Lea pov
Hari ini, hari pertama gue masuk sekolah di SMA 2 Bandung. Dan hari ini juga gue telat berangkat. Yap, gue bangun kesiangan gils.
Dengan tergesa-gesa gue pun berangkat sekolah. Tapi, ternyata gue juga sial. Karena pas perjalanan ke sekolah, supir gue ga sengaja nabrak anak cowo.
Gue pun keluar buat mastiin cowo itu masih hidup atau ga.
"Eh lo gapapa kan?" ucapku. Dia pun melirik ku dengan sinis.
"Gapapa" ucapnya lalu langsung pergi begitu saja.
"Dasar cowo aneh!" lalu aku pun langsung berangkat ke sekolah. Sialnya gerbang sekolah nya udah di tutup.
Bayangin geng, hari pertama gue dan gue udah telat? Anjir emang bener-bener hari sial.
Dimas pov
Hari ini gue bangun telat(lagi). Gue keluar rumah dengan santai. Gue bukan anak yang rajin, tepat waktu, atau anak rumahan.
Sikap gue itu pecicilan, dingin, cool, dan yang pasti gue ganteng. Gak jarang para siswi pada caper sama gue. Gue termasuk anak famous di sekolah. Satu lagi, gue itu badboy. Mantan gue udah ga ke hitung lagi deh. Bukannya gue sombong, tapi itu kenyataannya.
Balik lagi ke awal. Dalam perjalanan gue ke sekolah, ada mobil yang nabrak gue. Untung gue ga kenapa-napa. Mungkin tuhan emang sayang sama gue yang ganteng ini makannya ganteng ini ehe.
Pemilik mobil itu pun keluar.
"Lo gapapa?" tanyanya. Gue kerjain aja kali ya, sosoan jutek gitu.
"Gapapa" jawabku singkat dan jelas.
Gue pun langsung pergi tanpa ngomong apa-apa. Gue yakin, itu cewe pasti kesel. Bodoamat sama itu cewe, yang penting gue ganteng.
Ga lama, gue pun nyampe di depan gerbang.
See, gue telat. Tapi, bukan itu yang jadi perhatian gue. Melainkan seorang cewe yang bisa dibilang cantik. Gue tebak, pasti itu cewe baru pindahan dari Jakarta itu.
"Lo telat juga?" tanyaku. Dia pun berbalik ke arah gue.
Gue ga nyangka, ternyata cewe baru itu, cewe yang nabrak gue tadi. Ternyata dia juga sama kaya gue, dia kaget.
Dia ngeliatin gue dengan mulut terbuka. "Lucu juga" kata batinku.
"Udah kali liatin gue nya. Gue juga tau gue ganteng." ucapku.
"Geer banget sih lo. Ko lo bisa disini.Lo ngikutin gue ya?"tanyanya.
"Lo ga liat lambang gue. Gue sekah di sini kali. Mending lo ikut gue."
"Ga. Ogah gue ikut sama lo" katanya.
"Jih yaudah, padahal gue mau ngajakin lo biar bisa masuk tanpa ketahuan." ucapku lalu pergi melangkah.
"Eh eh, tunggu. Iya deh gue ikut lo. Tapi ini terpaksa ya" katanya.
"Yaudah ayo, kita lewat gerbang belakang." kataku.
Ini cerita pertama aku. Maafkan kalau ada typo ya. Jangan lupa vote dan comment ya. Thankyou.
YOU ARE READING
If You Know Why : D
Teen FictionPerpisahan mengajarkan kita artinya kepercayaan kepada seseorang. Dengan berpisah, kita bisa saling belajar tentang kesalahan masing-masing. Memperbaiki kehidupan kita dan belajar menghargai orang lain. Selain itu, kita juga membutuhkan usaha untuk...
