01 - Just Orion

6.1K 398 204
                                        

Suasana lapangan kini kembali hening saat microphone dibunyikan. Semua mahasiswa-mahasiswi baru kembali memfokuskan pandangannya ke mimbar yang berada di arah Selatan. Mereka saling berbisik satu sama lain terutama mahasiswinya.

Gadis itu melihat dia, seseorang yang memakai jas berbeda sendiri telah menaiki mimbar tersebut. Dengan mata hitam yang tajam namun damai. Rahang yang keras, serta hidung mancungnya menambah kadar ketampanannya.

Laki-laki yang gadis itu maksud sedang tersenyum tipis kepada pendatang baru yang akan menjadi anggota dari kampus ini. Gadis berambut panjang itu menggerutu kesal saat seseorang yang ia lihat masih saja tidak ingin menampakkan senyumnya yang mempesona itu. Teriakan dari mahasiswi baru sangat heboh saat laki-laki itu menampakkan senyumannya.

Orion Samudra. Nama laki-laki itu Orion. Laki-laki dingin serta cuek yang pernah gadis itu temui. Serius, dinginnya bisa melebihi dinginnya aphelion. Serta Orion juga merupakan laki-laki yang keras kepala.

Kini, Orion melihat gadis itu dari kejauhan. Ia tersenyum kepadanya. Bukan, bukan senyum tipis yang ia pancarkan. Tetapi, senyum asli yang ia miliki. Lantas, semua mahasiswi langsung berteriak lebih heboh ketika ia tersenyum seperti itu. Ia pun langsung mengembalikan senyumannya dan kembali seperti semula.

Gadis cantik itu kembali terkekeh melihatnya. Sepertinya Orion kembali memiliki penggemar yang lebih banyak dari sebelumnya. Gadis itu hanya bisa menertawakan dirinya jika Orion kembali menerima banyak bunga serta cokelat. Tidak, Orion tidak akan membuang cokelat itu. Orion selalu memakannya atau menyimpannya di lemari es. Kalau tidak ujung-ujungnya diberikan kepada gadis itu.

Jangan salah! Orion sangat senang jika diberi cokelat. Kadang saja jika gadis itu ingin meminta cokelatnya tidak diperbolehkan olehnya. Benar-benar penggila cokelat! Oh iya jangan melupakan bunganya. Orion selalu memberikan bunga-bunga itu kepadanya. Sampai-sampai taman belakang rumah gadis itu sudah penuh dengan bunga-bunga hasil pemberian para penggemar Orion.

Laki-laki yang telah membuat heboh seluruh mahasiswa baru kini sudah selesai dengan pidatonya. Ia turun dari mimbar dan disusul tepuk tangan riuh dari mahasiswa baru. Oh iya dia itu adalah ketua BEM* di kampus ini. Orion mengambil jurusan konservasi alam sama seperti gadis yang memerhatikannya sedari tadi.

"Oy, Al!"

Gadis itu menengok ke belakang. Seseorang yang memakai bendera pita biru di lengan tangannya—sama sepertinya—serta map ditangan kirinya memanggil gadis itu. Artinya ia harus bersiap-siap menyambut mahasiswa-mahasiswi baru.

"Iya, ini gue mau siap-siap."

Lantas, gadis itu kembali ke ruangannya untuk mempersiapkan acara.

•••••

"Alfa, gue laper. Lo gak ada niatan buat beliin makanan? Atau kita makan bareng di kantin?"

Orion berbicara kepada gadis yang bernama Alfa itu. Gadis yang selalu tersenyum lebar saat Orion berada di mimbar untuk menyambut mahasiswa baru. Namun, ia hanya mencuekkannya saja. Orion tidak lihat apa kalau Alfa sedang sibuk seperti ini? Saat ini, Alfa sedang mendata nama-nama yang absen hari ini.

"Al, ayolah. Cacing-cacing di perut gue udah minta jatah nih."

Kini, Orion merengek seperti anak kecil kepadanya. Sumpah, hal seperti tadi, tidak akan pernah ia lakukan kepada siapapun. Ia sangat menjaga image-nya didepan semua orang. Cihh, benar-benar tertipu.

"Lo gak lihat gue lagi apa?" Alfa berhenti sejenak dan menatap Orion.

"Iya tahu. Nanti gue bantu deh, yang penting sekarang kita makan dulu. Udah waktu istirahat juga, Al. Lo pasti lapar juga 'kan?" Orion menyatukan kedua telapak tangannya didepan dadanya seperti memohon kepadanya.

Alfa menghela napas panjang. "Iya deh. Tapi lo janji ya bantu gue?" gadis itu menyodorkan jari kelingkingnya supaya ia benar-benar ingin membantunya.

Kalian pasti berpikir mereka seperti anak kecil? Iya 'kan? Kata Orion, melakukan seperti tadi mengingatkan mereka kembali pada masa kecil. Alfa hanya bisa mengiyakan saja. Tetapi, benar juga sih. Coba kalian bayangkan, tidak ada bukan anak kuliahan seperti mereka melakukan janji seperti itu?

Alfa merapikan kertas-kertas absen tadi dan memasukkannya kedalam tas. Kemudian, Orion menarik tangan Alfa dengan tiba-tiba, gadis itu tersentak kaget dan memelototi Orion dengan tajam.

"Orion! Pelan-pelan dong!" ucap Alfa sedikit kesal.

"Iya-iya maaf," Orion berhenti menarik gadis itu dan menjajarkan jalannya sama sepertinya. Tetapi, tangannya masih berpaut dengan tangan Alfa.

Selama berjalan menuju kantin, Alfa sedikit risih dengan bisik-bisik orang-orang itu. Ada pula yang berteriak, mengatai, serta mengejek gadis itu. Namun, ada juga yang mendukung mereka berdua. Alfa hanya bisa menghela napas panjang dan tetap menggenggam tangan Orion.

Orion yang tahu Alfa sedikit risih, langsung berbisik kepadanya, "Al, kapan lagi jalan berdua sama Pangeran Pandora? Hahaha."

Alfa bergidik ngeri mendengar bisikkannya. Mengapa juga ia harus jalan berdua dengan cowok itu? Ia tidak suka menjadi pusat perhatian.

Lantas, Alfa berbisik juga ke Orion dengan sedikit berjinjit, "Sejak kapan lo jadi Pangeran Pandora?"

Alfa melihat Orion sedikit tersenyum dan berbisik kepadanya, "Sejak ada Putri Pandora di samping gue."

Gadis itu langsung berjalan cepat meninggalkan Orion. Ia tidak ingin cowok itu menjadi besar rasa.

•••••

*BEM: Badan Eksekutif Mahasiswa, semacam OSIS

With Orion
8 September 2018

With Orion [REVISI]Stories to obsess over. Discover now