revisi lagi. Tapi ini cerita emang kagak beres. Dan semoga kali ini beres sampai ending. Maaf juga karena membuat kalian bingung karena cerita absurd ini. Maka dari itu aku perbaiki semuanya.
So happy reading.

Perempuan itu sedang sibuk dengan buku novelnya. Sedangkan laki-laki yang tak jauh dengannya sedang menggoreskan pensil di kertas putihnya. Ternyata diam-diam dia sedang menggambar perempuan itu. Perempuan yang membuat hari-harinya berwarna. Perempuan yang ia sayangi setelah Ibunya. Laki-laki itu tersenyum singkat sambil melihat hasil gambarnya. Perempuan itu tetap terlihat cantik di lukisannya maupun di dunia nyata.

"Kamu ngapain sih Fachri? Senyam-senyum sendiri. Kamu sehat?" Kata perempuan itu aneh melihat laki-laki itu.

"Nanti juga kamu tahu sendiri." Katanya acuh.

"Ish dasar nyebelin!" Kata perempuan itu cemberut. Laki-laki itu mendekat ke arah perempuan itu yang sedang cemberut.

"Jangan marah ya? Nanti Bella tahu kok. Tenang aja." Kata laki-laki itu sambil mengelus kepala perempuan itu. Perempuan yang bernama Bella terdiam saat Fachri mengelus rambutnya dengan lembut.

"Ada apa dengan jantung gue?" Katanya dalam hati.

"Okay okay aku percaya. Awas ya kalau nggak kasih tahu ke aku!" Ancam Bella.

"Iyaa." Kata Fachri sambil mencubit pipi Bella dengan gemas.

"Ih sakit. Awas ya kamu aku bales." Kata Bella sambil mengejar Fachri yang gesit.

Mereka berdua tertawa dengan bahagia. Sambil lari-lari di daerah taman sekolah mereka.

"Fachri kamu nyerah dong, ngalah kek sama cewek!" Teriak Bella yang sudah lelah sehabis lari-larian.

"Nggak ada ya di kamus seorang Fachri kata nyerah dan ngalah untuk cewek!" Teriak Fachri dengan nada mengejek.

"Ish nyebelin! Awas ya kamu pasti aku akan menangkap kamu!" Bella mengambil ancang-ancang dan berlari dengan kencang.

Saat mereka sedang lari, Fachri tiba-tiba terjatuh. Bella kaget dan langsung menghampiri Fachri.

"Ceroboh banget sih! Sampe bisa jatuh gini. Mana yang sakit?" Kata Bella dengan khawatir.

"Yah aku ketangkep deh sama kamu." Katanya yang pura-pura menyesal.

"Ish nggak bercanda! Mana yang sakit? Kenapa bisa jatuh coba? Ayo ke UKS sekarang!" Kata Bella dengan cemas.

"Gue juga nggak tahu. Kenapa tiba-tiba jatuh?" Dalam hatinya cemas.

"Aku nggak apa-apa kok Bell. Jangan khawatir ya?" Kata Fachri sambil mengelus pipi Bella. Bella pun langsung terdiam.

"Cie pipinya merah." Ledek Fachri.

"Ih apaan sih! Nggak lucu!" Kat Bella memukul dada Fachri.

"Aww!"

"Kenapa sakit ya? Aduh maaf." Katanya panik.

"Bercanda." Kata Fachri dengan senyum jailnya.

"Ih nyebelin banget sih!" Langsung pergi meninggalkan Fachri.

Cahaya Untukmu (Revisi)Where stories live. Discover now